Headline

Tanpa kejelasan, DPR bisa ganti hakim yang telah dipilih.

Karhutla di Sumatra dan Kalimantan, Sebabkan Kabut Asap Pekat

Rudi Kurniawansyah
27/1/2026 22:13
Karhutla di Sumatra dan Kalimantan, Sebabkan Kabut Asap Pekat
Karhutla melanda Sumatra dan Kalimantan(Dok.Tim Manggala Agni Kemenhut)

Kebakaran hutan dan lahan atau Karhutla di Sumatra dan Kalimantan menyebabkan indeks standar pencemaran kualitas udara (Ispu) khususnya di Pontianak, Kalimantan Barat (Kalbar) dalam beberapa hari terakhir, berada pada posisi sangat tidak sehat akibat kabut asap pekat.

"Warning awal tahun ini perlu disikapi dengan cepat, jangan sampai menjadi sumber bencana baru. Kami berharap banyak para pihak bersiap dan tidak lengah," kata Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan (Dalkarhut) Sumatra Ferdian Krisnanto kepada Media Indonesia, Selasa (27/1).

Ferdian menegaskan, pihaknya cukup khawatir dengan sikap pemerintah daerah (Pemda) yang kurang waspada dengan ancaman Karhutla di Sumatra dan Kalimantan. Pemda mengira awal tahun ini masih dalam musim hujan.

"Saya cuma agak khawatir pihak pemerintah daerah belum sepenuhnya aware dengan ini karena menyangka masih hujan. Termasuk anggaran juga perlu diwaspadai karena semua masih fokus pemulihan bencana," ungkapnya.

Dijelaskannya, tim Manggala Agni masih berjibaku melakukan operasi pemadaman karhutla di Sumatra. 

"Kami masih beroperasi di Aceh Barat, 2 lokasi di Sumatra Utara yaitu Simalungun dan Labuan batu. Kemudian di Riau yakni Pelalawan 2 lokasi dan pagi tadi kami memberangkatkan tim juga pemadaman di Dumai," jelasnya.

Ia menambahkan, Karhutla di Sumatra dan Kalimantan terjadi di lahan gambut. Namun, pihaknya belum dapat memastikan berapa luas lahan yang terbakar.

"Masih perlu pengukuran lebih lanjut, karena fokus awal kawan-kawan memutus kepala apinya dulu," ujarnya. 

Adapun, lanjut Ferdi, lokasi Karhutla di Sumatra khususnya Aceh Barat diketahui terjadi pada lahan masyarakat yaitu pada tanah gambut luasan sekitar 20 hektare (ha). Kemudian di Panai Tengah Labuan Batu Sumut adalah kebun sawit tapi sudah tidak terurus .

"Begitu juga dengan 2 lokasi di Pelalawan infonya APL (Areal Peruntukkan Lain) statusnya masih dalam konfirmasi. Kalau yang di Dumai ini di TWA (Taman Wisata Alam) Sungai Dumai," ungkapnya.

Menurutnya, operasi pemadaman Karhutla di Sumatra khususnya Aceh Barat, terkendala sumber air mulai menipis. "Ini kami cek juga dari monitoring tinggi muka air juga terlihat turun drastis di beberapa wilayah," ujarnya.

Kemudian sambungnya, sebagian lagi akses menuju lokasi yang jauh dari perkampungan di Panai Tengah, Labuan Batu.  

"Jadi tim pemadam harus menginap di luar lokasi. Jarak terdekat 1 jam dari rumah terakhir," tuturnya.

Ia mengungkapkan, kondisi Karhutla di Sumatra dan Kalimantan awal tahun 2026 perlu segera mendapatkan perhatian serius.

"Sumatra dan kalimantan tepatnya. Ini barengan fase nya Riau-Sumut- Aceh dan Kalbar, Kalteng. Pontianak sempat beberapa hari berasap dan kondisi ISPU ya sangat tidak sehat di pagi hari," ungkap Ferdian. (H-4)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Indriyani Astuti
Berita Lainnya