Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta bakal menyurati PT Adhi Karya untuk membongkar tiang monorel yang mangkrak di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung rapat rapat dengan jajaranya perihal rencana pembongkaran tiang yang mengganggu tersebut. Dari rapat itu, terdapat dua keputusan yang dihasilkan oleh Pemprov Jakarta.
"Pertama, karena tiang monorel itu miliknya PT Adhi Karya," kata dia di Lippo Mall Nusantara, Selasa (10/6).
Pramono meminta pihak yang memiliki kewenangan untuk membongkar tiang monorel dalam hal ini PT Adhi Karya. Hal itu dilakukan dilakukan lantaran sudah ada keputusan dari pengadilan negeri (PN) dan Jaksa Agung Muda Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara (Jamdatun).
"Walaupun sudah ada keputusan PN dan juga pemerintah Jakarta sudah mendapatkan arahan dari Jamdatun, untuk kemudian yang berhak untuk membongkar adalah Adhi Karya," ujar dia.
Lebih lanjut, pihaknya segera menyurati PT Adhi Karya. Dengan begitu, bisa melakukan pembongkaran tiang monorel yang terbengkalai.
"Kami akan melakukan menyurati Adhi Karya untuk itu," kata Pramono.
Ia menambahkan, apabila nantinya PT Adhi Karya tidak mampu untuk melakukan pembongkaran itu, Pemprov Jakarta akan membantu. Pasalnya, pembongkaran tiang monorel itu dinilai penting untuk estetika Kota Jakarta.
"Kalau kemudian Adhikarya katakanlah tidak mampu, maka pemerintah Jakarta akan melakukan tindakan untuk membersihkan. Yang jelas bahwa persoalan hukumnya sekarang sudah kami ketahui secara detail," kata dia.
Sebelumnya, Pramono berencana menyelesaikan permasalahan dalam pembangunan monorel yang mangkrak.
Pasalnya, keberadaan 90 tiang monorel yang berada di Jalan Rasuna Said dan Jalan Asia Afrika itu dianggap mengganggu estetika Jakarta.
Pramono mengungkapkan, dirinya tidak jarang merasa terganggu dengan keberadaan tiang monorel ketika melintas di Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan. Karena itu, ia ingin tiang-tiang tersebut dibereskan agar tidak mengganggu estetika kota.
"Kalau teman-teman sekalian lewat di Rasuna Said maupun di Senayan, ada kolom-kolom untuk monorel yang sampai hari ini semuanya enggak mau nyentuh untuk diselesaikan. Kalau bagi saya pribadi, ini adalah hal yang harus diselesaikan," kata dia, Selasa (20/5. (Far/P-1)
Dengan ketersediaan dana tersebut, seharusnya dampak banjir dapat diminimalisasi melalui persiapan yang lebih matang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan anggaran Rp100 miliar yang digelontorkan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta bukan hanya untuk pembongkaran tiang monorel Jakarta
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memangkas anggaran subsidi Transjakarta hingga Rp1,1 triliun pada 2026 seiring turunnya total Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah
Pemerintah Provinsi DKI Jakarta berencana membongkar tiang-tiang monorel Jakarta milik PT Adhi Karya yang mangkrak di kawasan Kuningan, tepatnya di Jalan Rasuna Said sisi timur.
Pemprov DKI melakukan mitigasi untuk menghadapi potensi cuaca ekstrem, mulai dari pemantauan intensif BMKG hingga kesiapan infrastruktur pengendali banjir
Selain DBD, Rano juga menyoroti masih tingginya kasus tuberkulosis (TBC) di Jakarta. DKI Jakarta masih berada di peringkat delapan nasional untuk kasus TBC.
, pembukaan rute-rute baru tersebut menjadi langkah lanjutan untuk mengoptimalkan konektivitas transportasi publik yang saat ini telah mencapai 92%.
Efektivitas OMC telah teruji pada saat puncak hujan akhir pekan lalu.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan di wilayah Jakarta, akhir pekan lalu, sudah masuk dalam kategori ekstrem sehingga menyebabkan banjir
TIANG-tiang beton maupun besi bekas proyek Monorel Jakarta yang mangkrak masih berdiri sejak 21 Tahun silam. Tiang monorel tersebut berdiri kaki di sepanjang Jalan HR Rasuna Said.
Warga juga diharapkan untuk tetap memantau kanal informasi resmi dan menghindari berteduh di bawah pohon besar atau baliho saat hujan disertai angin kencang terjadi.
Puluhan tiang beton yang terlanjur berdiri akhirnya mangkrak selama belasan tahun, berubah menjadi besi tua.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved