Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
KETUA DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi meminta Pemprov DKI Jakarta fokus untuk mengatasi berbagai permasalahan termasuk kemiskinan ekstrem dan 'stunting'. Ia meminta agar ada alokasi anggaran guna mengatasi dua permasalahan ini.
Di samping itu, ia meminta agar jajaran Pemprov DKI turun ke lapangan untuk mengatasi 'stunting' dan kemiskinan ekstrem.
"Untuk Pemprov DKI dia fokus anggaran itu fokus di cek setiap wilayah kotanya dimana wilayah yang berbasis padatlah. Apalagi di 1km Istana itu kan masih ada daerah kumuh, diceklah semua perangkat pemerintah daerah harus bergerak," ujarnya di Gedung DPRD DKI, Selasa (14/2).
Baca juga: Disdukcapil: 50 Persen Pendatang di DKI Jakarta Tak Punya Keterampilan
Ia pun prihatin 'stunting' dan bayi kurang gizi masih terjadi di Ibukota yang notabene dekat dari Istana. Pengentasan 'stunting' dan kemiskinan ekstrem ini juga harus dilakukan berbasis data agar tepat sasaran.
"Nah, itu dia, kita kan harus by data. Apakah ini betul-betul datannya betul? Apakah ini data yang beredar sekarang ini betul? Kan kita sebagai pemerintah harus turun. diperdalamlah tadi oleh narasumber jadi," tegasnya. (Put/OL-09)
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Ahli kesehatan Ray Wagiu Basrowi menegaskan perbaikan nutrisi dan sistem pencernaan anak krusial demi capai target stunting 14,2% di 2029.
Ia menjelaskan pada 1.000 hari pertama kehidupan penting untuk perkembangan anak dan BGN akan pastikan program untuk seluruh ibu hamil, ibu menyusui dan anak balita.
SEJUMLAH ibu terlihat berkumpul di sebuah ruang dengan ukuran sekitar 7 x 5 meter dari keseluruhan bangunan dengan luas sekitar 63 meter persegi.
Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat dampak ekonomi program Makan Bergizi Gratis (MBG) selama satu tahun, mulai dari pelibatan 46 ribu UMKM hingga penyerapan 780 ribu tenaga kerja.
Setelah terkumpul selama satu bulan, telur didistribusikan ke setiap posyandu untuk diberikan kepada anak-anak.
SEGEGAP apapun dunia merayakan Natal, tetap saja titik awal peristiwa dimulai di dalam keluarga, keluarga biasa, pasangan suami istri baru, miskin-sederhana, di tempat terpencil.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved