Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
KAPOLRI Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut timnya segera menangkap buron kelas atas judi online hasil penyelidikan Konsorsium 303. Buron atas nama Apin BK itu akan dijemput ke Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten.
"Hari ini atas kerja sama police to police, buron tersebut berhasil diserahkan kepada kita," kata Listyo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (14/10).
Kapolri mengatakan hal itu atas kerja sama Polri dengan Malaysia. Salah satu buron atas nama Apin BK yang bersembunyi di Singapura bergeser ke Malaysia.
"Hal ini mudah-mudahan semuanya berjalan lancar dan nanti malam Apin BK kita bawa ke Tanah Air," ujar Listyo.
Kapolri mengatakan hal itu merupakan bukti komitmen melakukan pemberantasan terhadap judi online. Menurutnya, penangkapan itu hasil pengiriman sejumlah personel ke negara-negara tempat sembunyi buron judi online tersebut.
"Ada beberapa orang yang saat ini kita buru dan mohon doanya dan bulan-bulan ini bisa kita ambil dan kembali ke Tanah Air sesuai komitmen kita untuk menindaktegas masalah judi online," tutur Kapolri.
Baca juga: Polisi Masih Buru Bos Judi Online di Jakarta Barat
Sebelumnya, Kapolri menegaskan pihaknya mengusut dugaan adanya Konsorsium 303 judi online di Korps Bhayangkara. Pengusutan dilakukan bekerja sama dengan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).
"Lalu kemudian juga muncul, adanya isu konsorsium. Kami telah membentuk tim gabungan bersama-sama dengan PPATK, untuk melakukan analisa terhadap transaksi keuangan yang diduga kaitannya dengan perjudian," kata Listyo di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (30/9).
Listyo mengatakan saat ini ada 329 rekening yang tengah dianalisa. Sebanyak 202 rekening telah diblokir.
"Sepuluh orang tersangka berstatus DPO (daftar pencarian orang), dan diduga terlibat dengan kelompok judi online kelas atas," ungkap Listyo.
Sebanyak empat orang dicekal atau cegah ke luar negeri. Kemudian, enam orang teridentifikasi berada di luar negeri.
"Saat ini kami telah membentuk tim khusus terdiri dari Bareskrim, polda-polda terkait, hubungan internasional (hubinter) untuk melakukan berbagai macam upaya," ujar mantan Kabareskrim Polri itu.(OL-5)
Pelaku diketahui memiliki utang yang menumpuk bahkan telah menggadaikan sepeda motor milik istrinya senilai Rp4 juta.
Pernyataan PPATK yang menyebut di tahun 2025 untuk pertama kalinya Indonesia berhasil menekan angka judi online (Judol) dipertanyakan.
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) memberikan apresiasi kepada GoPay, layanan dompet digital di bawah GoTo Financial dan GoTo Group, atas kontribusinya memerangi judol.
Sepanjang 2025, PPATK menerima 43 juta laporan dari pihak pelapor, meningkat 22,5% dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebesar 35,6 juta laporan.
Penurunan drastis ini, memiliki dampak sosial yang besar karena secara langsung menyelamatkan jutaan masyarakat dari kerugian finansial akibat perjudian.
Kunci keberhasilan Erwin Erlani lepas dari jerat judol adalah keberanian untuk merelakan kerugian fantastis tersebut.
Gallup 2025 memberi skor 89 (Law and Order Index), peringkat 19 bagi Indonesia dari 144 negara.
Penempatan Polri di bawah kementerian justru berpotensi melemahkan efektivitas kerja kepolisian karena memperpanjang rantai birokrasi dan membuka ruang intervensi.
Ia menyoroti langkah Presiden yang telah membentuk Komisi Percepatan Reformasi Polri sebagai upaya yang seharusnya dihormati oleh parlemen.
Penempatan Polri di bawah kementerian berpotensi menimbulkan masalah baru dalam sistem komando dan pengambilan keputusan.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo secara tegas menyatakan bahwa Polri harus tetap berada langsung di bawah Presiden sebagai alat negara di bidang keamanan.
Lembaga think tank Rumah Politik Indonesia (RPI) mengungkapkan optimismenya terhadap transformasi besar yang akan dialami Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri).
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved