Headline
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Pemerintah menyebut suplai minyak dari Amerika akan meningkat.
Kumpulan Berita DPR RI
TIGA anak di bawah umur berstatus pelajar sekolah menengah atas ditangkap Kepolisian Resor Bogor Kota, Senin (22/7). Kini status ketiganya sudah ditetapkan tersangka.
Dua di antaranya ditahan di rumah tahanan (rutan) Mako Polresta Bogor Kota. Satu lainnya masih menjalani perawatan di Rumah Sakit PMI Kota Bogor, karena mengalami luka tembakan. Dia terkena peluru tembakan peringatan yang dilakukan anggota Polsek Bogor Utara.
Ketiga tersangka masing-masing ME, 16 tahun 4 bulan, siswa SMA kelas XI; MRI, 17 tahun 6 bulan, siswa SMA XII; dan GRS, pelajar kelas XI, 17. GRS terkena peluru tembakan peringatan.
Baca juga : Satu Pelajar Tewas Tawuran di Bogor, Tujuh Orang Ditangkap
Dalam peristiwa tersebut, ME membawa sepeda motor, GRS menendang korban sehingga jatuh, dan MRI yang melakukan pembacokan menggunakan sajam jenis pedang tramontina. Dalam peristiwa tersebut ada satu korban. Dia berinisial MEW.
Kini MEW dirawat di Rumah Sakit Azra Bogor. MEW mengalami luka bacok di tangan sebelah kanan akibat melindungi kepala.
Kapolresta Bogor Kota Komisaris Bismo Teguh Prakoso menjelaskan bahwa saat membubarkan dan menghentikan tawuran, aksi pembacokan, pihaknya memberikan tindakan terukur dengan melakukan tembakan peringatan. Kronoligi kejadian versi kepolisian, peristiwa itu terjadi pada 18 juli 2024 yang berawal dari masing-masing pihak ini bertemu dan mulai dari titik masing-masing di restoran D'Colonel, di Jalan Achmad Adnan Wijaya.
Baca juga : Tawuran Tewaskan Satu Orang, Lima Pelajar Ditangkap
Seperti yang ada di video, lanjut Kapolresta, terjadi pengeroyokan, pembacokan, menggunakan senjata tajam berbahaya dan berisiko kepada warga dan siapa pun yang melintas sana. Pada saat kejadian, ada anggotanya yang melintas patroli dan melakukan tembakan peringatan ke udara. Tujuannya menghentikan aksi yang diduga dilakukan oleh para pelaku.
"Seperti yang kita lihat di video tersebut, berlarian mengibaskan senjata tajam berulang-ulang, berombongan. Anggota berusaha untuk menghentikan. Menghentikan ada korban dan menghentikan tindak pidana, dengan melakukan tembakan peringatan ke atas," jelasnya.
Ketika dilakukan satu kali tembakan ke udara, mereka belum menghentikan aksinya. Tembakan ke udara kembali dilakukan, dan mereka mulai meninggalkan tempat itu.
Baca juga : Prihatin! Tawuran Remaja Marak di Tangerang, 4 Tewas dan 19 Terluka
"Ini ada dua kelompok. Ketika satu kelompok lari ke arah Taman Corat Coret, terus dikejar oleh kelompok satunya."
Kemudian petugas Polsek Bogor Utara terus mengejar kelompok pelaku. Ternyata di depan SMP Pandutama, kelompok pelaku menendang kelompok yang lain, sehingga terjatuh.
"Korban terjatuh di gerbang Pandutama. Korban meringkuk melindungi kepalanya, dibacok berkali-kali di TKP oleh kelompok pelaku," paparnya.
Baca juga : 2 Remaja Diamankan Polisi Bawa Senjata Tajam Setelah Tawuran
Di situ dilakukan tembakan peringatan ketiga. Saat itu, tembakan peringatan kembali diabaikan. Waktu itu korban melindungi kepalanya, luka terbuka. Bengkak pada tangan kanan korban.
Kemudian dilanjutkan dengan tembakan berikutnya, diduga mengenai salah satu pelaku. "Setelah melakukan penyelidikan penyidikan kita tetapkan anak yang berkonflik dengan hukum (ABH), umurnya di bawah 17 tahun," kata Bismo.
Atas perbuatan keji itu, lanjut Bismo, para pelaku dijerat dengan pasal pengeroyokan, pembacokan mengakibatkan korban luka berat dengan Pasal 76c jo Pasal 80 UU 35/2014 tentang perubahan UU 23/2002 tentang perlindungan anak, jo Pasal 170 KUHP. Ancaman hukumannya 9 tahun penjara karena mengakibatkan korban muka berat.
"Juga juncto Pasal 1 angka 1 UU 11/2012 tentang sistem peradilan anak. Kita berkoordinasi dengan Bapas dan kita akan lakukan diversi besok Selasa," jelasnya.
Untuk pelaku GRS saat ini masih dirawat di RS PMI. Dia menyebut kondisinya stabil dan masih dilakukan observasi.
"Sadar, bisa berkomunikasi, bisa bermain HP, dan seluruh biaya ditanggung Kapolresta Bogor Kota sebagai wujud pengayoman kita kepada masyarakat," tutup Bismo. (Z-2)
Hilangnya nyawa dalam insiden terbaru ini adalah bukti nyata bahwa pendekatan persuasif tanpa ketegasan hukum tidak memberikan efek jera bagi para pelaku.
tawuran antar kelompok pelajar kembali terjadi di Jakarta Timur pada hari kedua masjk sekolah
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung akan melacak admin akun medsos yang menyebarkan aksi tawuran pelajar. Akun-akun itu banyak yang menyertakan nama Chaptoen.
Adapula yang turut membandingkan penanganan tawuran yang dilakukan Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi yang mengirim siswa ke barak militer.
SOSIOLOG Universitas Indonesia Ida Ruwaida menilai kebijakan Pemprov DKI Jakarta dalam hal menangani aktivitas tawuran khususnya tawuran pelajar atau siswa masih belum komprehensif.
MENTERI PPPA Arifah Fauzi mengaku prihatin atas tawuran siswa sekolah dasar (SD) di Cilangkap, Kota Depok. Menurutnya itu menjadi peringatan bagi seluruh pihak untuk memperkuat pengasuhan
CEO Sagha Group Hanta Yuda Rasyid menyalurkan 15.000 santunan bagi dhuafa, ojek online, disabilitas, hingga pekerja informal di Jabodetabek selama Ramadan 1447.
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merubah sistem penilaian baru dalam program penghargaan Adipura.
Cek jadwal imsakiyah Jawa Barat Rabu 18 Februari 2026: Imsak pukul 04.30 WIB, Subuh 04.40 WIB, Magrib 18.15 WIB. Persiapkan sahur dan buka puasa dengan tepat.
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
INDONESIA kembali kehilangan salah satu sosok teladan moral bangsa. Meriyati Roeslani Hoegeng, yang akrab disapa Eyang Meri Hoegeng Imam Santoso, istri dari mendiang Kapolri Jendral Hoengeng
Ia menyebut fenomena fear of missing out (FOMO) mendorong investor ramai-ramai masuk ke saham yang likuiditas dan fundamentalnya terbatas.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved