Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
SATUAN Polisi Paling Praja (Satpol PP) DKI Jakarta mengantisipasi lokasi ruang terbuka hijau (RTH) yang disalahgunakan oknum untuk kegiatan yang tidak bermanfaat atau perbuatan asusila. Pasalnya, telah ditemukan kondom atau alat kontrasepsi bekas di RTH Tubagus Angke Jakarta Barat beberapa waktu lalu.
Oleh karena itu, Kasatpol PP Arifin telah menempatkan anggotanya untuk menjaga kawasan tersebut tetap aman.
"Kita tempatkan anggota secara rutin, jaga disitu setiap malam," ujarnya saat dihubungi, Kamis (2/5).
Baca juga : Seluruh Taman di Jakarta Dibuka seperti Biasa selama Ramadan
Lebih lanjut, Arifin juga telah memetakan kawasan yang rawan akan kejadian tersebut, seperti halnya di kawasan kota tua. I juga mengatakan, kawasan kota tua juga tengah dijaga.
"Kalau keramaian kan di Kota Tua, sudah pasti dijaga," jelas Arifin.
Lebih lanjut, ia mengatakan khususnya wilayah Jakarta Barat pihaknya akan melibatkan pihak terkait untuk menjaga kawasan-kawasan terbuka untuk umum.
Baca juga : Rumah Kumuh di Johar Baru bakal Diganti dengan Rusun 4 Lantai
Ia meminta kepada Dinas Pertamanan dan Hutan Kota DKI Jakarta untuk tidak mendesain taman agar tidak bisa dengan mudah mendirikan tenda-tenda kecil yang berpotensi adanya kegiatan ilegal lainnya.
"Kalau sudah aman, kondusif, kita libatkan juga potensi masyarakat, Pak RW, aparat wilayah kecamatan, kelurahan, untuk sama-sama. Termasuk pertamanan, didesain supaya orang tidak bisa pasang-pasang tenda di situ," pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua Komisi D DPRD DKI Jakarta, Ida Mahmudah meminta Dinas Pertamanan dan Hutan Kota (Distamhut) DKI Jakarta melakukan evaluasi besar-besaran setelah marak temuan kondom bekas di Ruang Terbuka Hijau (RTH) di kawasan Jakarta Barat.
Baca juga : Kerap jadi Tempat Asusila, Hutan Kota di DKI Dinilai Tak Miliki Daya Tarik
Ia meminta hal ini menjadi perhatian khusus Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) itu. Ida mengaku heran dengan banyaknya temuan kondom bekas itu karena hal ini menunjukkan adanya indikasi prostitusi. Seharusnya, petugas Distamhut bertanggung jawab melakukan pengawasan.
"Dinas kehutanan harus evaluasi besar-besaran terkait dengan taman tersebut. Kenapa ada Kondom yang sangat banyak disana," ujar Ida saat dikonfirmasi, Kamis (2/5).
Ida mengatakan, evaluasi perlu dilakukan terhadap petugas yang berjaga di lokasi. Perlu dicek juga apakah pemasangan kamera pengawas alias CCTV sudah masif atau belum.
Baca juga : Puluhan Petugas Gabungan Tertibkan Taman Jati Pinggir Petamburan
"Baru kita bisa lihat apakah CCTV selama ini berjalan atau tidak. Lalu petugas bagaimana laporannya, apakah memang petugas ini kurang tau, keteter untuk menjaga lingk taman," jelasnya.
Kemudian, Distamhut juga harus melakukan koordinasi dengan perangkat setempat seperti RT dan RW agar bisa turut serta mengawasinya.
"Lalu harus segera juga berkoordinasi dengan pengurus RW dan RT karena taman tersebut kan harapannya untuk masyarakat terdekat. Harus dijaga betul," kata Ida.
Lebih lanjut, Ida meminta masyarakat juga turut serta aktif memberikan laporan jika ada temuan terkait kegiatan asusila. Ia mengaku bersama legislator lainnya juga siap menindaklanjuti aduan warga.
"Jadi dalam hal ini, saya berharap masyarakat tidak sungkan untuk memberikan masukan kepada kami, mana yang harus ditindaklanjuti dan tidak," pungkasnya.
Sebelumnya, warga Grogol Petamburan digemparkan dengan banyaknya penemuan alat kontrasepsi atau kondom di ruang terbuka hijau (RTH) pinggir aliran Kali Sekretaris, Jalan Tubagus Angke, Grogol Petamburan, Jakarta Barat.
Diduga kondom tersebut berserakan, lantaran RTH tersebut digunakan sebagai tempat prostitusi liar.
(Z-9)
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
"Kalau taman kita sudah terawat dengan bagus, pengunjung akan lebih banyak lagi yang ke taman kita ini. Melihat kerapian, keindahan, oksigennya pun bisa kita nikmati,"
Tak hanya penting untuk aktivitas warga kota, Tebet Eco Park juga menjadi habitat bagi para satwa. Di antaranya adalah burung, reptil, hingga amfibi.
Pengembangan pendidikan di Jakarta mampu melibatkan berbagai sektor. Dengan demikian, nilai-nilai pembelajaran dapat tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.
Ia menyampaikan bahwa hingga cut-off September 2025, total luasan RTH Jakarta telah mencapai 3.605,93 hektare atau 5,45%.
“Adanya perubahan lahan, bangunan-bangunan semakin banyak sehingga menyebabkan panas yang lebih ekstrem,”
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan, terdapat enam pohon tumbang di ibu kota pada Senin 12 Januari 2026. Data tersebut dihimpun hingga pukul 14.00 WIB.
BMKG merilis prakiraan cuaca Jakarta hari ini, Selasa (6/1/2026). Waspada hujan ringan hingga petir di beberapa wilayah. Cek suhu dan kelembapan lengkap di sini
Alias Praji menjadi bintang dengan membawa pulang dua medali sekaligus, yakni medali emas pada nomor Mixed Duathlon Relay dan medali perak di nomor Men’s Duathlon Relay.
APVI menilai beberapa ketentuan Raperda justru menciptakan insentif negatif yang mendorong peredaran barang ilegal.
Jika aturan radius penjualan diterapkan secara kaku, hampir seluruh mal di Jakarta bisa terkena larangan penjualan.
Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved