Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA Jalan Jambore dan Jalan Transyogi, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kota Depok, Jawa Barat, mendesak Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Depok agar segera memasang lampu penerangan jalan umum (PJU) di jalan tersebut.
Pasalnya, hingga kini di sepanjang jalan tersebut gelap gulita jika malam hari sehingga rawan begal dan kecelakaan.
Pengakuan Abdul Azis, warga setempat, di Jalan Jambore sudah pernah terjadi begal pada Januari 2023. Karena itu, keberadaan PJU sangat penting pada malam hari karena jalan tersebut menjadi salah satu akses yang sehari-hari dilewati warga Kota Depok, Kota Bekasi, dan Jakarta.
" Di jalan ini sudah sering kejadian kecelakaan dan begal karena jalan tersebut jalan hidup yang selalu ramai dilewati kendaraan baik roda maupun roda empat," kata Abdul kepada Media Indonesia, Kamis (2/2).
Bahkan, pada dini hari tadi sekitar pukul 04.00 WIB, kata dia, dua pengendara motor mengalami kecelakaan di jalan tersebut, satu di antaranya meninggal dunia di tempat, sedangkan yang lainnya sekarat.
Korban meninggal bernama Riko Budiawan, 38, warga RT 007 RW 08 Kelurahan Pejaten, Kecamatan Pasar Minggu, Jakarta Selatan. Sedangkan korban sekarat Sabeni, 31, warga Jalan Haji Ibong, Bantar Gebang, Kota Bekasi.
Karena itu, ia berharap Dishub segera memasang PJU agar jalan tersebut tidak gelap gulita pada malam hari.
"Warga di sini hanya memasang lampu di area rumah masing-masing saja, sementara kalau untuk lampu jalan kami minta dari instansi terkait memasangnya," ujar Jayadi, warga RT 002 RW 06, Kelurahan Harjamukti, Kecamatan Cimanggis, Kamis (2/2).
Baca juga: Kecelakaan Maut Mahasiswa UI Terekam Kamera CCTV
Ia mengatakan karena tidak adanya penerangan jalan sehingga sering terjadi tindakan kriminal bahkan kecelakaan yang merenggut nyawa.
"Sudah sangat sering warga di sini jadi target pencurian, termasuk kecelakaan dan sebagainya. Kami jadi khawatir, makanya warga sangat berharap ada lampu PJU di wilayah ini. Kalau bisa dibuat sekitar 10 titik biar terang," ujar Jayadi.
Harapan warga Jalan Jambore tersebut sangat beralasan, karena wilayah tersebut pada saat-saat tertentu, seperti hari libur selalu ramai dilewati orang berkendara dari berbagai wilayah di Kota Depok, Kota Bekasi, dan Jakarta.
"Karena gelap, sering terjadi penjambretan dan penodongan terhadap pendatang yang liburan di sekitar TPU Pondok Ranggon," kata Rudi, warga lainnya.
Tidak adanya lampu PJU di ruas Jalan Jambore, sambung Rudi, sudah dikeluhkan oleh warga setempat. Sebab, ruas jalan sepanjang 3 kilometer itu merupakan akses jalan utama bagi pengendara roda dua maupun roda empat.
"Itu jalan hidup, karena setiap pulang kerja pasti banyak yang menggunakan jalan itu," ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Kota Depok Eko Herwiyanto mengatakan laporan dan permintaan warga ke Pemerintah Kota Depok terkait PJU sudah ditampung. "Kami tampung dan diupayakan dipasang PJU. Kita akan segera lapangan untuk survei lokasi," katanya. (OL-16)
Sepanjang 2025, Dishub mencatat ribuan titik PJU dan lampu penerangan jalan (PJL) telah diperbaiki dan dibangun
Bahkan pada saat pengecekan, petugas mendapati bus yang menggunakan ban vulkanisir dan tidak dilengkapi dokumen kendaraan lengkap.
Kelayakan armada bus yang digunakan pemudik tahun ini harus sudah lolos uji dari Dinas Perhubungan dan dalam kondisi siap pakai.
Kepala Dinas Perhubungan DKI Jakarta Syafrin Liputo mengatakan pihaknya melakukan rekayasa lalu lintas sekitar kawasan Monas.
Karakter pelanggan Transjakarta (TJ) itu berbeda dengan karakter pelanggan MRT, dariĀ aspek ekonomi, tarif, maupun pola perjalanan.
Tiga terminal bantuan perinciannya adalah Terminal Muara Angke di Jakarta Utara, Terminal Grogol di Jakarta Barat, Terminal Lebak Bulus di Jakarta Selatan.
Selain kendala fisik, pasar tersebut juga kerap dijadikan tempat berkumpulnya gelandangan dan pengemis
Melubernya sampah ke jalan tersebut terjadi dalam beberapa hari terakhir.
Sebagian wilayah Condet, Jakarta sudah kebanjiran, Jumat (30/1).
Kondisi ini memaksa pengendara untuk ekstra waspada dan menurunkan kecepatan secara drastis guna menghindari kecelakaan.
Jarak struktur bangunan yang tidak terlalu menempel pada lereng menjadi faktor kunci minimnya dampak fatal.
Pemerintah Kota Depok turut mengeluarkan peringatan dini bagi warga, terutama bagi mereka yang bermukim di daerah dengan topografi perbukitan atau dekat aliran sungai.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved