Headline
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Ekonomi RI tumbuh 5,39% pada triwulan IV 2025 dan tumbuh 5,11% secara kumulatif 2025.
Kumpulan Berita DPR RI
BRIMOB Polda Metro Jaya melakukan pemantauan di Terowongan Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, usai terjadinya tawur antarwarga di kawasan tersebut.
"Monitoring pasca kejadian kami laksanakan untuk memastikan situasi benar-benar aman dan kondusif," kata Komandan Satuan Brimob (Dansat Brimob) Polda Metro Jaya, Kombes Polisi Henik Maryanto di Jakarta, Sabtu (3/1).
Langkah ini dilakukan untuk memastikan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat tetap aman serta kondusif setelah tawur yang terjadi sehari sebelumnya.
Monitoring dilakukan sejak pagi hari oleh Unit Patroli Brimob Satuan Brimob Polda Metro Jaya dengan menyisir area terowongan dan sekitarnya.
"Kegiatan ini merupakan upaya preventif guna mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas lanjutan sekaligus memberikan rasa aman kepada warga," katanya.
Pada Jumat (2/1) sekitar pukul 15.00 WIB, terjadi tawur antarwarga dari Gang Tuyul RW 04 dan warga Magasen RW 012.
Insiden berawal dari petasan yang dinyalakan di sekitar Jalan Dr Saharjo atau Terowongan Manggarai yang kemudian memicu aksi saling serang menggunakan batu dan petasan. Sekitar 20 orang terlibat dalam tawur tersebut.
Jajaran Polres Metro Jakarta Selatan yang menerima laporan bergerak cepat menuju lokasi. Petugas berhasil membubarkan massa dan mengimbau warga kembali ke permukiman masing-masing.
Situasi kemudian dapat dikendalikan dan dinyatakan aman. Dalam kegiatan monitoring lanjutan, Unit Patroli Brimob dibagi dalam dua titik, yaitu Terminal Bus Manggarai dan Pintu Air Jalan Tambak Manggarai.
"Personel melakukan patroli sekaligus siaga di sekitar lokasi untuk memastikan tidak ada potensi gangguan lanjutan," katanya.
Selain itu, kehadiran Brimob merupakan bentuk dukungan terhadap tugas kepolisian kewilayahan.
"Brimob Polda Metro Jaya siap mendukung upaya kepolisian kewilayahan melalui kehadiran yang preventif, profesional dan humanis guna menjaga ketertiban serta rasa aman masyarakat," katanya.
Hingga saat ini, situasi di sekitar Terowongan Manggarai dilaporkan aman dan kondusif. Aktivitas masyarakat telah kembali normal.
Sebelumnya, Kepolisian menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawur yang melibatkan warga Gang Tuyul RW 04 dan warga RW 012 di Terowongan Manggarai, Jalan Dr Soepomo, Manggarai, Tebet, Jakarta Selatan, pada Jumat sore sekitar pukul 15.00 WIB.
"Iya pakai gas air mata biar cepat bubar," kata Kasi Humas Polres Jakarta Selatan, AKBP Murodih kepada wartawan di Jakarta, Jumat (2/1).
Tujuan penggunaan selain untuk membubarkan aksi tawur, juga demi membuat situasi kondusif sehingga tidak mengganggu pengguna jalan. "Biar cepat bubar dan tidak mengganggu masyarakat pengguna jalan," katanya. (Ant/P-3)
Longsor dipicu oleh meningkatnya curah hujan yang terjadi sejak pagi hingga sore hari pada Senin (22/1) sekitar pukul 16.30 WITA, yang menyebabkan dua orang warga tertimbun.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Angin kencang yang datang bersama hujan deras akibat cuaca ekstrem merenggut rasa aman, merobohkan atap rumah.
Tawuran warga RW 04 dan RW 012 di Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan, terjadi dua kali saat Tahun Baru 2026. Polisi pastikan situasi kini aman.
Polisi menggunakan gas air mata untuk membubarkan tawuran warga di Terowongan Manggarai, Jakarta Selatan. KAI Commuter memastikan perjalanan kereta tetap aman.
Aparat mendapati tiga remaja yang diduga akan melakukan aksi tawuran. Setelah diinterogasi, mereka mengakui rencananya untuk bentrok dengan kelompok lain di wilayah tersebut,
Seluruh pelaku masih menjalani pemeriksaan intensif oleh Satuan Reserse Kriminal dan Satuan Reserse Narkoba Polres Metro Jakarta Pusat
Guna antisipasi potensi konflik, sambung dia, memerlukan pendekatan preventif. Melalui sistem peringatan dini di tingkat RT/RW.
Setelah menerima laporan, polisi langsung menyisir lokasi kejadian guna menemukan senjata tajam yang diduga dibuang oleh para pelajar saat dibubarkan.
Polisi menyit enam senjata tajam, terdiri dari corbek, clurit dan gobang
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved