Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
KEPALA Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta Fajar Sauri mengatakan pihaknya akan memulai grounbreaking atau peletakan batu pertama untuk penataan dan penyambungan tiga taman di kawasan Blok M. Adapun hal itu akan dilakukan pada pada lusa, Jumat, 8 Agustus mendatang.
Nantinya ketiga taman yakni Taman Langsat, Taman Ayodya, dan Taman Leuser di Kebayoran Baru, Jakarta Selatan akan diresmikan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung.
"Insya Allah, hari Jumat Pak Gubernur groundbreaking," kata Fajar kepada wartawan, Rabu (6/8).
Ia menjelaskan, sebelum penataan taman dimulai, Pemprov DKI ingin memindahkan pedagang Pasar Hewan Barito. Namun, muncul polemik di mana sebagian pedagang pasar yang terletak di depan Taman Langsat itu menolak direlokasi.
Ia berharap, seluruh pedagang berkenan untuk dipindahkan ke lokasi sementara atau lapak di pasar yang diinginkan agar penataan tiga taman bisa berjalan sesuai jadwal.
"Kita juga bertindak ada aturannya. Jadi, ya mungkin para pedagang harus bisa dikasih penjelasan yang baik, lah," ucap Fajar.
Rencananya, ketiga taman yang disambungkan akan diberi nama Taman Bendera Pusaka.
Dalam penataan tersebut, Pemprov DKI akan membangun akses penghubung berupa jembatan antara Taman Langsat dan Taman Ayodya.
Sementara itu, penyambungan Taman Langsat dengan Taman Leuser bakal dibangun underpass pejalan kaki, mengingat terdapat jalan raya yang memisahkan kedua taman tersebut.
"Jadi, Taman Langsat dengan Taman Ayodya kita connecting dengan link bridge. Di Langsat kita buat jogging track. Lalu untuk menggabungkan Langsat dan Leuser ada jembatan yang turun ke bawah kolong jalan agar bisa tembus," kata Fajar. (Far/P-3)
Revitalisasi yang menggabungkan tiga taman yakni Taman Leuser, Taman Ayodya dan Taman Langsat seluas 5,5 hektare tersebut progres pembangunannya telah mencapai sekitar 42 persen.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Pemerintah Provinsi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan memulai pembongkaran tiang monorel mangkrak di Jalan HR Rasuna Said, Jakarta Selatan, pada hari ini, Rabu (14/1).
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved