Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Ady Hariyadi, seorang saksi kunci dalam kasus pembunuhan Vina Dewi Arsita, 16 dan Muhammad Rizky alias Eky, 16 dihadirkan oleh Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) di Bareskrim Polri, Jakarta Selatan. Adi disebut mengetahui bahwa sepasang kekasih itu tewas karena kecelakaan.
"Ya kami kuasa hukum dari DPN Peradi yang saya wakilkan saat ini kami datang mau mengantarkan saudara Adi. Adi ini saksi yang melihat bahwa kejadiaan pada 27 (Agustus 2016) itu adalah kecelakaan," kata advokat dari Peradi Williard Malau di Gedung Bareskrim Polri, Jakarta Selatan, hari ini.
Williard menyebut Adi bukan orang Cirebon melainkan warga Kudus. Namun, berada di Cirebon saat peristiwa terjadi. Adi disebut datang ke Bareskrim Polri untuk menyampaikan apa yang ia lihat dan alami di Cirebon, Jawa Barat pada Sabtu malam, 27 Agustus 2016 itu.
Baca juga : Dinas Kesehatan Tangerang Selatan Urus Korban Kecelakaan Tol Cipali
Pengakuan Adi ini disebut sebagai tindak lanjut dari pelaporan terhadap Iptu Rudiana, ayah Eky. Saksi Adi akan dibawa ke hadapan penyidik untuk melengkapi keterangan dan saksi-saksi sebelumnya yang telah diminta oleh Direktorat Tindak Pidana Umum (Dittipidum) Bareskrim Polri.
"Ini adalah saksi yang betul-betul (melihat) terjadi kecelakaan pada saat Eky dan Vina mereka menggunakan motor, bagaimana mereka terlempar ke trotoar dan terlempar lagi, maka pada saat itu dia (Adi) ada di lokasi," ungkap Williard.
Oleh karena itu, Williard menegaskan peristiwa yang menewaskan Vina dan Eky bukan pembunuhan dan pemerkosaan. Melainkan kecelakaan lalu lintas. Namun, peristiwa sebenarnya diubah oleh saksi Aep dan Dede.
Baca juga : Warga Datangi Rumah Korban Kecelakaan Cipali dan Daftar Nama Penumpang
"Dan itu (kesaksian Dede, Aep) yang digunakan oleh Rudiana, dan Rudiana menggunakan (kesaksian Dede, Aep) ini, di situ lah kami melaporkan Rudiana," beber Williard.
Namun, Adi belum tiba di Bareskrim Polri. Williard datang lebih dulu dari Adi. Setiba Adi nanti, dia langsung membawa ke ruang penyidik.
Sebelumnya, Polda Jawa Barat menyampaikan Vina dan Eky adalah korban pembunuhan. Bahkan, Vina disebut diperkosa pelaku. Ada delapan terpidana dalam kasus ini.
Mereka ialah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, Sudirman, dan Rivaldi Aditya Wardana. Ketujuh terpidana ini divonis penjara seumur hidup.
Sementara satu terpidana lainnya bernama Saka Tatal. Saka yang kala itu anak di bawah umur divonis 8 tahun penjara dan mendapat pengurangan hukuman. Saka hanya menjalani hukuman 4 tahun penjara dan bebas pada April 2020. (Yon/P-2)
Abdul Fickar mengatakan keterangan saksi Adi Hariyadi bisa menjadi bukti baru bagi para terpidana.
Bambang mengatakan bila hanya saksi tunggal, tentu masih bisa dipertanyakan akurasi dan kebenarannya.
Sebelumnya, Peradi hanya mendampingi enam terpidana untuk mengajukan PK. Keenamnya ialah Jaya, Supriyanto, Eka Sandi, Hadi Saputra, Eko Ramadhani, dan Rivaldi Aditya Wardana.
Pengemudi dum truk melarikan diri setelah insiden kecelakaan.
Korban pertama kecelakaan ATR 42-500 di Balocci, Pangkep dievakuasi. Ia ditemukan tewas di jurang 200 m saat SAR dihantam cuaca ekstrem. Kabut pekat visibilitas 5 m.
Insiden tragis ini terjadi sekitar pukul 16.15 WIB di jalur arah Surabaya menuju Malang, tepatnya di Desa Pamotan, Kecamatan Porong.
Sebuah kecelakaan tunggal terjadi di Jalan Koridor PT RAPP Kilometer 10, Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan menyebabkan dua orang meninggal dunia.
Kecelakaan terjadi di Jalur A Jajan Tol KM 426.400 Semarang-Bawen tepatnya di Ungaran Timur, Kabupaten Semarang Selasa (6/1) pagi, dengan korban 1 tewas dan 6 luka.
Satu orang tewas dan lima lainnya luka-luka dalam kecelakaan di Tol Batang–Semarang. Polisi mendalami dugaan gangguan kemudi pada truk trailer bermuatan besi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved