Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Pakar hukum pidana Universitas Trisakti Abdul Fickar Hadjar menyebut kesaksian Adi Hariyadi dalam kasus tewasnya Vina dan Eky membuka fakta sebenarnya. Adi mengaku melihat sepasang kekasih itu mengalami kecelakaan tunggal pada Sabtu malam, 27 Agustus 2018.
"Ya kehadiran saksi ini akan membuka kejadian yang sebenarnya. Tidak ada pembunuhan," kata Abdul Fickar kepada Medcom.id, hari ini.
Abdul Fickar mengatakan keterangan saksi Adi Hariyadi bisa menjadi bukti baru bagi para terpidana. Ada delapan orang yang ditanyakan bersalah dalam kasus tewasnya Vina Dewi Arsita, 16 dan Muhammad Rizky alias Eky, 16.
Baca juga : Keterangan Saksi yang Sebut Kasus Vina Kecelakaan Harus Diuji
Satu orang bernama Saka Tatal yang kala itu anak di bawah umur divonis penjara delapan tahun. Saka mendapat pengurangan hukuman menjadi empat tahun penjara dan bebas April 2020.
Sementara itu, tujuh terpidana lain ialah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, dan Rivaldi Aditya Wardana. Ketujuhnya dihukum penjara seumur hidup. Mereka tengah mengajukan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Cirebon.
"Keterangan saksi ini bisa menjadi bukti baru bagi para terpidana yang sudah dihukum untuk mengajukan PK," ujar pakar hukum tersebut.
Baca juga : Bareskrim Polri Belum Terima Laporan Terhadap Iptu Rudiana
Di samping itu, Polri dan orang-orang yang bersaksi bahwa Vina dan Eky dibunuh harus bertanggung jawab. Terlebih orang-orang yang menyebutkan keterlibatan para terpidana.
"Institusi Polri, saksi-saksi yang melaporkan dan membumbui keterangan seolah-olah penganiayaan harus bertanggung jawab dan meminta maaf. Demikian juga para pelapor ini dan kepolisian harus membayar ganti rugi terhadap para terpidana sebagai kompensasi kerugiannya," pungkas Abdul Fickar.
Untuk diketahui, Adi Hariyadi telah memberikan kesaksiannya kepada penyidik Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri pada Kamis, 29 Agustus 2024. Pria yang disebut-sebut saksi kunci ini dicecar 29 pertanyaan seputar peristiwa tewasnya Vina dan Eky.
Adi menerangkan sepasang kekasih itu tewas bukan karena pembunuhan melainkan kecelakaan tunggal. Bahkan, pria 47 tahun itu menyebut tak ada kejar-kejaran pada malam minggu itu.
Dia mengaku melihat peristiwa langsung karena tengah makan di warung makan dekat tempat kejadian perkara (TKP), yakni Jembatan Talun yang terletak di Jalan Kalitanjung No.1, Kecomberan, Kecamatan Talun, Kabupaten Cirebon, Jawa Barat. Di samping itu, Bareskrim Polri belum memberikan keterangan usai mendengarkan keterangan warga Kudus, Jawa Tengah itu. (Yon/P-2)
Bambang mengatakan bila hanya saksi tunggal, tentu masih bisa dipertanyakan akurasi dan kebenarannya.
Sebelumnya, Peradi hanya mendampingi enam terpidana untuk mengajukan PK. Keenamnya ialah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, dan Rivaldi Aditya Wardana.
Pengakuan Adi ini disebut sebagai tindak lanjut dari pelaporan terhadap Iptu Rudiana, ayah Eky.
MASYARAKAT di wilayah Cirebon merasakan suhu udara yang lebih dingin dalam beberapa hari terakhir.
Penggunaan Silpa berjalan secara transparan. Pemanfaatannya dilakukan untuk program prioritas.
Setelah stagnan selama lima tahun, target tahun 2026 ditetapkan sebesar Rp 4 miliar, turun dari target 2025 yang mencapai Rp4.637.073.350.
Bencana yang mendominasi sepanjang 2025 lalu yaitu pohon tumbang dengan 67 kejadian, bangunan ambruk sebanyak 45 kejadian, cuaca ekstrem sebanyak 18 kejadian, banjir 11 kejadian.
Keputusan untuk melanjutkan operasional KA tambahan pada masa angkutan Nataru dilakukan berdasarkan hasil evaluasi terhadap tren pergerakan penumpang
Tingkat okupansi yang melampaui 100% tersebut dipengaruhi pola perjalanan pelanggan yang dinamis, dengan naik dan turun penumpang di berbagai stasiun
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved