Minggu 24 Juli 2022, 21:59 WIB

Polri Selisik Jejak Digital Versi Keluarga Brigadir Yoshua

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polri Selisik Jejak Digital Versi Keluarga Brigadir  Yoshua

Antara
Kadiv Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo

 

KADIV Humas Polri Irjen Dedi Prasetyo mengatakan pihaknya akan mendalami soal adanya jejak digital pembunuhan berencana yang ditemukan keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat.

Dedi mengaku belum bisa berkomentar banyak mengenai temuan tersebut. Kepolisian akan menyampaikan lebih lanjut ketika penyidik selesai melakukan pendalaman.

"Semua info yang ada sedang didalami oleh tim penyidik Bareskrim. Kalau sudah selesai akan disampaikan," kata Dedi, ketika dihubungi, Minggu (24/7).

Sebelumnya, pengacara keluarga Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat, Kamaruddin Simanjuntak, mengatakan pihaknya menemukan jejak elektronik dugaan pembunuhan berencana terhadap Brigadir J. Kamaruddin mengaku ada bukti rekaman elektronik terkait dugaan pembunuhan berencana itu.

"Satu hal yang perlu diinformasikan adalah kami sudah menemukan jejak digital dugaan pembunuhan berencana, artinya ada rekaman elektronik," kata Kamaruddin.

Kamaruddin mengatakan dari rekaman elektronik yang diperoleh terlihat almarhum Brigadir Yoshua mengalami ketakutan pada Juni 2022 hingga menangis.

Kamaruddin menyebut dugaan ancaman pembunuhan itu terus berlanjut hingga satu hari menjelang kejadian. Ia menduga tempat kejadian pembunuhan Brigadir J berada di Jateng atau pun di rumah Ferdy Sambo.

"Namun salah satu yang saya pastikan, itu pengancamannya di Magelang (Jawa Tengah). Untuk TKP tidak tertutup kemungkinan bisa terjadi di Magelang atau antara Magelang-Jakarta atau di rumah Ferdy Sambo," terangnya.

Diketahui, Brigadir J disebut tewas dalam insiden saling tembak dengan Bharada E di rumah Irjen Ferdy Sambo di Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan, Jumat (8/7). Namun, peristiwa itu baru diungkap pada Senin (11/7).

Polisi mengklaim penembakan itu berawal dari dugaan pelecehan yang dilakukan Brigadir J terhadap istri Sambo.

Polisi mengatakan Brigadir J mengeluarkan total tujuh tembakan, yang kemudian dibalas lima kali oleh Bharada E. Tidak ada peluru yang mengenai Bharada E. Sedangkan tembakan Bharada E mengenai Brigadir J hingga tewas.

Kapolri telah membentuk tim khusus untuk mengusut insiden tersebut. Selain itu, Komnas HAM juga melakukan penyelidikan secara independen terhadap kasus itu.

Saat ini Sambo telah dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kadiv Propam Polri. Kapolri mengatakan penonaktifan Sambo agar penyidikan kasus penembakan Brigadir J terlaksana dengan baik dan menghindari berbagai spekulasi di ruang publik. (OL-8)

Baca Juga

MI/Kisar Rajagukguk

Meriahkan HUT RI ke-77, SMPN 19 Kota Depok Hadirkan Kuliner Angkringan di Sekolah

👤Kisar Rajagukguk 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:42 WIB
MEMERIAHKAN HUT Kemerdekaan RI ke-77, SMPN 19 Kota Depok menghadirkan kegiatan angkringan dengan aneka macam hidangan...
dok.ist

Semarakkan HUT RI ke-77, Sandiaga Uno Buka Pesta Rakyat di Bekasi

👤mediaindonesia.com 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:31 WIB
MENPAREKRAF Sandiaga Uno membuka acara Pesta Rakyat di salah satu ikon Mall tertua di Bekasi memeriahkan HUT ke 77 Kemerdekaan...
dok.ant

Sedayu Sejahtera Abadi Ungkap Legalitas Tanahnya di Cengkareng

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 19 Agustus 2022, 10:01 WIB
PT. Sedayu Sejahtera Abadi (SSA) memperlihatkan legalitas kepemilikan tanah pihaknya seluas 112.840 meter persegi di Jl.Kamal Raya Outer...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya