Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengamankan tiga pelaku pemerasan yang beraksi di Jalan Tol JORR II KM 13 Kelurahan Petukangan Utara, Pesanggrahan, Jakarta Selatan pada Sabtu (15/7) sekira pukul 03.00 WIB.
“Diamankannya 3 orang laki-laki pelaku tindak pidana pencurian dengan kekerasan,” kata Kapolsek Pesanggrahan, Kompol Tedjo Asmoro.
Ketiga pelaku yang berhasil diamankan yakni berinisial RS 35, MB 36, DSM 38. Para pelaku meminta uang kepada korban BR 42, dan AI 38, yang sedang beristirahat di tepi jalan tol tersebut.
Baca juga : Kejagung Pastikan Penanganan Laporan Dugaan Pemerasan Oknum Jaksa di Buton Jalan Terus
“Dihampiri oleh para pelaku yang berjumlah 3 orang yang langsung meminta uang kepada para korban dengan secara memaksa,” sebut Tedjo.
Tedjo menyebutkan bahwa korban sempat memberikan sejumlah uang kepada pelaku. Akan tetapi, uang yang diberikan oleh korban dirasa kurang.
Baca juga : Kecewa Diperas Koleganya Sesama Polisi, Bripka Madih Pilih Keluar dari Polri
Para pelaku berusaha mencabut kunci kendaraan korban dan sekaligus memaksa untuk mengambil HP milik korban sambil memukul para saksi dengan menggunakan shock motor (shock breaker).
Alhasil, korban pun melakukan perlawanan. Para korban pun dibantu oleh petugas patroli Jasa Marga yang tengah melintas untuk mengamankan pelaku.
“Atas kejadian tersebut berhasil mengamankan 1 pelaku,” bebernya.
Walaupun sempat berhasil kabur, dijelaskan Tedjo, berhasil diamankan dan menjadi bulan-bulanan warga.
“Para pelaku diamankan oleh Polsek Pesanggrahanan, yang selanjutnya pelaku dibawa ke RSUD Pesanggrahan untuk dilakukannya pertolongan serta pemeriksaan kondisi dari pelaku tersebut,” pungkasnya. (Z-4)
Kemudian apabila koordinator demo tidak melaporkan rencana demonstrasi dan tidak terjadi apa-apa atau keonaran maka dirinya tetap tidak akan dipidana.
Ledakan di SMA Negeri 72 Jakarta bukan sekadar peristiwa kriminal biasa, melainkan merupakan simbol dari luka sosial yang lama terpendam di dunia pendidikan.
Projo menyatakan dukungan terbuka kepada Presiden Prabowo Subianto, menuai sorotan pengamat politik Hendri Satrio.
Said mengaku tidak setuju dengan anggapan partai sebagai tempat berlindung dari jeratan pidana. Ia mengatakan partai merupakan tempat untuk bertukar pikiran demi kemajuan bangsa.
Anak akan mengalami kesulitan dalam meregulasi emosi dan merasa putus asa karena dari stigma negatif dari lingkungannya.
Anak yang kurang mendapat nilai dari keluarga juga memengaruhi mereka dalam meregulasi emosinya saat menghadapi keinginan yang belum terpenuhi.
KPK berkoordinasi dengan Kejaksaan untuk mencari Kasi Datun Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, yang kabur saat OTT. K
Kepala Seksi Perdata dan Tata Usaha Negara (Kasi Datun) Kejari Hulu Sungai Utara, Tri Taruna Fariadi, kabur saat OTT KPK dan sempat menabrak petugas.
KPK menduga dua jaksa Kejari Hulu Sungai Utara menerima aliran dana dugaan korupsi hingga Rp1,133 miliar.
KPK menduga Kajari Hulu Sungai Utara Albertinus Napitupulu memeras sejumlah SKPD dengan modus ancaman laporan hukum. Kasus ini terungkap lewat OTT KPK.
KPK menegaskan penanganan kasus dugaan pemerasan tiga jaksa di Kejari Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, berbeda dengan OTT jaksa di Banten dan ditangani langsung oleh KPK.
KPK menduga Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, Albertinus Parlinggoman Napitupulu menerima total uang hingga lebih dari Rp1,5 miliar.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved