Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kabupaten (Pemkab) Bogor mengapresiasi upaya pemerintah yang terus menggencarkan program prioritas nasional Makan Bergizi Gratis (MBG).
Terbaru, untuk memperkuat sinergi, kolaborasi dan kajian risiko dalam memberikan jaminan keamanan pangan pada program MBG, sejumlah pejabat tinggi seperti kepala Bapanas, Kepala BGN, dan Kemenko Pangan melakukan sosialisasi Beragam Bergizi Seimbang dan Aman (B2SA) Goes To School.
"Di Kabupaten Bogor, kegiatan ini digelar di SDN Pasir Angin 01, Desa Pasir Angin, Kecamatan Megamendung. Tujuan kegiatan ini untuk memastikan kualitas makanan bergizi yang diberikan kepada siswa penerima manfaat program MBG," ujar Wakil Bupati Bogor Ade Ruhandi, Selasa (24/6).
Pria yang akrab disapa Jaro Ade itu mendukung penuh program unggulan Presiden Prabowo Subianto yang bermanfaat cukup luas bukan hanya bagi siswa sekolah tetapi juga bagi masyarakat secara umum lainnya.
"Kalau program MBG ini berjalan, secara otomatis ekonomi masyarakat pun ikut bergerak, karena bahan baku untuk makan bergizi ini bisa dibeli dari masyarakat lokal," tutur Jaro Ade
Ia melanjutkan Pemkab Bogor juga sangat bangga pada Presiden Prabowo yang konsisten menjalankan program MBG untuk generasi bangsa. Pemkab Bogor akan terus mendorong program MBG ini hingga dirasakan siswa di pelosok desa.
"Di Kabupaten Bogor baru ada 29 dapur MBG dan baru bisa memenuhi sekitar 86.997 ribu siswa dan itu baru 5% dari jumlah siswa sekolah di Kabupaten Bogor yang mencapai lebih dari 1,4 juta siswa sekolah," papar mantan Ketua DPRD Kabupaten Bogor itu.
Dengan jumlah dapur yang ada saat ini, lanjut dia, masih sangat jauh untuk mencukupi kebutuhan para penerima manfaat program MBG. Untuk itu, Pemkab Bogor meminta agar pemerintah pusat dalam hal ini BGN menambah kuota untuk pembuatan dapur makan bergizi gratis.
"Baik Bupati Bogor Rudy Susmanto maupun saya selaku Wakil Bupati Bogor sangat mendukung program MBG. Namun seperti yang kita ketahui luas wilayah dan jumlah penduduk Kabuapten Bogor sangat banyak, sehingga kami rasa perlu ada penambahan dapur umum di beberapa wilayah kecamatan untuk menjangkau sekolah-sekolah di pedesaan," ungkapnya.
Bagi Pemkab Bogor, jelas dia, program MBG bukan hanya memberikan asupan gizi dan nutrisi kepada siswa, tetapi juga memberikan efek domino yakni bisa menekan angka kemiskinan dan pengangguran di Kabupaten Bogor.
"Program Presiden Prabowo ini benar-benar prorakyat karena melibatkan seluruh elemen masyarakat. Ibu-ibu bisa bekerja, petani sayuran dan peternak ayam telur pun ikut terangkat perekonomiannya," ujar Politisi Golkar itu.
Karena itu, ucap dia, Pemkab Bogor akan terus mengawal dan ikut terlibat aktif dalam pengawasan program MBG, mulai dari proses produksi makanan hingga pendistribusian kepada penerima manfaat.
"Mari kita sama-sama dukung program MBG ini, demi masa depan anak-anak kita yang istimewa dan gemilang," pungkasnya. (H-2)
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Guru dan mahasiswa dilibatkan dalam pendidikan gizi di sekolah penerima MBG untuk meningkatkan kesadaran nutrisi dan mengoptimalkan konsumsi makanan siswa.
Pemerintah menargetkan perluasan signifikan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sasaran penerima manfaat mencapai sekitar 80 juta orang pada pertengahan 2026
Peninjauan akan melibatkan instansi terkait guna memastikan setiap dapur MBG memenuhi standar lokasi, spesifikasi bangunan, serta aspek keselamatan dan kesehatan.
Wakil Menteri PPPA, Veronica Tan, menegaskan bahwa program Makan Bergizi Gratis (MBG) bukan sekadar pembagian makanan biasa, melainkan instrumen besar untuk melakukan perubahan perilaku.
Fadly mengatakan, pada rapat koordinasi itu BGN mengundang pemerintah daerah hingga tingkat kecamatan untuk mempersiapkan pendataan calon penerima manfaat MBG
Anggota Komisi IX DPR Nurhadi menegaskan pentingnya penguatan aspek regulasi dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Keberhasilan program MBG sangat ditentukan sinergi lintas sektor, mulai dari pemerintah, dunia usaha, legislatif, hingga akademisi.
Dalam waktu singkat, Indonesia berhasil membangun sistem Makan Bergizi Gratis (MBG) berskala masif hingga menarik perhatian Jepang untuk belajar langsung ke lapangan.
Menyikapi beredarnya informasi di media sosial yang menyebutkan bahwa makanan dari SPPG Karyasari Sukaresmi didistribusikan menggunakan kantong plastik, pihak SPPG buka suara.
FAO mencatat 43,5% penduduk Indonesia tak mampu membeli pangan sehat. Program Makan Bergizi Gratis dinilai krusial bagi keluarga prasejahtera.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved