Headline
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.
Kumpulan Berita DPR RI
SEBANYAK 1.566 kasus tindak pidana narkoba dengan total 2.038 tersangka diungkap Polda Metro Jaya selama kurun waktu Februari-April 2025. Para tersangka diduga merupakan mantan anak buah gembong narkoba, Fredy Pratama.
"Walaupun tidak secara langsung, tapi dia merupakan dulunya kaki tangan daripada saudara Fredy itu," kata Dirresnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Ahmad David dalam konferensi pers, Selasa (29/4).
Dari hasil pengungkapan tersebut, polisi berhasil mengamankan berbagai macam barang bukti berupa 211,39 kilogram (kg) ganja, 25,98 kg sabu, 24.879 butir ekstasi, 8,62 kg tembakau sintetis, 103.377 butir obat-obat berbahaya.
"Kemudian ada liquid cairan narkotika yang mengandung ganja sebanyak 1,8 kg, kemudian ketamin sebagai bahan prekursor narkotika sebanyak 2,84 kg, kemudian ada serbuk bibit sinte hampir 1 kg, dan kokain 3,96 gram," sambungnya.
Akibat perbuatan itu, para pelaku disangkakan Pasal 114 ayat 1 dan atau Pasal 111 Ayat 1 dan atau Pasal 112 Ayat 1 Juncto Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia Nomor 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika dengan ancaman hukuman pidana mati.
Barang bukti narkoba yang disita itu pun selanjutnya dimusnahkan dengan menggunakan mesin insenerator. Pemusnahan dilakukan sebagai wujud transparansi polisi. (P-4)
BNN mengungkap peran besar Dewi Astutik dalam jejaring narkoba internasional Golden Triangle dan keterkaitannya dengan Fredy Pratama. Dewi ditangkap di Kamboja
Kini nama Fredy Pratama hilang di daftar red notice Interpol.
Dia mengatakan bahwa masih banyak pelaku yang masuk dalam Daftar Pencarian Orang (DPO) kasus narkoba yang berada di Thailand, termasuk Fredy Pratama.
Polri menangkap seorang warga Ukraina di Thailand saat hendak pergi ke Dubai. Ia kabur sejak Mei 2024 dan berada di Thailand selama 109 hari.
Budi Gunawan mengungkap berdasarkan data pada 2024, angka prevalensi penyalahgunaan narkoba di Indonesia mencapai 3,3 juta orang.
Fakta mengkhawatirkan mengenai infiltrasi narkoba yang kini telah menyusup ke berbagai sektor, mulai dari perkantoran, instansi pemerintahan, hingga lembaga pendidikan.
Pemerintah Provinsi Sumatera Selatan terus memperkuat langkah pencegahan penyalahgunaan narkoba hingga ke tingkat desa.
Badan Narkotika Nasional (BNN) RI bersama Direktorat Jenderal Bea dan Cukai membongkar keberadaan clandestine laboratory atau pabrik narkotika ilegal milik jaringan internasional.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Menjelang persidangan, Ammar Zoni tampak percaya diri. Ia bahkan menyatakan keyakinannya akan segera bebas dari jeratan hukum.
Di era Presiden Prabowo Subianto, perang melawan narkotika kini tidak lagi hanya bertumpu pada penindakan hukum, melainkan menempatkan penyelamatan generasi muda.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved