Headline
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Utusan AS mengungkapkan Dewan Perdamaian juga akan beroperasi di wilayah selain Gaza.
Kumpulan Berita DPR RI
POLSEK Tanjung Duren Jakarta Barat mengamankan seorang ayah berinisial EES, 40, yang tega menganiaya anak kandungnya di kawasan Tanjung Duren, Jakarta Barat. Motif pelaku melakukan penganiayaan tersebut karena faktor ekonomi.
"Pelaku terpancing amarah saat kedua anak pelaku tak membalas panggilannya. Ia lalu naik pitam kemudian melempar gelas dan botol kaca yang berada di dapur rumah pelaku," ujar Kasi Humas Polres Metro Jakarta Barat Komisaris Moch Taufik Iksan, Selasa (31/5).
Dalam kesempatan yang sama Kapolsek Tanjung Duren Komisaris Muharram Wibisono mengatakan pelaku dengan istrinya sering cekcok karena kondisi ekonomi keluarga. "Pelaku menganggur kemudian sering terjadi cekcok," ucapnya.
Kondisi seperti itu menimbulkan emosi terpendam oleh pelaku dan kerap emosi. "Tak hanya melakukan penganiayaan terhadap anaknya, pelaku juga pernah melakukan kekerasan dalam rumah tangga terhadap istrinya tetapi diselesaikan secara kekeluargaan," terang Kapolsek.
Kejadian kekerasan yang dilakukan oleh pelaku berawal ketika menyuruh anaknya ke warung untuk membeli sesuatu barang dengan cara berutang. Karena diminta berutang, anak pelaku tidak mau karena malu. Kemudian pelaku emosi dan melemparkan gelas dan botol kaca yang ada di dapur lalu melakukan penganiayaan dengan memukul terhadap MRI dan MA yang merupakan anak pelaku.
"Pelaku memukul MRI dengan menggunakan tangan kanan yang mengepal ke dahi sebanyak 1 kali dan pelipis mata kiri sebanyak 2 kali dan menggunakan pipa paralon dipukulkan ke perut sebanyak 1 kali," paparnya. Sedangkan MA dipukul menggunakan tangan kanan yang mengepal ke pipi kanan dan perut. Sedangkan kuping kanan, lengan kiri, dan perutnya dipukul menggunakan pipa paralon yang dipegang di tangan kanan pelaku.
Tak hanya di situ, EES melakukan penganiayaan dengan melempar betis kanan korban menggunakan beling pecahan gelas.
Setelah selesai membersihkan pecahan beling, pelaku kemudian naik ke lantai 2 untuk istirahat di kamarnya. Akibat kejadian pemukulan tersebut MRI mengalami sakit pada kepala dan perutnya. MA mengalami luka sobek pada betis kaki kanan, pipi kanan memar, perut memar kemerahan.
Baca juga: Tawuran Lempar Botol di Petamburan, Polisi Amankan 11 Remaja
Muharram menjelaskan, kemudian pada Minggu (22/5) pelaku diusir oleh adik istrinya karena melakukan pengerusakan pintu ruang tengah dan melakukan kekerasan terhadap anak di rumah pelaku. Akibat insiden tersebut kemudian istri melaporkan pelaku ke Polsek Tanjung Duren Jakarta Barat.
Pelaku berhasil diamankan empat hari setelah laporan diterima. Pelaku berhasil diamankan di rumah orangtuanya di daerah Tegal Jawa Tengah. Guna mempertanggungjawabkan perbuatannya pelaku dikenakan Pasal 44 UU Nomor 23 Tahun 2004 tentang Penghapusan Kekerasan Dalam Rumah Tangga dan atau Pasal 80 UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas UU NOmor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. (OL-14)
Sebuah pertikaian keluarga berujung pada tewasnya seorang pria berusia 55 tahun, berinisial MG di Rumah Adat Gendang Palit. Korban diduga menjadi korban penganiayaan oleh tiga keponakan.
POLSEK Kalikajar bersama Tim Resmob Polres Wonosobo berhasil mengamankan seorang Sekretaris Desa (Sekdes) yang diduga melakukan penganiayaan terhadap sesama perangkat desa.
kasus bullying atau perundungan di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah memperpanjang catatan kelam bahwa sekolah belum menjadi ruang yang aman bagi anak.
POLRES Timor Tengah Selatan (TTS), Nusa Tenggara Timur (NTT), menetapkan oknum guru olahraga berinisial YN, 51, sebagai tersangka dalam kasus penganiayaan siswa di bawah umur.
Kejadian bermula saat tiga tersangka, yakni SPS, RAH dan MR berboncengan mengendarai sepeda motor ugal-ugalan menabrak mobil korban. Korban pun menegur.
DUA kasus penganiayaan terjadi di dua lokasi berbeda wilayah selatan Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Satu orang meninggal dunia dan satu orang mengalami luka berat.
Pasangan pengantin di Jakarta Barat tetap menggelar resepsi pernikahan meski banjir setinggi lutut merendam lokasi acara.
Hingga Minggu sore, 47 rukun tetangga (RT) dan 23 ruas jalan di Jakarta belum terbebas dari genangan akibat hujan deras yang mengguyur sejak Sabtu malam.
ENAM orang diduga melakukan pungutan liar atau pungli ditangkap polisi akibat menutup pintu exit Tol Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta Barat. Mereka merupakan juru parkir.
HUJAN deras yang mengguyur wilayah Jakarta Barat pada Senin (12/1) kemarin menyebabkan banjir di sejumlah titik di Rawa Buaya, khususnya di RW 01 dan RW 02.
Evaluasi ini akan mencakup berbagai aspek teknis, termasuk penentuan jalur lintasan yang boleh dilalui oleh kendaraan berat agar tidak berbenturan dengan jam sibuk masyarakat.
Para pelaku telah diserahkan ke otoritas yang lebih tinggi untuk penyidikan mendalam.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved