Kamis 05 Januari 2023, 19:30 WIB

Polisi Diminta Usut Dugaan Pelecehan terhadap Korban Penculikan

mediaindonesia.com | Megapolitan
Polisi Diminta Usut Dugaan Pelecehan terhadap Korban Penculikan

Medcom
Ilustrasi

 

KOMISI Nasional Perlindungan Anak (Komnas PA) meminta kepada polisi untuk mengusut dugaan kekerasan seksual dalam kasus penculikan bocah berinisial MA, 6.
 
Ketua Komnas PA Arist Merdeka Sirait mengatakan pihaknya meminta penyidik yang menangani kasus itu untuk memandang unsur kekerasan atau pelecehan secara luas.
 
"Bahwa pelecehan itu bukan hanya penetrasi. Jadi pegang-pegang atau memuaskan kebutuhan biologis pelaku dan sebagainya itu juga termasuk kekerasan," kata Arist Merdeka Sirait di Jakarta, Kamis (5/1).
 
Arist menambahkan, pelaku bernama Iwan Sumarno pernah divonis Pengadilan Negeri Jakarta Utara dengan hukuman tujuh tahun penjara atau
merupakan residivis kasus kekerasan seksual pada 2014 lalu.
 
Ia mengatakan riwayat residivis pelaku itu dapat menjadi catatan dalam proses penyidikan, sehingga proses hukum dapat memberikan keadilan bagi MA.
 
"Saya bersyukur sampai hari ini belum ada pengumuman bahwa MA mengalami kekerasan seksual, itu harapan kita. Kalau memang itu tidak
terjadi itu adalah harapan kita," ujarnya.
 
Arist pun berharap proses visum et repertum untuk membuktikan luka fisik dan visum et repertum psikiatrikum dapat mengungkap kejiwaan MA dalam kasus penculikan tersebut.


Baca juga: Polisi Buru Pelaku yang Bakar Pejalan Kaki hingga Tewas

 
"Karena kekerasan seksual tidak hanya penetrasi. Harapan saya penyidik tidak hanya sebatas penetrasi. Karena ada UU baru, TPKS (Tindak Pidana Kekerasan Seksual)," tutur Arist.
 
Sebelumnya, RS Polri Kramat Jati, Jakarta Timur, secara bertahap melakukan pemeriksaan psikologis kepada bocah korban penculikan
berinisial MA.
 
Kepala RS Polri Kramat Jati Brigjen Hariyanto mengatakan pemeriksaan bertahap itu dilakukan agar kondisi psikologis MA tidak merasa terbebani.
 
"Pemeriksaan ini bertahap terutama untuk visum psikiatrikum ini jangan sampai membebani psikis MA," kata Hariyanto.
 
Visum et repertum psikiatrikum merupakan keterangan dokter spesialis kedokteran jiwa untuk kepentingan penegakan hukum.

Visum et repertum psikiatrikum tersebut juga menjadi salah satu alat bukti surat yang dibuat oleh dokter spesialis kedokteran jiwa dalam proses hukum pidana.
 
Hariyanto menambahkan untuk hasil dari visum psikiatrikum itu masih harus menunggu visum et repertum psikiatrikum merupakan keterangan
dokter spesialis kedokteran jiwa untuk kepentingan penegakan hukum.
 
Hariyanto menambahkan untuk hasil dari visum psikiatrikum itu masih harus menunggu maksimal dua minggu. (Ant/OL-16)
 

 

Baca Juga

DOK MI

Kasus Polisi Peras Polisi, Kompolnas: Jeruk Makan Jeruk

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 21:08 WIB
KOMISIONER Kompolnas, Albertus Wahyurudhanto mengatakan kasus viralnya kasus Bripka Madih serta penyidik yang diduga memeras di kasus...
Dok.Medcom

Polri Harus Cermat dan Tanggap Tangani Kasus Polisi Peras Polisi

👤Khoerun Nadif Rahmat 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 20:10 WIB
Hibnu menjelaskan bahwa pihak Kepolisian harus segara melakukan mediasi antara Madih dengan penyidik yang diduga melakukan...
MI / ADAM DWI.

PJ Gubernur DKI : Penanganan Kemiskinan Terkendala Penambahan Pendatang

👤Mediaindonesia 🕔Sabtu 04 Februari 2023, 19:54 WIB
Dalam percepatan penanganan kemiskinan ekstrem, Pemprov DKI Jakarta menetapkan Program Intervensi Kemiskinan Terpadu, salah satunya dengan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya