Headline
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Ada kelompok yang nyaman dengan kelakuan lama, ingin intervensi meski tak lagi berkuasa.
Kumpulan Berita DPR RI
POLISI mengungkap kronologi pembegalan terhadap anggota Brimob Aipda Edi Santoso, 41, di Jalan Raya Kranggan, Jatisampurna, Bekasi, Jawa Barat, pada Selasa (15/2) dini hari WIB.
Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan menjelaskan awalnya korban yang berdinas di Brimob Kelapa Dua, Depok, tengah mengendarai sepeda motornya menuju Pondok Gede, Bekasi, pada pukul 02.00 WIB. Setelah itu, korban dipepet oleh tiga pelaku yang berboncengan dengan sepeda motor.
Pelaku lalu membacok korban hingga terjatuh. "Para pelaku membawa sepeda motor korban," kata Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Rabu (16/2).
Zulpan mengatakan korban mengalami luka-luka dan kini dirawat di RS Brimob Kelapa Dua Depok. Polisi kemudian melakukan penyelidikan dan berhasil menangkap lima pelaku, yakni berinisial MH, 17, RMI, 21, AM, 16, MAL, 17, dan RH, 16, pada Rabu (16/2) dini hari WIB di kawasan Jatisampurna, Bekasi.
"Polres Metro Bekasi Kota dalam waktu 1x24 jam berhasil mengungkap kasus ini dengan menangkap lima tersangka saat nongkrong," katanya. MH merupakan otak dengan menentukan lokasi untuk melakukan pembegalan.
Selain itu, MH mengajak pelaku lain. RMI berperan sebagai pembacok korban. Setelah korban tidak berdaya, sepeda motor korban diambil oleh AM.
Polisi kemudian juga menangkap MAL yang berperan sebagai penyedia dan penyimpan senjata tajam yang digunakan dalam aksi kejahatan. "Tersangka kelima RH berperan menyimpan motor hasil kejahatan kemudian juga nanti dia yang akan menjual motor tersebut secara online," kata Zulpan.
Para pelaku awalnya menentukan lokasi yang dianggap sepi. Setelah menentukan lokasi, tiga pelaku lalu berboncengan dengan sepeda motor. Saat menemui targetnya, pelaku lalu memepet dan membacok korban dengan celurit.
Para pelaku mengaku telah lima kali beraksi dengan modus serupa. Namun, Zulpan tidak merinci lima lokasi tempat pelaku beraksi. "Itu (lima kali beraksi) masih didalami penyidik. Pengakuan mereka itu nanti kami gali lagi siapa tahu lebih dari lima," katanya.
Baca juga: Ada Nama Anak Riza Chalid, Esok PN Jaksel Gelar Kasus Penggelapan
Para pelaku mendapatkan uang sekitar Rp2 juta setelah menjual sepeda motor hasil rampasan. Uang tersebut kemudian digunakan para pelaku untuk foya-foya. Atas perbuatan jahat itu, para pelaku dijerat Pasal 365 KUHP ayat 2 dengan ancaman hukuman 12 tahun penjara. (OL-14)
Kronologi lengkap pembegalan terhadap warga Baduy di Cempaka Putih, Jakarta. Korban terluka, kehilangan barang, dan sempat ditolak rumah sakit
Sandy diringkus setelah berusaha merampas sepeda motor milik warga bersama dua rekannya yang masih buron.
Kampung Bahari di Jakarta Utara dikenal sebagai zona merah narkoba selama lebih dari satu dekade. Jejak bandar, begal, dan jaringan peredaran sabu terus berulang.
GUBERNUR DKI Jakarta Pramono Anung membantah soal rumah sakit di Jakarta menolak warga Baduy bernama Repan yang menjadi korban begal di kawasan Cempaka Putih.
POLISI menangkap tiga pelaku komplotan begal dengan modus berpura-pura menolong korban yang ban kendaraannya disebut mereka oleng, di Kabupaten Deli Serdang.
Albhi dikenal sebagai spesialis begal yang sudah tujuh kali beraksi di berbagai wilayah Medan dan sekitarnya.
POLDA Metro Jaya mengungkapkan bayi yang ditemukan di sebuah apartemen Kota Bekasi, Jawa Barat, pada Senin (9/2), dinyatakan meninggal dunia.
WALI Kota Bekasi Tri Adhianto Tjahyono meninjau langsung lokasi banjir yang merendam permukiman warga di Gang Mawar, Kelurahan Margahayu, Kecamatan Bekasi Timur, Jumat (30/16).
Banjir kembali merendam Kota Bekasi akibat hujan deras dan luapan Kali Bekasi. BPBD mencatat 15 titik genangan di 7 kecamatan dengan air hingga 150 cm.
Sekolah Lansia KUN dihadirkan sebagai wadah pembelajaran bagi para lanjut usia agar tetap memiliki ruang untuk berkembang, beraktivitas, dan berperan aktif di tengah masyarakat
Sejumlah warga yang merupakan penghuni belasan rumah itu sempat terlibat bentrok dengan puluhan petugas gabungan yang dikerahkan.
Meski demikian, masyarakat tetap diperbolehkan merayakan malam tahun baru, tetapi dianjurkan tidak melakukannya secara berlebihan.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved