Headline
Tragedi Bantargebang menjadi bukti kegagalan sistemis.
Kumpulan Berita DPR RI
BANJIR akibat tinggi curah hujan dan naiknya muka air dari Hulu Cileungsi atau Cibongas di atas batas normal hingga melaju ke Kali Bekasi membuat sedikitnya 4 kecamatan pada 11 titik di Kota Bekasi terendam banjir.
Ketua Satgas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi Karsono mengatakan puncak tinggi muka air mencapai top level 350 cm mengakibatkan air memasuki sejumlah kawasan perumahan disertai adanya tanggul yang jebol sehingga air tidak terbendung dengan intensitas deras memasuki perumahan Pondok Gede Permai, Kota Bekasi.
"Genangan air disebabkan bertambahnya debit air di Sungai Cileungsi Kabupaten Bekasi yang berdampak pada daerah aliran Sungai Bekasi," kata Karsono, Kamis (17/2).
Baca juga : Waspada Banjir, PUPR Depok Gelontorkan Rp13 Miliar Bangun Sempadan Saluran
Karsono menjelaskan, banjir merendam 4 kecamatan yaitu Jatiasih, Bekasi Timur, Bekasi Selatan, dan Bekasi Utara. Sedangkan jumlah warga yang terdampak banjir sebanyak 408 jiwa dari 102 kepala keluarga (KK).
Ia mengungkapkan, banjir di Kecamatan Jatiasih terjadi di tiga titik, yakni Perumahan Vila Jati Rasa (50-60 cm), Perumahan Pondok Mitra Lestari (70 cm) dan Perumahan Pondok Gede Permai (10-30 cm).
Kecamatan Bekasi Timur memiliki lima titik banjir dengan ketinggian air terparah mencapai 300 cm yakni di Gang Kali Maya RT 01, 02 RW 05, Bekasi Jaya. Kemudian di Gang Semar RT 04 RW 04, Bekasi Jaya (200 cm), Jalan Mayor Oking RT 01 RW 01, Margahayu (50-60 cm). Gang Mawar RT 08 RW 03, Margahayu (200 cm), dan Kampung Lengkak, Duren Jaya (5-10 cm).
Baca juga : Luapan Sungai Cibareno Timbulkan Sejumlah Kerusakan Di Cisolok Sukabumi
Di Bekasi Utara hanya terdapat satu titik banjir yaitu di Kampung Lebak RT 07 RW 02, Teluk Pucung dengan ketinggian 50-60 cm. Sedangkan, Bekasi Selatan, titik banjir berada di Perumahan Vila Jakasetia, Jakasetia dengan ketinggian 50-60 cm.
Selain genangan air, insiden pohon tumbang juga terjadi di beberapa wilayah. Diantaranya pohon tumbang di pintu masuk utara Kantor Pemerintahan Kota Bekasi, Kelurahan Marga Jaya.
Banjir bermula pada Rabu (16/2) malam, sekitar pukul 19.00 WIB saat tinggi muka air mengalami kenaikan dari Hulu Cileungsi (Cibongas) di atas batas normal. Kemudian air melaju ke Kota Bekasi diperkirakan 3-4 jam sekitar pukul 23.00 WIB.
Sejauh ini, personil BPBD melakukan evakuasi bagi sejumlah warga. Ada yang dievakuasi karena mengalami sakit. Adapun air mulai surut sekitar pukul 05.00 WIB pagi. Sejumlah warga juga telah kembali membersihkan rumahnya dan sebagian bertahan di pengungsian.(RK/OL-09)
BADAN Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta melaporkan kondisi terkini genangan akibat hujan deras yang mengguyur ibu kota sejak Minggu (8/3).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bekasi mencatat sedikitnya 18 titik banjir dan satu rumah roboh di sejumlah wilayah Kota Bekasi, Jawa Barat.
Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi PSI, Bun Joi Phiau mengatakan banjir yang berulang hampir setiap tahun seharusnya sudah dapat diantisipasi dengan sistem pengendalian banjir
Peristiwa tersebut menjadi banjir kedua yang melanda wilayah itu sejak awal tahun 2026, dengan ketinggian air mencapai lebih dari empat meter.
BPBD Kota Tangerang menyatakan sebanyak sembilan wilayah kecamatan terdampak banjir dengan ketinggian 40 - 150 cm akibat tingginya intensitas hujan.
Hujan yang mengguyur wilayah Jabodetabek pada Sabtu (7/3/2026) malam hingga pagi, menyebabkan banjir di sejumlah titik jalan dan pemukiman penduduk.
Bank Mandiri Jawa Barat menyiapkan uang tunai sebesar Rp4,58 triliun untuk pengisian ATM/CRM pada periode 24 Februari hingga 25 Maret 2026.
Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas korporasi di bulan suci Ramadan, melainkan wujud nyata kehadiran Pegadaian di tengah masyarakat.
GELIAT ekonomi syariah di Jawa Barat (Jabar) terus menunjukkan peningkatan yang signifikan. Hal ini tercermin dari kokohnya ekosistem industri halal di wilayah tersebut.
GUBERNUR Jawa Barat Dedi Mulyadi menyoroti kompleksitasnya persoalan tambang di Jawa Barat. Tidak hanya yang ilegal, menurutnya yang legal pun tidak luput dari berbagai masalah.
Data laporan perkembangan APBN terbaru, total pendapatan regional Jawa Barat tercapai sebesar Rp11,09 triliun atau sekitar 5,88% dari target tahunan.
Posko ini tidak hanya berfungsi sebagai tempat istirahat dan fasilitas umum bagi pemudik, tetapi juga sebagai pusat informasi jalur alternatif dan rawan bencana.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved