Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ISTANA Kepresidenan kembali membuka pintu atau open house saat perayaan Idulfitri 1 Syawal 1445 Hijriah yang rencananya akan jatuh pada Rabu (10/4).
Kepala Biro Protokol Sekretariat Presiden, Mohamad Yusuf Permana menjelaskan, pandemi Covid-19 yang terjadi beberapa tahun terakhir membuat istana tidak menggelar open house yang sudah menjadi tradisi presiden.
Namun, kini Indonesia telah masuk masa endemi dan kasus Covid-19 terkendali sehingga silaturahmi dengan Presiden Joko Widodo atau Jokowi dapat kembali dilakukan di Istana Kepresidenan tahun ini.
Baca juga : Salat Idulfitri di Istiqlal, Wapres tidak Gelar Open House
"Berdasarkan pertimbangan dan tentu saja arahan dari bapak presiden (Presiden Joko Widodo) untuk kita kembali menyelenggarakan kegiatan open house di istana sepanjang memang semuanya kesehatan masyarakat sudah aman," terang Yusuf di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (9/4).
Acara silaturahmi di istana, terang Yusuf, akan dimulai pukul 09.00 WIB. Hari ini, Sekretariat Presiden telah melakukan simulasi untuk menyambut para tamu diantaranya para pejabat, masyarakat bahkan VVIP atau mantan presiden dan mantan wakil presiden RI yang ingin hadir.
"Oleh karena itu kami refresh kembali melakukan simulasi sejak dari pintu Sekretariat Negara. Juga untuk depan istana negara untuk para pejabat, jadi memang alurnya ini kita bedakan untuk ketertiban dan kenyamanan," terang Yusuf.
Baca juga : Jokowi Imbau Masyarakat Mudik Lebih Awal
Lebih jauh ia menyampaikan, bagi masyarakat yang ingin hadir dalam acara halal bihalal dengan Presiden Jokowi dan Ibu Negara Iriana Joko Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin dan Istri Wakil Presiden Wury Ma'ruf Amin, Sekretariat Presiden telah menyediakan ruang tunggu atau holding room menggunakan tenda berpendingin.
Selain itu, istana juga menyediakan makanan dan minuman para tamu yang menunggu giliran bersalaman dengan presiden dan ibu negara.
"Waktu open house dimulai sejak pukul 09.00 pintu akan dibuka, beliau (presiden) siap terima kedatangan pukul 09.00," terang Yusuf.
Baca juga : Jokowi Bahas Isu Transformasi Digital KTT ASEAN-Australia
Meski demikian, Yusuf mengingatkan bahwa open house tidak digelar hingga sore. Sebab, ada keterbatasan waktu. Para tamu juga diingatkan untuk menggunakan pakaian rapih dan sopan.
"Tentu saja di hari Idul Fitri ini di hari kemenangan ini semuanya kami yakin menggunakan pakaian bebas rapih, bernuansa muslim," terang Yusuf.
Sebelum menggelar open house, Yusuf mengatakan Presiden Jokowi, Ibu Negara Iriana Widodo, Wakil Presiden Ma'ruf Amin, dan Ibu Wakil Presiden Wury Ma'ruf Amin akan melaksanakan ibadah salat Idulfitri di Masjid Istiqlal, Jakarta.
Baca juga : Istana Tampik Kunker Presiden Jokowi untuk Menangkan Paslon Tertentu, Benarkah?
Selain itu, ia menyakini para pejabat, pimpinan lembaga negara, dan duta besar dari negara sahabat turut hadir.
Untuk open house tahun ini, Yusuf mengatakan Sekretariat Presiden tidak menyiapkan undangan.
Oleh karena itu, bagi para mantan pejabat, para mantan VVIP, mantan presiden dan wakil presiden, mantan menteri yang berkenan hadir, istana akan memberikan pelayanan. (ind)
Ketua Umum DPD Partai Golkar Kabupaten Natuna, Hadi Candra, menggelar open house di kediamannya di Desa Tanjung.
Jajaran menteri Kabinet Merah Putih, politikus, hingga pengusaha menghadiri open house Ketua MPR RI Ahmad Muzani.
WAKIL Menteri Dalam Negeri (Wamendagri) Bima Arya Sugiarto menghadiri acara open house yang diselenggarakan Ketua MPR RI Ahmad Muzani di rumah dinasnya.
SETELAH menunaikan salat Idul Fitri, umat Islam dan masyarakat pada umumnya menggelar tradisi gelar griya atau lazim disebut open house.
Iwan menuturkan bahwa rakyat Indonesia realitanya pasti menginginkan situasi yang baik-baik saja, dalam kesejukan tanpa adanya narasi provokatif.
Antusiasme ini adalah realita bahwa yang sesungguhnya terjadi di kalangan masyarakat tidak semencekam di media sosial X, saat sering ada akun-akun yang menebarkan isu buruk.
Akankah perlawanan Roy Suryo cs akhirnya bakal kandas nanti?
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) didesak segera memanggil Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) untuk diperiksa sebagai saksi dalam perkara dugaan korupsi kuota haji 2023-2024.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Jokowi disebut menanyakan kapan Eggi berangkat ke Malaysia untuk berobat.
Presiden Prabowo Subianto dan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo memberikan atensi terkait penanganan perkara ini.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved