Headline

Warga AS menolak kepemimpinan yang kian otoriter.

Dukcapil DKI Jemput Bola Mendata Pendatang Baru

Mohamad Farhan Zhuhri
30/3/2026 17:11
Dukcapil DKI Jemput Bola Mendata Pendatang Baru
ilustrasi.(MI)

DINAS Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dukcapil) DKI Jakarta mencatat pendatang baru pasca Lebaran 2026 mulai masuk dalam sistem administrasi kependudukan, meski data sementara masih terbatas hingga akhir pekan lalu.

Kepala Dinas Dukcapil DKI Jakarta Denny Wahyu Haryanto menyebut pencatatan terbaru masih mengacu pada pelayanan hingga Jumat, 27 Maret 2026.

“Untuk data pendatang baru pasca Lebaran di web Dukcapil memang baru tercatat sampai hasil pelayanan hari Jumat tanggal 27 Maret 2026. Sedangkan layanan di service point Dukcapil hari Sabtu dan Minggu tutup, jadi baru tercatat dalam Sistem Administrasi Kependudukan (SIAK) terpusat sampai tanggal tersebut,” ujar Denny melalui pesan singkat, Senin (30/3).

Ia menjelaskan, layanan pelaporan pendatang sebenarnya telah dibuka sejak 25 Maret 2026 di seluruh titik layanan Dukcapil, mulai dari tingkat Suku Dinas, kecamatan, hingga kelurahan.

Upaya ini diperkuat dengan strategi jemput bola untuk mempercepat pendaftaran dan memastikan seluruh pendatang tercatat secara administratif.

Lebih lanjut, pihaknya akan menggencarkan sosialisasi dan pembinaan administrasi kependudukan ke tingkat RW pada 1 hingga 20 April 2026.

“Pembinaan administrasi kependudukan ini bukan merupakan operasi yustisia, tapi bentuk fasilitasi Dukcapil kepada masyarakat pendatang untuk melaporkan kedatangan di Jakarta,” tegasnya.

Dalam catatan sementara, jumlah pendatang yang masuk ke Jakarta sejak 25 Maret 2026 mencapai 633 jiwa. Pemerintah menilai angka ini masih akan terus bertambah seiring arus balik Lebaran yang belum sepenuhnya selesai.

Sebagai informasi, Data Dukcapil juga menunjukkan tren penurunan jumlah pendatang dalam dua tahun terakhir. Pada 2024 tercatat 16.207 jiwa atau turun 37,47% dibanding tahun sebelumnya, sementara pada 2025 kembali menurun menjadi 16.049 jiwa atau turun 0,97%.

Menurut Denny, pendataan pendatang tidak sekadar administratif, tetapi menjadi instrumen penting dalam perencanaan pembangunan. "Data yang akurat menjadi dasar pengendalian pertumbuhan penduduk, penyusunan kebijakan sosial ekonomi, serta peningkatan ketepatan sasaran layanan publik,” pungkasnya. (Far/P-3)



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Cahya Mulyana
Berita Lainnya