Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
VIRAL di media sosial beberapa video memperlihatkan sekelompok anak-anak remaja menyetop kendaraan besar atau truk yang sedang melintas dengan paksa.
Beberapa diantaranya menjadi korban karena sang supir tidak sempat untuk rem mendadak. Kegiatan yang berbahaya seperti ini mendapatkan perhatian besar dari Kepolisian Republik Indonesia.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya, Kombes Sambodo Purnomo Yogo mengatakan hal tersebut tidak dibenarkan. Ia menilai dengan meninggalnya korban, sang supir bisa terbebas menjadi tersangka.
"Kegiatan yang sangat berbahaya, dan bila terjadi kecelakaan bisa jadi Supirnya tidak jadi tersangka, malah yang buat konten tersebut yang bisa jadi tersangka," ujarnya saat dihubungi Media Indonesia, Sabtu (18/6).
Baca juga: Lomba Ketangkasan Bermotor Tingkatkan Kemampuan Berkendara Polisi
Lebih lanjut, pihaknya masih belum tahu motif sekelompok anak muda ini memberanikan diri membuat konten tersebut.
"Saya kurang tahu tujuannya apa, tapi kegiatan tersebut sangat berbahaya," imbuhnya.
Sebelumnya, Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria mengatakan pengawasan orang tua juga menjadi penting untuk melihat sejauh mana pemanfaatan media sosial dalam keseharian.
"Mari kita para orang tua memastikan anak anak kita jangan membuat konten atraksi yang berbahaya," pungkasnya beberapa waktu lalu. (OL-4)
ANGGOTA Satgas Remaja IDAI memaparkan alasan remaja seringkali melakukan sesuatu tanpa memikirkan konsekuensi atau dampak setelahnya, yang kerap disebut dengan istilah kenakalan remaja.
Kasus tawuran antar kelompok remaja yang diduga menewaskan satu orang di Jalan Taruna Jaya, Cibubur, Jakarta Timur, masih diselidiki oleh pihak kepolisian.
Ketua Pengurus Surau Gadang Darus Salikin, Defri menekankan pentingnya mengenalkan Tahun Baru Islam sebagai identitas dan budaya umat Muslim.
FSGI menilai hal itu merupakan kebijakan instan, tidak menyentuh akar masalah, dan berpotensi tidak berdampak jangka panjang dalam perubahan perilaku.
Enam remaja yang hendak tawuran di kawasan Jalan Pal Putih, Kelurahan Kramat, Kecamatan Senen, Jakarta Pusat, ditangkap Polres Metro Jakarta Pusat.
Dedi Mulyadi merencanakan program militer bagi orang dewasa yang kerap nongkrong di perempatan, mabuk-mabukan, tawuran, hingga pelaku tindak pidana ringan.
Langkah ini diambil sebagai bentuk kepastian hukum setelah tercapainya kesepakatan antara pihak-pihak yang berperkara.
Penyidik Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya telah menjadwalkan pemeriksaan Richard Lee untuk mendalami keterangan tambahan.
Kepolisian terus bergerak menelusuri setiap petunjuk terkait keberadaan tersangka AJ.
Setelah adanya permohonan RJ dari para pelapor dan tersangka, serta mempertimbangkan terpenuhinya syarat keadilan restoratif sesuai ketentuan yang berlaku.
Langkah hukum ini diambil sebagai upaya edukasi sekaligus perlindungan bagi generasi muda dari praktik investasi yang tidak memiliki legalitas jelas.
Polisi telah menerima laporan tersebut. Saat ini, status terlapor masih dalam tahap penyelidikan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved