Jumat 09 Desember 2022, 17:29 WIB

Polisi Simpulkan Tidak ada Pidana dalam Kematian Keluarga di Kalideres

Mediaindonesia | Megapolitan
Polisi Simpulkan Tidak ada Pidana dalam Kematian Keluarga di Kalideres

ANTARA/Fianda Sjofjan Rassat
Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi

 

PENYIDIK Polda Metro Jaya menyebut tidak ada tindak pidana dalam kasus kematian satu keluarga beranggotakan empat orang di Kalideres, Jakarta Barat.

"Tidak ditemukan adanya peristiwa pidana yang menyebabkan kematian empat orang tersebut," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Hengki Haryadi di Jakarta, hari ini.

Hengki  menyatakan tidak adanya indikasi bunuh diri maupun pembunuhan dalam  kasus tersebut.

Kesimpulan penyidik juga didukung oleh kesimpulan tim laboratorium forensik, tim kedokteran forensik, tim psikologi forensik, dan ahli sosiologi agama.

Atas kesimpulan tersebut, pihak kepolisian akan menghentikan proses penyelidikan  kasus tersebut.

"Ke depan kasus ini akan kami hentikan penyelidikannya," kata Hengki.

Kesimpulan yang didapat dari hasil penyelidikan gabungan menyatakan bahwa keempat orang tersebut meninggal secara wajar.

Penemuan meninggalnya satu keluarga dalam keadaan terkunci di dalam rumah tersebut, berawal ketika ketua RT setempat mencium bau busuk dari dalam rumah korban pada Kamis (11/10) sekitar pukul 18.00 WIB.

Baca juga: Puslabfor Polri Pastikan tak Ada Racun pada Tubuh Keluarga Tewas di Kalideres

Ketua RT kemudian langsung melapor ke Polsek Kalideres terkait temuan bau busuk itu. Bersama polisi, ketua RT akhirnya mendobrak masuk ke dalam rumah tersebut.

Ketika pintu utama dibuka, petugas mendapati empat mayat di tiga ruangan berbeda, yakni ruang tamu, kamar tengah, dan ruang belakang.

Polisi langsung melakukan pemeriksaan di sekitar lokasi. Setelah itu, keempat korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Polri Kramat Jati (Jakarta Timur) untuk proses autopsi.

Polda Metro Jaya menegaskan, analisis awal penyidik terkait satu keluarga yang ditemukan tewas di Kalideres, bukan disebabkan oleh kelaparan.

Penyidik Polda Metro Jaya juga mematahkan dugaan yang menyebut kematian satu keluarga itu adalah akibat aksi perampokan.

Dugaan perampokan bisa dipatahkan setelah tim penyidik menemukan adanya bukti digital komunikasi dari salah satu penghuni rumah untuk menjual sejumlah barang dari rumah tersebut.

Pihak kepolisian juga telah melacak dan memintai keterangan kepada pihak pembeli barang tersebut dan atas dasar keterangan dan temuan penyidik, maka dugaan perampokan bisa dipatahkan.

Pemeriksaan terhadap tiga orang saksi terkait kasus tersebut juga mengungkapkan fakta bahwa ada anggota keluarga tersebut yang telah meninggal sejak Mei 2022, namun tidak dilaporkan.

Secara total, tim penyidik telah memeriksa 28 orang saksi yang mengarah kepada pengungkapan kasus tersebut.(Ant/OL-4)

Baca Juga

DOK.MI

Polisi Amankan Driver Ojol Aniaya Karyawan Restoran di Jakbar

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:57 WIB
Tersangka IIR ditangkap oleh personel Polsek Metro Kembangan, Jakarta Barat, di salah satu rumah kerabatnya pada Senin (6/2) sekitar pukul...
DOK.MI

Pengemudi Fortuner Tabrak Pemotor di Jaktim Menantu Anggota Polri

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:42 WIB
Penggunaan pelat dinas Polri di kendaraan itu sampai saat ini masih didalami oleh...
MI/Syarief Oebaidillah

Jadi Bacaleg DPRD Tangsel, ARN Komitmen Beri Yang Terbaik Bagi Masyarakat

👤Syarief Oebaidillah 🕔Rabu 08 Februari 2023, 20:40 WIB
PEMILU serentak 2024 baru akan berlangsung setahun...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

Top Tags

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya