Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Percekcokan berdarah terjadi di Penjaringan, Jakarta Utara (Jakut). Dilaporkan satu orang pria tewas dalam peristiwa tersebut. Dalam video yang beredar, terlihat korban tergeletak bersimbah darah di lokasi kejadian. Korban meninggal dunia setelah dianiaya.
Dimintai konfirmasi, Kapolres Metro Jakarta Utara Kombes Gidion Arif Setyawan membenarkan adanya kejadian tersebut. Gidion membenarkan satu orang tewas di lokasi kejadian.
"Iya (korban) meninggal di TKP," kata Gidion saat dihubungi wartawan, Kamis (3/10).
Baca juga : Motif Ibu di Jakut Aniaya Dua Anak Tiri Karena Kesal Susu Tumpah
Peristiwa itu terjadi pada Rabu, 2 Oktober 2024, malam. Pihak kepolisian sudah menyelidiki kasus tersebut.
"Itu percekcokan personal saja orang sama orang. Iya kejadian penganiayaan," ujarnya.
Saat ini satu orang terduga pelaku sudah diamankan. Pihak kepolisian masih melakukan serangkaian penyelidikan mendalam.
"Sementara satu orang yang kita amankan. Kita masih melakukan penyelidikan," tuturnya.
Gidion belum menjelaskan lebih lanjut terkait motif peristiwa ini. Saat ini kasus tersebut masih diselidiki Polsek Penjaringan. (Z-9)
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Korban yang sedang berdiri di dalam bus awalnya mengira cairan yang mengenai pakaian bagian belakangnya berasal dari pendingin udara (AC).
Berdasarkan pemantauan terbaru, jumlah pengungsi mulai menunjukkan tren penurunan seiring dengan surutnya genangan di beberapa wilayah.
Proses distribusi dilakukan secara terukur agar bantuan tepat sasaran sesuai dengan eskalasi kebutuhan di setiap lokasi.
Dua dari tiga korban merupakan pasangan suami istri berinisial HW, 54, dan NJ, 49.
Genangan banjir masih terjadi di enam Rukun Tetangga (RT) di wilayah Jakarta Utara hingga Selasa siang, sebagai dampak hujan deras yang mengguyur kawasan tersebut pada Senin (12/1).
Total ada 110 personel yang dikerahkan dengan 22 unit kendaraan damkar berjibaku memadamkan api
Dugaan sementara, titik api dipicu oleh gangguan pada instalasi kelistrikan.
Kebakaran yang melanda sebuah rumah toko (ruko) empat lantai di Komplek Ruko Jalan Vikamas Timur 1.
Orangtua korban baru mengetahui selama ini baby sitternya suka memukul dan menganiaya anaknya.
Kepala Suku Dinas Ketahanan Pangan Kelautan dan Perikanan (KPKP) Unang Rustanto mengaku tak ingin berkomentar lebih jauh soal keberadaan pagar laut tersebut.
Isnawa mengatakan BMKG telah mengeluarkan peringatan dini banjir pesisir atau rob pada tanggal 11 Desember-20 Desember 2024.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved