Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FRAKSI Partai Golkar DPRD DKI Jakarta mendesak Pemerintah Provinsi (Pemprov) untuk menekan penggunaan kendaraan pribadi yang menjadi biang utama kemacetan ibu kota. Dorongan itu disampaikan anggota Fraksi Golkar, Sardy Wahab Sadri, dalam rapat paripurna pemandangan umum fraksi terhadap RAPBD DKI 2026 di Gedung DPRD DKI Jakarta, Senin (8/9).
“Jakarta masih termasuk kota dengan kemacetan terburuk di dunia. Data TomTom Traffic Index 2023 mencatat rata-rata waktu tempuh di Jakarta lebih dari 20 menit per 10 km. Itu berarti produktivitas warga banyak terbuang di jalan,” ujar Sardy, dikutip Selasa (9/9).
Menurut Sardy, alokasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2026 yang mencapai Rp6,88 triliun untuk jalan, jaringan, dan irigasi, serta Rp5,18 triliun untuk penyertaan modal MRT menunjukkan komitmen Pemprov pada transportasi publik. Namun, kata dia, masalah utama justru terletak pada ketergantungan warga terhadap kendaraan pribadi.
“Tanpa pembatasan tegas, transportasi publik tidak akan cukup mengurangi kemacetan,” tegasnya.
Oleh karena itu, Fraksi Golkar menekankan dua hal penting. Pertama, Pemprov DKI harus menjamin transportasi publik yang nyaman, terjangkau, aman, dan tepat waktu sehingga benar-benar menjadi pilihan utama masyarakat. Ia menyinggung masih adanya sejumlah kelurahan yang belum terjangkau transportasi, salah satunya Kalibaru, Cilincing, dengan penduduk sekitar 147 ribu jiwa.
“Kalibaru itu kampung nelayan dengan akses jalan sempit dan minim layanan transportasi publik terintegrasi. Padahal armada untuk rute Jaklingko seperti JAK 65, JAK 94, JAK 96, JAK 97, JAK 109, JAK 111, JAK 114, JAK 116, dan JAK 119 sudah lama tersedia, tapi mangkrak tidak beroperasi. SK Kadishub soal rute Jaklingko yang tertunda sejak pandemi harus segera direalisasikan tahun ini,” papar Sardy.
Kedua, pihaknya menilai kebijakan pembatasan kendaraan pribadi seperti parkir progresif maupun rencana penerapan Electronic Road Pricing (ERP) hanya akan efektif jika transportasi publik sudah benar-benar siap melayani warga secara merata dan berkualitas.
“Kalau transportasi umum belum siap, kebijakan pembatasan kendaraan pribadi hanya akan menambah beban masyarakat, bukan solusi,” tutupnya. (H-4)
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
Kemacetan kendaraan di satu sisi jalan ini berdampak pada tersendatnya arus lalu lintas hingga menyebabkan kemacetan panjang terjadi di sepanjang Jalan Daan Mogot.
Berikut 5 Cara Melatih Tubuh Saat Macet: Olahraga Sederhana yang Bisa Dilakukan di Mobil
Karena itu, rekayasa lalu lintas di ruas Jalan TB Simatupang-Jalan RA dinyatakan berakhir pelaksanaannya pada Senin ini.
Angka tersebut setara dengan enam kali biaya pembangunan MRT fase pertama.
Penanganan kemacetan membutuhkan koordinasi lintas instansi agar tidak menimbulkan efek domino di titik-titik rawan lainnya.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan uji coba sosialisasi pengaturan lalu lintas di Jalan TB Simatupang menunjukkan hasil positif.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved