Headline
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Taksiran kerugian itu belum yang diderita masyarakat, termasuk para pelaku usaha.
Kumpulan Berita DPR RI
DINAS Kesehatan DKI Jakarta diminta memeriksa kesehatan warga di Rusun Marunda, Jakarta Utara, secara berkala.
Sebab, banyak warga yang kurang mengetahui dampak negatif dari abu batu bara terhadap kesehatan mereka. Diketahui, wilayah Rusun Marunda terdampak pencemaran abu batu bara.
"Perlu kehadiran Suku Dinas Kesehatan Jakarta Utara, yang menurut warga belum pernah hadir memeriksa kesehatan mereka hingga saat ini," ujar Komisioner KPAI Retno Listyarti dalam keterangan pers, Minggu (20/3).
Baca juga: Cemari Kawasan Marunda, PT KCN Diwajibkan Perbaiki 32 Item
Selain itu, warga juga kerap mengalami gangguan pernapasan, seperti batuk, pilek dan radang tenggorokan. Retno juga menerima video dari warga yang menunjukkan abu batu bara menempel di lantai rumah, barang, hingga perkakas masak di dapur.
"Paling banyak keluhan yang disampaikan adalah iritasi pada mata akibat partikel halus batu bara masuk ke mata dan menimbulkan gatal. Itu bahaya jika dikucek matanya," imbuh Retno.
Baca juga: Anies Naikkan Dana Hibah Untuk 81 Ribu Guru Honorer Tahun Ini
Sebelumnya, Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta menjatuhkan sanksi kepada PT Karya Citra Nusantara (KCN) atas pencemaran lingkungan akibat abu batu bara di Marunda.
Pihak KCN bertemu dengan Dinas LH DKI di Kantor Wali Kota Jakarta Utara pada Kamis (17/3) lalu terkait sanksi yang dijatuhkan. Sanksi tersebut menyangkut aktivitas perusahaan yang berdampak buruk terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat.(OL-11)

Pendekatan represif dan pengamanan tidak lagi memadai mulai menjadi arus utama dalam kebijakan daerah.
Pelaksanaan OMC dilakukan secara terukur dengan merujuk pada data prakiraan cuaca terbaru.
BPBD DKI Jakarta melaporkan 10 ruas jalan dan 16 RT terendam banjir setinggi 10–70 cm akibat hujan deras sejak Sabtu malam (17/1/2026).
Pada pagi hari, seluruh wilayah Jakarta diperkirakan akan hujan ringan. Namun, potensi hujan petir sudah mulai muncul sejak pagi menjelang siang.
Kondisi ini dipicu oleh penguatan Monsun Asia dan adanya sistem tekanan rendah di selatan Nusa Tenggara Barat yang membentuk pola konvergensi atau pertemuan angin.
Rano menjelaskan bahwa Jakarta membutuhkan kebijakan yang mampu menyatukan aspek pencegahan, pemberantasan, penanganan, serta rehabilitasi.
Kendala utama berada pada pengadaan tanah, baik melalui pembelian maupun pembebasan lahan, yang kerap berbenturan dengan realitas sosial dan ekonomi kota padat.
Fokus penataan tidak hanya menyentuh aspek estetika visual, tetapi juga penguatan fungsi infrastruktur dasar.
Lebih lanjut Pramono merinci, jumlah anggaran Rp100 miliar bukan hanya dikeluarkan untuk pembongkaran tiang saja.
Seharusnya, lanjut Bun, Pemprov DKI siap siaga sejak awal. Termasuk apel siaga dan persiapan teknis lainnya.
SEBANYAK 109 tiang monorel di Jalan Rasuna Said, Jakarta akan dibongkar. Dinas Bina Marga DKI Jakarta berharap pembongkaran tiang monorel itu dapat memecah kemacetan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved