Kamis 30 Juni 2022, 18:27 WIB

Polda Usut Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Depok

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polda Usut Dugaan Pencabulan Santriwati di Ponpes Depok

Dok MI
Ilustrasi

 

POLDA Metro Jaya mendalami kasus dugaan pencabulan yang dilakukan ustaz terhadap santriwati di bawah umur di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah, Depok, Jawa Barat.

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan mengatakan pihaknya telah menerima tiga laporan dari yang diwakili oleh para orang tua korban. Mereka melaporkan empat ustaz yang diduga melakukan tindakan pencabulan.

Setelah menerima laporan tersebut, kata Zulpan, penyidik Subdit Renakta Ditreskrimum kemudian memeriksa para pelapor dan para korban.

"Saat ini penyidik dari Subdit Renakta tertentu yang menangani kasus ini sedang bekerja kemudian memeriksa beberapa saksi yang dianggap mengetahui kejadian ini," kata Zulpan, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Jumat (30/6).

Zulpan mengatakan kepolisian juga telah bersurat kepada Unit Pelaksana Teknis Daerah Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Depok untuk melakukan pemeriksaan psikologi terhadap para korban.

Selain itu, pihaknya juga masih mengumpulkan barang bukti, seperti hasil visum dan memeriksa sejumlah saksi untuk menyelidiki lebih lanjut.

"Dalam hal ini kita belum menentukan tersangka dan masih melengkapi keterangan-keterangan dan bukti-bukti, baik itu saksi, bukti visum yang masih dilakukan. Apabila sudah terpenuhi unsur pidana akan dilakukan pendekatan hukum terhadap pelaku," katanya.

Sebelas santriwati di bawah umur diduga menjadi korban pemerkosaan oleh empat ustaz dan satu pelajar di Pondok Pesantren Istana Yatim Riyadul Jannah, Depok.

Kuasa hukum korban Megawati melaporkan kejadian tersebut ke Polda Metro Jaya dengan tiga LP yang berbeda. Tiga LP tersebut di antaranya memiliki Nomor STTL/B/3082/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA. Nomor STTL/B/3083/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA. Nomor STTL/B/3082/VI/2022/PTSP/POLDA METRO JAYA.

Megawati mengatakan, dari empat ustaz yang dilaporkan, dua di antaranya masih aktif mengajar di pondok pesantren tersebut.

"(Pelaku) ada yang masih aktif dan ada yang sudah keluar. Empat pengajar satu siswa. Dua orang pengajar sudah tidak aktif. (Dua pengajar masih aktif) kebetulan yang siswa masih aktif," kata Megawati saat dihubungi, Rabu (29/6).

Megawati menjelaskan terdapat 11 korban yang dilecehkan oleh pelaku. Namun, hanya 5 orang yang berani untuk mengungkap pencabulan yang dialaminya.

"Yang berani untuk speak up hanya 5 orang, tapi sekarang yang diperiksa baru 3 orang, karena yang 1 orangnya lagi di bandung dalam kondisi sakit dan baru dijemput beberapa hari yang lalu karena yatim piatu ya dijemput oleh tantenya," tandasnya. (OL-8)

Baca Juga

Dok MI

Pemuda di Tangerang Sekap dan Perkosa Perempuan 16 Tahun

👤Rahmatul Fajri 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 23:42 WIB
Korban tidak kenal dengan pelaku, namun diketahui pelaku adalah teman dari teman lelaki...
Dok Polri

Polri Yakini Keterangan Putri Candrawathi Ungkap

👤MGN 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:57 WIB
"Faktor pemicu kejadian sebagaimana diungkapkan Pak FS (Ferdy Sambo)," ujar...
dok.ist

Sahabat Sandi Gelar Pelatihan Barista untuk Ciptakan Lapangan Kerja

👤mediaindonesia.com 🕔Minggu 14 Agustus 2022, 22:18 WIB
SANDIUNO menggelar pelatihan Barista Kopi di Seso' Jl Tanah Abang II No.44, Jakarta Pusat. Kegiatan tersebut guna mengasah keterampilan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya