Jumat 24 Februari 2023, 12:03 WIB

Anak Pejabat Ditjen Pajak Mengaku Pakai Pelat Nomor Palsu untuk Hindari E-TLE

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Anak Pejabat Ditjen Pajak Mengaku Pakai Pelat Nomor Palsu untuk Hindari E-TLE

Antara/Luthfia Miranda Putri
Mobil Rubicon yang digunakan anak pejabat Ditjen Pajak Mario Dandy Satrio saat melakukan penganiayaan.

 

ANAK pejabat Ditjen Pajak Mario Dandy Satrio, 20, tersangka kasus penganiayaan menggunakan nomor polisi palsu di mobil Jeep Rubicon miliknya.

Saat diamankan polisi, mobil tersebut bernomor B 120 DEN. Namun, sebenarnya yang teregister untuk mobil tersebut bernomor B 2571 PBP.

Kasi Humas Polres Metro Jakarta Selatan AKP Nurma Dewi mengatakan Mario mengaku mengubah nomor polisi kendaraannya tersebut untuk menghindari tilang elektronik atau E-TLE.

Baca juga: Buntut Kelakuan Anaknya, Rafael Dicopot Jabatannya di Pajak

"Ya pakai (nomor polisi palsu). Tapi aslinya ada pelatnya. Dari keterangan tersangka, untuk menghindari e-tilang," kata Nurma ketika dihubungi, Jumat (24/2).

Meski begitu, Nurma belum merinci sejak kapan Mario menggunakan nomor polisi palsu tersebut. Ia mengatakan kasus pelat nomor palsu tersebut didalami oleh Satlantas Polres Metro Jakarta Selatan.

"Itu didalami oleh Satlantas Polres Jakarta Selatan," ungkapnya.

Sebelumnya, beredar di media sosial mobil Rubicon milik Mario dengan pelat nomor B 20 DEN. Setelah itu, pelat nomor mobil tersebut berubah menjadi B 2571 PBP.

Kapolres Jakarta Selatan Kombes Ade Ary Syam mengatakan setelah dilakukan cek fisik, pelat nomor mobil Rubicon tersebut ialah B 2571 PBP.

"Setelah kita dalami ternyata pelat nomor aslimya adalah ini, kita sudah melakukan cek fisik. Cek fisik itu dilakukan oleh petugas Ditlantas. Nomor rangka, nomor mesin kita sesuaikan dengan pelat nomor yang kami amankan dari tersangka," kata Ade, Rabu (22/2).

Ade menegaskan mobil Rubicon yang sempat diamankan kepolisian tidak hilang. Ia mengatakan mobil Rubicon tersebut telah diamankan dan dijadikan barang bukti dalam kasus tersebut.

"Barang bukti dari awal tidak berubah," katanya.

Sebelumnya, sebuah unggahan viral di media sosial yang memuat informasi adanya penganiayaan yang diduga dilakukan oleh anak pejabat eselon II di Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Mario Dandy Satrio atau MDS terhadap seseorang remaja berinisial CDO di kawasan Pesanggrahan, Jakarta Selatan.

Ade menjelaskan, penganiayaan itu terjadi pada Senin (20/2) sekitar pukul 21.00 WIB. Ia menjelaskan, awalnya, pelaku mendapat informasi bahwa rekannya berinisial A mendapatkan perlakuan tidak baik dari korban.

Kemudian MDS bertemu CDO untuk meminta klarifikasi perihal perbuatan tidak baik tersebut di Perumahan Green Permata, Ulujami, Pesanggrahan, Jakarta Selatan. Namun, pertemuan tersebut terjadi perdebatan yang berujung terjadinya tindakan penganiayaan terhadap CDO.

CDO mengalami luka-luka hingga jatuh tergeletak. Korban langsung dibawa ke RS Medika Permata untuk mendapat perawatan. (OL-1)

Baca Juga

MI / Susanto

PN Jaksel Telah Terima Berkas Perkara AG dalam Kasus Penganiyaan David

👤 Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 25 Maret 2023, 00:01 WIB
HUMAS Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan,t elah menerima berkas perkara milik perempuan berinisial AG dalam kasus kekerasan terhadap...
dok. Kadin DKI Jakarta

Jaga Stabilitas Harga Kebutuhan Pokok, Kadin DKI Jakarta Gandeng Kodam Jaya

👤Mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Maret 2023, 23:50 WIB
kerja sama untuk menstabilkan berbagai harga sembilan kebutuhan pokok (sembako) tersebut, selain bersama dengan Kodam Jaya, juga...
MI/HO

Di Bulan Puasa, GMC Gelar Baksos Bersih Lingkungan di Tangerang

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 24 Maret 2023, 23:15 WIB
DI Hari pertama puasa tidak menyurutkan semangat Ganjar Milenial Center (GMC) Tangerang Raya untuk menggelar aksi kebaikan kepada...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya