Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMPROV DKI Jakarta melalui Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) akan menonaktifkan data kependudukan usai lebaran. Jumlah data kependudukan yang akan dinonaktifkan mencapai 194.397 unit.
Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Budi Awaluddin menyampaikan, data tersebut diperoleh dari penyisiran Data Konsolidasi Bersih (DKB) di 2022.
"Total data penduduk yang akan dinonaktifkan 194.397 berdasarkan DKB semester 2 tahun 2022," kata Budi saat dikonfirmasi, Rabu (19/4).
Baca juga: Kemendagri Dorong Integrasi dan Digitalisasi Data Kependudukan
Data yang akan dinonaktifkan merupakan data kependudukan yang tercatat di DKI Jakarta namun pada realitanya, individu tersebut sudah tidak menetap di Ibukota. Penyebab fenomena ini diidentifikasi oleh Dinas Dukcapil antara lain kepindahan warga DKI ke daerah lain tapi tanpa mengganti KTP.
Hal ini diduga karena warga yang bersangkutan masih ingin memanfaatkan fasilitas yang disediakan bagi warga DKI.
Baca juga: BKKBN Lakukan Perbaikan Rumah Data Kependudukan untuk Kampung KB
Penyebab lainnya juga karena upaya menitipkan anak ke KK warga DKI guna mendapatkan fasilitas bantuan seperti KJP, memindahkan KTP menjadi warga DKI tanpa menetap menjadi warga karena ingin mendapat UMR yang lebih tinggi, masih ingin ber-KTP DKI karena ingin mendapatkan keringanan pajak pembelian tanah maupun bangunan, agar mendapatkan fasilitas bantuan kesehatan yang lebih baik, dan masih memiliki aset di DKI Jakarta sehingga enggan mengganti alamat.
"Penyebab lain juga bisa karena kemudahan berbagai pengurusan layanan publik dan memiliki lebih dari dua alamat tempat tinggal," ungkap Budi.
Penghapusan data ini pun harus dilakukan agar bantuan yang diberikan kepada warga efektif, efisien, serta tepat sasaran sehingga Pemprov DKI terhindar dari kerugian keuangan daerah. Selain itu, data penduduk yang tidak lagi tinggal di Ibukota harus dihapus untuk menghindari data ganda pemilih dalam Pemilu, dan menghindari golput.
"Selain itu manfaatnya untuk menghindari pemanfaatan dokumen kependudukan oleh oknum yang tak bertanggung jawab. Perapihan data kependudukan juga bermanfaat bagi Pemprov DKI guna merumuskan kebijakan ke depan," tutur Budi.
Pihaknya masih akan terus berkoordinasi dengan berbagai pihak guna melakukan penyisiran data kependudukan ini. Ia pun menargetkan penghapusan bisa selesai pada Agustus 2023 mendatang.
"Saat ini kami bersinergi dengan melibatkan RT/RW serta Dasawisma untuk terjun ke lapangan. Karena kemungkinan jumlah tersebut bisa lebih banyak," tukasnya. (Z-10)
TEROBOSAN baru dalam pelayanan publik yakni Dukcapil Bergerak diresmikan Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman.
KOMISI Pemberantasan Korupsi (KPK) menyayangkan keputusan Mahkamah Agung (MA) yang mengurangi masa tahanan eks Ketua DPR Setya Novanto (Setnov).
Pemerintah Kota Batam melalui Disdukcapil terus berupaya meningkatkan akses layanan administrasi kependudukan, khususnya perekaman Kartu Tanda Penduduk elektronik (e-KTP).
Buron kasus korupsi pengadaan KTP elektronik (KTP-E) Paulus Tannos alias Thian Po Tjhin (PT) saat ini ditahan di Changi Prison.
Buron kasus dugaan korupsi pengadaan kartu tanda penduduk elektronik (e-KTP), Paulus Tannos, telah berhasil ditangkap di Bandara Internasional Changi, Singapura.
Pengajuan kepindahan alamat Kependudukan tersebut sebagai persyaratan administrasi sesuai aturan sebelum dilantik sebagai Gubernur Jabar harus berdomisili di Bandung.
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved