Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
POLUSI udara masih menjadi masalah yang belum terselesaikan di Jakarta. Menurut data Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta wilayah timur Jakarta menjadi wilayah dengan polusi udara terparah.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta Asep Kuswanto mengatakan hal itu didasari oleh faktor banyaknya industri di wilayah tersebut.
"Jadi wilayah industri kita paling banyak di timur selain di utara. Di utara ada pelabuhan tapi kalau industrinya memang ada di timur sehingga kualitas udara di timur pada saat ini pencemarannya relatif lebih tinggi dengan kota (administrasi) lain di Jakarta," ungkap Asep di Balai Kota, Senin (19/9).
Dinas Lingkungan Hidup, lanjut Asep, terus melakukan pemantauan terhadap pencemaran udara di berbagai wilayah termasuk di wilayah timur melalui stasiun pengukuran di kawasan Lubang Buaya.
Baca juga: Pertamina Batasi Pembelian Pertalite 120 Liter/Hari di Semua SPBU
Meskipun demikian, Asep menegaskan, sumber polusi udara di timur Jakarta tak hanya berasal dari asap cerobong industri dan padatnya lalu lintas kendaraan bermotor melainkan juga dari industri yang ada di sekitar perbatasan seperti wilayah Bekasi.
Guna menekan angka polusi udara ini, Dinas Lingkungan Hidup DKI akan melakukan sejumlah langkah diantaranya menambah jumlah stasiun pengukuran untuk mendapatkan data pencemaran udara.
"Kita coba alokasikan lagi tahun depan di APBD 2023 supaya memang ada penambahan SPKU (Stasiun Pengukuran Kualitas Udara) di DKI sehingga mudah-mudahan bisa mengakurasikan kondisi riil kualitas udara di Jakarta," tandasnya. (OL-4)
Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Satelit Sentinel-4 milik ESA berhasil mengirimkan citra pertama yang memetakan polusi udara di Eropa dan Afrika Utara. Misi ini akan memantau kualitas udara setiap jam.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 162 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 70,5 mikrogram per meter kubik.
PT Pertamina Patra Niaga menegaskan bahwa pencampuran etanol dalam bahan bakar minyak (BBM) bukanlah hal baru, melainkan standar global.
Berbeda dengan faktor risiko demensia seperti usia atau genetika yang tidak bisa diubah, kualitas udara merupakan faktor yang dapat dikendalikan.
Persoalan kualitas udara bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan aksi kolektif lintas wilayah, lintas sektor, dan partisipasi aktif masyarakat.
IQAir mencatat kualitas udara Jakarta berada pada poin 132 dengan tingkat konsentrasi polutan PM 2,5 sebesar 48 mikrogram per meter kubik atau 9,6 lebih tinggi nilai panduan kualitas udara WHO.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved