Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
FENOMENA alam El Nino telah menjadi persoalan serius dan momok menakutkan bagi petani di Provinsi Aceh.
Pasalnya cuaca panas akibat peningkatan suhu permukaan air di Samudra Pasifik Tengah dan Timur itu telah berakibat kegagalan panen atau puso terhadap tanaman pertanian di debagian provinsi ujung barat Indonesia tersebut.
Apalagi fenomena suhu panas diluar standar kebiasaan itu kini semakin parah dan sulit teratasi. Sehingga kegagalan panen tanaman pangan dan sayuran di Aceh semakin meluas.
Baca juga : El Nino Melanda, Petani Cabai Merah Di Pidie Merugi
Pantauan Media Indonesia, kegagalan panen karena suhu El Nino itu terus bertambah. Dari sebelumnya menggagalkan pertumbuhan tanaman cabai merah di Kabupaten Pidie, kini telah menyebar ke kabupaten tetangga Pidie Jaya.
Di Kawasan Kecamatan Bandar Baru, Kabupaten Pidie Jaya misalnya, banyak lahan cabai merah terganggu pertumbuhan. Tanaman cabai berusia sepuluh hari dan dua bulan yang seharusnya tumbuh subur, ternyata tidak seperti diharapkan.
Batang yang semestinya tumbuh besar dengan cepat dan daun seharusnya hijau mengkilap, ternyata kali ini kusam serta kerdil.
Baca juga : Puluhan Hektare Sawah Di Pidie Terancam Gagal Panen karena Kekeringan
Lalu pertumbuhan bunga cabai merah yang sering cepat semerbak, ternyata di musim tanam kali ini hanya tumbuh sedikit dan banyak berguguran.
Apalagi kondisi cuaca sebulan terakhir sangat panas, sehingga tunas baru dan daun muda sulit keluar. Ditambah lagi krisis sumber air irigasi teknis dan kekurangan debit mata air sumur.
"Padahal saya sangat rajin menyiram, sayangnya sumber air tidak memadai. Berbagai jenis pupuk cair, pupuk butiran sering saya menggunakan, tapi tidak ada perubahan. Sudah sebulan lebih ditanami hingga kini tidak harapan tanaman cabai itu tumbuh sempurna" tutur Zainal, petani cabai merah di Desa Lancok, Kecamatan Bandar Baru, kepada Media Indonesia, Senin (24/6).
Baca juga : Cuaca Buruk, Harga Cabai di Aceh Naik
Dikatakan Zainal, setelah kondisi ini seperti sulit mereda, para petani cabai setempat putus harapan untuk panen melimpah.
Bahkan karena kondisi tanaman cabai yang banyak ditanami di persawahan dan kebun perbukitan warga, para petani setempat seperti kurang semangat atau apatis dengan cuaca El Nino ini.
Penelusuran Media Indonesia, suhu panas berlebihan akibat fenomena alami El Nino, kini telah berpengaruh negatif terhadap ketersediaan sumber air. Kemudian juga mengundang cuaca buruk seperti angin kencang dan kekacauan kestabilan udara.
Guna mensikapi kondisi itu, pemerintah perlu segera melakukan sosialisasi kepada petani. Terutama petani padi sawah atau tanaman pangan lainnya yang terkait erat dengan alam pertanian. (MR)
PETANI kakao di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh, tidak lagi bersemangat pergi ke kebun. Sejak dua bulan terakhir, harga biji kakao turun.
Ini bukan sekadar imbauan tetapi motivasi bagi seluruh jajaraan, dan pihaknya pun ikut membantu mencari bibit unggul.
Ini merupakan tugu raksasa berbentuk biji melinjo (eneuk Mulieng) gerbang memasuki Kota Sigli, Ibukota Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh.
Masa tanggap darurat bencana banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh diperpanjang mulai Senin (9/12) hingga Minggu (22/12) Desember 2024 (14 hari ke depan).
SEBANYAK 11 lokasi TPS rawan banjir di Kabupaten Pidie, Provinsi Aceh di pindah ke tempat lain yang lebih aman.
Di Kecamatan Delima, banjir akibat hujan deras dan luapan Sungai Krueng Teuku Chik Di Reubee dan Sungai Krueng Baro itu merendam puluhan desa.
Gubernur Bangka Belitung. Hidayat Arsani mengatakan, cabai merupakan salah satu pangan yang menyumbang inflasi di Babel.
Harga cabai rawit dan telur di Pasar Gedhe Klaten turun hari ini 13 Januari 2026. Cek daftar lengkap harga sembako terbaru jelang Ramadan.
Harga bahan kebutuhan pokok masyarakat di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, kembali normal sementara, pasokan maupun stok aman dan lancar menjelang Ramadan.
Harga sejumlah komoditas pangan di Pasar Gedhe Klaten, Jawa Tengah, terpantau mulai stabil dan cenderung menurun, paling signifikan terjadi pada komoditas cabai dan telur ayam.
Kebutuhan cabai besar di Kepri mencapai 12.074 ton per tahun. Namun, produksi lokal saat ini baru berada di angka 4.508 ton.
Telur ayam dijual Rp22 ribu per kg, sementara harga di pasaran Rp28 ribu per kg. Gula pasir dijual Rp14.500 per kg, lebih murah dibanding harga pasar Rp17 ribu per kg.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved