Headline
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Pemprov Jabar identifikasi warga yang betul-betul tak mampu.
Kumpulan Berita DPR RI
SAMPAH berserakan usai berakhirnya pemungutan suara pemilihan umum (pemilu) presiden dan legislatif di Kota Depok, Jawa Barat (Jabar).
Tampak sampah rumah tangga, bungkus makanan, plastik, dan sisa-sisa bahan kertas dari alat peraga kampanye (APK) partai politik (parpol) juga berserakan di berbagai titik Kota Depok. Bahkan, sampah juga berserakan di pasar-pasar tradisional, rel kereta api, dan saluran drainase.
Tak hanya sampah yang berserakan, tetapi juga sejumlah pohon yang berada di pinggir jalan rusak terkena paku APK parpol. Dari pagi hingga siang ini terlihat tidak ada pihak yang membersihkan sampah yang berserakan tersebut.
Baca juga : Sirekap Bukan Dasar Penentuan Penghitungan Suara
Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (KDLHK) Kota Depok Abdul Rahman sampah yang berserakan hingga menumpuk di jalan-jalan seperti jalan nasional, jalan provinsi, jalan kota hingga kampung-kampung karena libur bersama pemilihan presiden-wakil presiden dan pemilihan DPR RI, DPD, DPRD tingkat I dan tingkat II.
"Kemarin kan acara pemilu anak-anak libur imbasnya sampah jadi numpuk. Biarpun begitu, nanti akan saya cek. Saya segera memerintahkan Kepala Bidang Kebersihan Dadan Ardan membersihkan sampah tersebut dan mengangkutnya ke tempat pembuangan akhir (TPA) Cipayung, Kota Depok," kata Abdul Rahman, Kamis (15/2).
Ia juga mengatakan akan membersihkan paku APK dari pohon. "Kita akan sisir pohon-pohon yang terpaku APK itu," ucapnya.
Baca juga : 9 Daerah Rawan di Papua Relatif Aman pada Hari Pemungutan Suara
Salah satu warga Kota Depok, Ari Manggala mengaku prihatin dengan kondisi wilayah yang dipenuhi oleh sampah. Ari mengaku sangat terganggu dengan sampah yang berserakan itu.
"Saya hampir tiap hari olahraga di Kota Depok merasa tidak nyaman dengan sampah-sampah itu. Sangat mengganggu," katanya.
Dia berharap DLHK Kota Depok segera membersihkan sampah-sampah di Kota Depok itu. "Harusnya dibersihkan, jangan dibiarkan sampai membusuk," harapnya.
Baca juga : Kubu Anies dan Muhaimin Soroti Berbagai Pelanggaran Serius Pilpres
Sampah-sampah yang berserakan terlihat di Pasar Tugu, Jalan Raya Bogor dan Jalan Komjen M.Yasin, Kelurahan Tugu, Kecamatan Cimanggis. Sampah yang menumpuk dan berserakan disini tampak menutup badan jalan pasar dan saluran air. Akibat sampah ini konsumen dan pedagang harus mencari jalan alternatif masuk pasar.
Paling parah lagi di lingkungan RW 12 Jalan Raya Bogor, Kelurahan Tugu. Pengendara dari arah simpang Depok sering terjatuh karena sampah berserakan hingga badan jalan. Tumpukan sampah tersebut membuat pengendara kebauan.
(Z-9)
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Langkah ini diambil untuk menekan intensitas hujan di daratan dengan cara menebar garam di awan-awan hujan sebelum memasuki wilayah pemukiman padat.
Thailand menggelar pemilu dini tanpa pemenang mutlak. Perebutan kursi perdana menteri dipastikan bergantung pada strategi koalisi partai-partai besar.
Keberhasilan Partai Gerindra dan Prabowo Subianto saat ini merupakan akumulasi dari kedisiplinan organisasi dan kesediaan untuk melewati proses panjang yang tidak instan.
ANGGOTA Komisi II DPR RI Romy Soekarno, menegaskan bahwa sistem pemilu di era modern harus dipandang sebagai infrastruktur digital strategis negara.
Ia juga mengkritik wacana penghapusan pilkada langsung yang kembali mencuat dengan dalih efisiensi anggaran.
POLITIK uang atau money politics di Indonesia telah menjadi masalah sistemis yang merusak kualitas demokrasi dan mengancam integritas pemilu.
Berdasarkan data komparatif internasional, sistem campuran justru berisiko menimbulkan ketimpangan antara perolehan suara dan kursi di parlemen.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved