Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan dan Pertanian (Sudin KPKP) Jakarta Utara, tengah mendalami penyebab kematian puluhan kucing di wilayah RW 05 Kelurahan Sunter Agung, Jakarta Utara. Kasudin KPKP Jakut, Unang Rustanto mengatakan pihaknya sudah mengambil sample bangkai kucing.
"Kami belum bisa menyimpulkan dari hasil observasi di lapangan karena bangkainya itu atau kucing yang mati itu kita bawa ke Pusat Pelayanan Kesehatan Ternak dan Hewan di Ragunan," kata Unang.
Unang mengatakan penemuan sample ini didapat saat ia dan timnya mengecek ke lapangan pada Selasa (11/7) kemarin.
Baca juga: Polisi Selidiki Fenomena 22 Kucing Mati Mendadak di Jakarta Utara
"Baru mau dikubur, keburu kita lihat dan kita bawa pakai coolbox. Kita nunggu dari hasil autopsi atau biasa dikatakan nekropsi biasanya butuh waktu 3 hari untuk bisa memastikan penyebab kematiannya," kata Unang.
Sudin KPKP sudah melakukan observasi di lapangan khususnya di RW 05 dan sebelumnya terdapat 21 kucing mati. Hasil pengamatan secara langsung, tidak ditemukan busa di mulut kucing.
Baca juga: Kucing Mati Mendadak di Sunter Agung Bertambah, Total 22 Ekor
"Yang pasti tidak ada busa di mulutnya, kemudian kucing itu ada gejala kejang-kejang, di kelamin itu mengeluarkan air. Setelah itu nggak lama kemudian kucing mati," kata Unang.
Ia mengimbau masyarakat agar tidak mengeluarkan kucing peliharaan ke luar rumah. Selain itu, kucing juga perlu diberikan asupan vitamin untuk mengantisipasi dugaan virus.
"Saran kami untuk mencegah adanya kematian yang pertama masyarakat agar menambah imun kucing dengan membeli vitamin sehingga daya tahan tubuhnya semakin kuat. Kedua, kami harapkan kucing itu jangan keluar rumah dulu, karena kita enggak tahu penyebabnya apakah virus atau apa kami belum bisa katakan," ujarnya.
"Jadi semakin terprotect, kalau masih ada kematian kucing tapi kucing tersebut sudah diisolasi ya kita tunggu hasil lab," sambung Unang.
Dari rincian hasil investigasi, diketahui ada 21 ekor kucing yang mati, diantaranya di RT 01 ada 4 ekor, RT 06 satu ekor, RT 11 ada 3 ekor, di RT 12 ada 12 ekor, dan RT 15 ada 1 ekor.
Sementara Ketua RW 05, Nurus Shobah mengatakan ada 22 ekor yang mati hingga Rabu (12/7).
"Ada penambahan satu ekor, jadi total 22. Terakhir yang mati di RT 11, kemarin sore," kata Nurus Shobah. (Z-10)
Ratusan warga yang tergabung dalam Paguyuban Masyarakat Sunter Jaya mendatangi Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Jakarta Utara, Rabu (26/11) pagi.
Dalam kondisi lelah disertai mengantuk, mobil yang dikendarai sopir tersebut tidak terkendali lalu menabrak tiang di pinggir Jalan Sunter Permai Raya Kecamatan Tanjung Priok.
Pramono Anung-Rano Karno berdasarkan hasil survei Lembaga Survei Indonesia (LSI) terbaru unggul dengan meraih 41,6%
Di Jakarta, seorang pencuri kendaraan bermotor diserang oleh sekelompok warga setelah usahanya gagal.
Penyesuaian tarif tol pada enam bagian Jalan Tol Dalam Kota Jakarta termasuk Kelapa Gading - Pulogebang, secara resmi mulai berlaku pada tanggal 25 Maret 2024 pukul 00.00 WIB
Rencana Penjabat Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono untuk membangun rumah pompa di Kali Sunter pada 2025 didukung DPRD DKI Jakarta.
Dengan tekstur yang lebih padat, kucing bisa mendapatkan asupan gizi yang lebih konsentrat meski dalam satu suapan kecil sekalipun.
Peneliti UC Davis menemukan virus corona pada kucing (FIP) mampu menginfeksi berbagai sel imun dan "bersembunyi". Temuan ini menjadi petunjuk penting bagi fenomena Long covid pada manusia.
Isu yang kerap beredar di masyarakat tersebut berkaitan dengan infeksi parasit Toxoplasma gondii, bukan karena kucing itu sendiri.
Sebuah studi terbaru mengungkapkan kucing lebih vokal saat menyapa pemilik pria dibanding perempuan. Apakah ini bentuk manipulasi atau sekadar adaptasi sosial?
Studi terbaru mengungkap dua peristiwa pendinginan global mengubah bentuk tubuh hewan karnivora dari musang menjadi kucing dan beruang. Simak faktanya!
Pergub Nomor 36 tahun 2025 merupakan perubahan atas Peraturan Gubernur nomor 1999 tahun 2016 tentang Pengendalian Hewan Penular Rabies.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved