Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
ADA suasana berbeda di kawasan Glodok, Jakarta Barat, Minggu (4/6) pagi. Tak seperti hari-hari biasanya, tampak banyak warga yang lari pagi layaknya perhelatan Car Free Day (CFD).
Ternyata, ratusan warga Glodok sedang antusias menyambut kemunculan bakal calon presiden (bacapres) 2024 dari PDIP, Ganjar Pranowo yang tiba-tiba.
Ganjar yang mengenakan kaos merah, lari pagi di kawasan pecinan itu bersama Wakil Ketua Komisi IX DPR RI, Charles Honoris. Warga Jakarta ‘menyemut’ mengikuti arah berlari Ganjar ke arah Gang Gloria, Jalan Pintu Besar Selatan III No 4-6, Taman Sari, Glodok.
Sesampainya di Gang Gloria, Ganjar langsung disambut para pedagang makanan. Mereka teriak histeris melihat langsung gubernur Jawa Tengah (Jateng) dua periode tersebut.
Baca juga : Disematkan Blangkon, Ganjar Pranowo Resmi Diterima Keluarga Masyarakat Cirebon
“Pak Presiden! Pak Presiden! Pak foto dulu Pak! Pak lewat sini,” kompak teriak warga yang antusias dengan kedatangan Ganjar.
Sambil berjalan, Ganjar menyapa satu per satu warga dan pedagang. Kemudian Ganjar berhenti sejenak untuk menyempatkan diri minum di kedai Kopi Es Tak Kie dan bertemu sang pemilik, Latief Yulus (70).
Baca juga : Sahabat Ganjar Hadirkan Warna Indonesia Sehat
Setelah minum kopi, Ganjar bergeser sedikit ke pangkas rambut Ko Tang. Ganjar mencukur rambutnya di tempat yang pernah dikunjungi Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelum menjabat itu.
Usai pangkas rambut, Ganjar kembali melanjutkan lari paginya menuju Vihara Dharma Jaya Toaseibo di Jalan Kemenangan III No 48, Glodok, Jakarta Barat.
Ganjar menyapa warga dan pengurus Vihara dalam kesempat tersebut. Ganjar juga menengok sejarah Vihara itu dan melihat ornamen ibadah umat Budhha.
Di vihara itu, Ganjar juga melepas 54 burung gereja dan 2 merpati. Angka 54 menyimbolkan umur Ganjar, sementara 2 adalah tanda keinginan dan harapan.
Ganjar mengakhiri olahraga paginya dengan mengunjungi cagar budaya Vihara, Gedung Chandra Naya yang terletak di Novotel dekat Pasar Petak Sembilan.
“Hari ini perayaan waisak maka sekaligus kita menyampaikan selamat waisak buat umat Buddha. Kita senang mendapat cerita-cerita kebaikan yang ada di sini,” kata Ganjar.
Sebagaimana warga vihara yang ditemuinya, Ganjar berharap suasana kerukunan masyarakat antar suku, agama, dan golongan tetap terjaga. Ganjar pun merasa senang dengan suasana tersebut.
“Dan tentu senanglah pagi dapat olahraganya, dapat keringatnya, bertemu dengan masyarakat, dan kita mendapatkan cerita sejarah yang hebat-hebat,” tandasnya. (RO/Z-5)
Seluruh hasil lelang jersei Robi Syianturi yang digunakan di SEA Games 2025 disumbangkan untuk membantu korban bencana alam di Sumatra.
Angga Yunanda mengungkapkan bahwa lari telah memberinya pengalaman yang sangat positif.
Robi Syianturi mencatatkan waktu impresif 2 jam 27 menit 33 detik, meninggalkan jauh para pesaingnya di nomor maraton SEA Games 2025.
Odekta Elvina Naibaho tampil memukau di SEA Games 2025. Ia finis terdepan dengan catatan waktu impresif 2 jam 43 menit 13 detik.
Mengangkat tema Explore the City, Own Your Flow, Jekate Running Series 2025 dirancang untuk menghadirkan pengalaman lari yang inklusif.
Olahraga lari terus menunjukkan pertumbuhan signifikan di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir.
Detik-detik Waisak ditandai dengan pemukulan gong tepat pukul 23.55.29 WIB. Detik-detik Waisak digelar di altar pelataran Candi Borobudur, Kabupaten Magelang.
Memperingati Hari Raya Waisak Tahun 2025, Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Timur memberikan Remisi Khusus (RK) Waisak kepada 24 narapidana beragama Budha.
Waisak 2025 ini mengambil tema 'Pengendalian diri serta kebijaksanaan sebagai landasan utama dalam membangun perdamaian di tengah kehidupan masyarakat dunia'.
Vihara Dewi Welas Asih, Cirebon, Senin (12/5) sudah mempersiapkan perayaan Waisak.
KPK secara intens memberantas korupsi dengan cara berkolaborasi dengan banyak pihak. Salah satunya pemuka dan tokoh agama.
SEBANYAK 1.079 narapidana dan anak binaan beragama Budha mendapatkan remisi hari raya Waisak. Total, ada 1.524 narapidana dan anak binaan beragama Buddha
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved