Headline
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Diskon transportasi hingga 30%, bantuan pangan, dan sistem kerja fleksibel bergulir.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan Provinsi DKI Jakarta mempercepat pelaksanaan transformasi layanan kesehatan, salah satunya dengan pemanfaatan teknologi digital menuju layanan kesehatan masyarakat yang terintegrasi, aman, bermutu, serta efisien.
Perubahan dan pembaruan fasilitas yang mampu meningkatkan kesehatan masyarakat bisa diwujudkan bukan hanya dalam pembangunan infrastruktur, tetapi juga suatu bangunan yang mampu memberi makna, sehingga warga yang dilayani dapat memperoleh pengalaman yang baik.
Pada 3 Agustus 2022, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan meresmikan penjenamaan (branding) Rumah Sehat untuk Jakarta di 31 Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD). Branding Rumah Sehat untuk Jakarta sejatinya tidak mengubah nama dari RSUD, melainkan sebagai harapan atas peningkatan kualitas kesehatan masyarakat Jakarta.
Dengan penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta, harapannya dapat mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya berkunjung pada saat sakit, tetapi juga dalam rangka mempertahankan dan meningkatkan kualitas kesehatannya. Dengan demikian, masyarakat menjadikan kesehatan sebagai tujuan dan cara hidup.
“Selama ini, kita datang ke rumah sakit untuk sembuh, padahal untuk sembuh harus sakit dulu. Nah, di sisi lain pada pandemi kemarin kita menyaksikan pentingnya menjaga kesehatan. Karena itu, RSUD ini perannya ditambah, yakni aspek promotif dan preventif melalui Rumah Sehat untuk Jakarta,” ungkap Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan pada peluncuran penjenamaan ‘Rumah Sehat untuk Jakarta’ di RSUD Cengkareng, Rabu (3/8).
Kepala Dinas Kesehatan DKI Jakarta Widyastuti menjelaskan, pembaruan ini dapat menjadi wajah baru bagi pelayanan kesehatan rujukan di DKI Jakarta.
“Logo penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta terinspirasi dari kelopak bunga melati gambir, yang merupakan salah satu bunga khas DKI Jakarta yang tidak hanya indah, tetapi juga memiliki manfaat kesehatan sebagai obat,” jelasnya.
Widyastuti juga memaparkan, penjenamaan Rumah Sehat untuk Jakarta merupakan komitmen mewujudkan transformasi layanan kesehatan, termasuk di antaranya transformasi digital.
Dalam melaksanakan transformasi digital tersebut, Dinas Kesehatan DKI Jakarta berkolaborasi dengan Kementerian Kesehatan untuk mengintegrasikan Rekam Medik Elektronik dengan platform SATU SEHAT. Platform ini membuka jalan untuk mewujudkan Integrasi Rekam Medik Elektronik di seluruh fasilitas kesehatan milik Pemprov DKI Jakarta.

Selain itu, Dinkes DKI Jakarta mengembangkan pula layanan unggulan dan jejaring layanan rujukan jantung terpadu, stroke terpadu, trauma center, luka bakar, kesehatan mata, geriatri terpadu, kesehatan ibu dan anak, tumbuh kembang anak, onkologi terpadu, tuberkulosis resisten obat, serta ginjal terpadu.
Pengembangan pelayanan unggulan dan jejaring layanan rujukan RSUD atau Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) dipetakan berdasarkan kebutuhan masyarakat (prevalensi penyakit), kesesuaian kemampuan RS (lahan, sumber daya manusia, sarana dan prasarana, serta alat kesehatan), dasar perencanaan, pengembangan dan penganggaran rumah sakit, serta geografis dan konsep kewilayahan.
“Pelayanan unggulan diklasifikasikan berdasarkan level kemampuan pelayanan, standar sumber daya manusia dan organisasi, standar sarana dan prasarana, serta standar alat kesehatan (level 1 sampai level 4),” jelas Widyastuti.
Dalam pemetaan jejaring layanan rujukan, Dinkes DKI Jakarta menggunakan konsep Hospital Hub and Spoke Model. Tujuannya, untuk keseragaman pelayanan di seluruh rumah sakit daerah agar bisa lebih efisien, karena teknologi dan keahlian medis paling canggih dipusatkan di Hub.
Hal ini guna menghindari duplikasi layanan yang mahal di seluruh rumah sakit daerah, kolaborasi dan sistemnya pun pada level pelayanan unggulan.
Pengembangan jejaring layanan rujukan ini diprioritaskan untuk pelayanan di Instalasi Gawat Darurat (IGD), Instalasi Kamar Operasi, Rawat Inap, Rawat Inap Khusus, Intensive Care Unit (ICU), dan layanan intensif lainnya, serta layanan ambulans untuk jejaring Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu (SPGDT).
Untuk pengembangan layanan rujukan di RSUD Kelas A dan B, saat ini sudah ditetapkan layanan unggulan yang bersifat mandatori, antara lain layanan jantung, stroke, kesehatan ibu dan anak, TB-RO (tuberkulosis resisten obat), serta HIV.
“Layanan unggulan tambahan disesuaikan dengan kemampuan RS, seperti layanan ginjal, trauma center, luka bakar, onkologi, hingga geriatri. Dengan transformasi ini, harapannya pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik,” ujarnya.
Revolusi Keren Pelayanan Kesehatan
Pengamat Kesehatan dan Epidemiolog Universitas Indonesia, Pandu Riono, mengatakan bahwa penjenamaan (branding) Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) di Jakarta merupakan revolusi layanan kesehatan. “Itu revolusi layanan kesehatan yang keren,” katanya saat dihubungi.
Ia menerangkan, saat ini layanan kesehatan Pemprov DKI Jakarta tidak lagi berfokus kepada orang yang sudah sakit dan sebagian akan meninggal atau cacat.
“Layanan kesehatan berfungsi memelihara kesehatan penduduk. Penduduk bisa datang ke RSUD untuk menjaga kesehatan, bukan berobat karena sudah sakit, bergejala berat,” tuturnya.
Dengan penjenamaan ini, diharapkan mindset yang sudah lama tertanam di benak masyarakat itu perlahan bisa diubah sedikit demi sedikit.
“Harapannya, RSUD bisa bergerak ke arah hulu, bergerak untuk edukasi, bergerak untuk hidup lebih sehat, bergerak untuk pencegahan, bergerak untuk temuan atau screening tahap awal sebelum bergejala, sehingga sebagian besar penduduk akan tetap sehat,” ucapnya.
Tak cuma sekadar branding, Rumah Sehat untuk Jakarta juga mengembangkan jejaring teknologi demi memberikan pelayanan optimal kepada masyarakat.
Rekam medik pun kini bisa terdigitalisasi dengan baik dan terhubung dalam jejaring teknologi yang dikembangkan Rumah Sehat untuk Jakarta.
“Jadi, tidak perlu ada medical record lagi. Medical record bisa terhubung satu sama lain. Bisa gunakan Nomor Induk Kependudukan (NIK), semua penduduk bisa terdata dengan baik,” ujarnya.
“Misalnya, saya bisa ke RSUD Pasar Minggu, kemudian saya beraktivitas di Jakarta Utara dan ke RSUD Koja, tinggal pakai NIK semua data (medis) sudah keluar,” sambungnya.
Di sisi lain, Wakil Ketua DPRD Provinsi DKI Jakarta, Khoirudin, turut mendukung kebijakan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan terkait branding Rumah Sehat Untuk Jakarta.
“Kami mendukung branding dari Rumah Sehat tersebut, karena memberikan aura positif dan sugesti pada penyembuhan dan kesehatan, agar yang sakit menjadi sehat,” kata Khoirudin (4/8).
Ia menjelaskan, pembangunan manusia tidak hanya mencakup aspek fisik seperti infrastruktur, tetapi juga psikologis untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menjadi patokan bagi arah pembangunan Jakarta yang lebih humanis serta berperikemanusiaan.
Melalui penjenamaan ini, Khoirudin juga berharap seluruh warga DKI Jakarta, tanpa mengenal latar belakang, mendapatkan haknya untuk menjadi sehat.
“Harapan kami, branding ini diiringi dengan peningkatan kualitas layanan dan fasilitas yang ada, sehingga tidak ada lagi warga Jakarta yang takut atau tidak bisa berobat ke RS,” paparnya. (OL-7)
Gubernur DKI Jakarta pastikan stok pangan aman, harga terkendali, dan pasokan gas LPG siap jelang Ramadan dan Idulfitri 2026.
Pemprov DKI juga mulai mengandalkan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI).
Terkait dukungan anggaran, politisi yang juga menjabat sebagai Ketua Komisi D mendukung segala kajian dan rencana yang memiliki dampak positif untuk masyarakat luas.
Skema kerja sama dengan pengembang di sepanjang trase akan mempermudah pengembangan MRT, terutama dalam pengelolaan TOD dan pembiayaan proyek.
Menurutnya, saling bantu antara daerah ini perlu dilakukan guna memudahkan menyelesaikan sebuah permasalahan.
Letaknya yang strategis di samping JIS menjadikannya salah satu titik potensial untuk pengembangan wisata urban di Jakarta Utara.
Dinas Kesehatan telah menurunkan tim medis serta menyiagakan layanan kesehatan bagi masyarakat terdampak.
Terdapat 160 kasus DBD pada Oktober 2025, 161 kasus pada November dan meningkat menjadi 163 kasus DBD pada Desember 2025 di Jakarta Barat.
Saat ini, di Kota Bandung baru ada dua puskesmas yang sudah beroperasi penuh selama 24 jam, yakni Puskesmas Ibrahim Adjie dan Puskesmas Garuda
Pada 2025 ada 24.851 jiwa terduga Tb. Sampai Agustus, ditemukan 15.300 terduga, dengan temun kasus baru sebanyak 1.978 orang.
Salah satu kendala utama dalam mencapai target IDL di Pangkalpinang adalah masih adanya penolakan dari sebagian masyarakat.
Dinas Kesehatan Kabupaten Ciamis, menemukan 20 kasus baru HIV yang terjadi pada tahun 2025.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved