Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
GUNA mengantisipasi sawah yang mengalami gagal panen saat musim kemarau nanti, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bangka Belitung (Babel) meminta petani untuk mengasuransikan sawahnya.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Edi Romdhoni mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat untuk mengasuransikan sawahnya di Babel masih rendah.
Sehingga, ketika sawah yang di tanami gagal panen akibat musim kemarau dan hama, maka petani akan mengalami kerugian.
Baca juga : Terdampak Kekeringan, Petani Blora Berupaya Selamatkan Tanaman Padi
"Memang kesadaran petani kita terhadap asuransi ini masih minim, tapi kita terus mensosialisasikannya kepada para petani," kata Edi. Selasa (18/6).
Menurutnya di musim kemarau nanti, sawah sawah yang ada di Babel khususnya di Desa Rias Bangka Selatan sangat rawan gagal panen akibat kekurangan air.
Hal ini tentu saja, tidak boleh di biarkan setiap tahunnya demikian. Pihaknya pun terus berupaya memperbaiki dan meningkatkan irigasi di sentra beras Babel tersebut.
Baca juga : Curah Hujan Normal, Musim Tanam Oktober Maret di Ende Berlanjut
"Memang ada upaya kita untuk irigasi ini, tapi kita tetap meminta petani untuk mengasuransikan sawahnya agar dapat ganti rugi jika gagal panen," terangnya.
Ia menyebutkan salah satu alasan petani malas mengasuransikan sawahnya karena menurut mereka terlalu ribet. Dan hanya untuk meng-cover gagal panen karena hama saja.
"padahal tidak demi dan tidak ribet. Asuransi ini juga bisa untuk gagal panen karena kemarau," tegasnya.(RF)
Petani di berbagai wilayah Provinsi Aceh tengah dilanda keresahan besar pada musim tanam padi rendengan, musim tanam utama yang sangat menentukan produksi pangan tahunan
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
SERANGAN organisme pengganggu tanaman (OPT) atau hama tikus yang semakin masif di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat, memaksa para petani mengambil langkah ekstrem.
Mak Comblang Project, sebuah inisiatif yang bertujuan mempertemukan langsung petani dengan dapur MBG.
Kehadiran personel TNI dan dukungan pemerintah provinsi memberikan suntikan semangat baru bagi petani serta pemerintah daerah, terutama di tengah tantangan keterbatasan fiskal.
Kementan memulai tahap rehabilitasi lahan sawah pascabencana di sejumlah wilayah Sumatra.
Sebagian besar warga yang membuka lahan pertanian di sekitar area longsor mengalami gagal panen akibat akses jalan menuju kebun tertutup material longsor.
CUACA ekstrem akhir-akhir ini memicu curah hujan tinggi yang meningkatkan potensi gagal panen. Pemerintah setempat mulai ancang-ancang mengantisipasi potensi tersebut.
MENTERI Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa seluas 4.000 hektare sawah terdampak puso akibat bencana di Pulau Sumatra.
RATUSAN hektare area persawahan di Desa Fajar Indah, Kecamatan Pulau Besar, Kabupaten Bangka Selatan (Basel), Provinsi Bangka Belitung, kembali terendam banjir.
Kehadiran produk asuransi pertanian besutan BRINS ini dapat memberikan perlindungan nyata bagi petani.
Hal ini akibat tidak turunnya hujan di wilayah tersebut dalam dua bulan terakhir. Kondisi juga diperparah dengan mengeringnya sejumlah waduk dan embung di kawasan Pantura setempat.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved