Headline

PERADABAN tidak pernah tumbuh di ruang hampa. Ia dibangun oleh gagasan, dirawat oleh nilai, dan dijaga oleh nalar.

Begal Barter Sabu, Jejak Narkoba Kampung Bahari yang tak Pernah Padam

Akmal Fauzi
06/11/2025 20:50
Begal Barter Sabu, Jejak Narkoba Kampung Bahari yang tak Pernah Padam
Petugas BNN dan Polda Metro Jaya menggelar operasi penggerebekan di kawasan Kampung Bahari, Jakarta Utara, pada Rabu (5/11) siang(Metrotvnews/Yurike Budiman)

KAMPUNG Bahari di Jakarta Utara telah lama menjadi salah satu kawasan “zona merah narkotika”. Dalam kurun satu dekade terakhir, kawasan ini masuk dalam daftar wilayah dengan tingkat pengungkapan kasus narkoba tertinggi di DKI Jakarta. 

Data penindakan menunjukkan pola yang hampir tidak berubah. Operasi besar dilakukan, pelaku ditangkap, barang bukti disita, namun ekosistem yang membuat jaringan narkoba bertahan tetap utuh.

Pola Penindakan yang Berulang

Rata-rata, lebih dari satu operasi besar dilakukan setiap tahun oleh gabungan BNN, Polda Metro Jaya, dan Polres Jakarta Utara. Dalam setiap razia, aparat menyita berbagai jenis barang bukti, mulai dari sabu, ekstasi, alat isap bong, senjata tajam, hingga senjata airsoft gun. Namun, setelah satu penggerebekan mereda, transaksi narkoba kerap kembali berlangsung di gang-gang sempit yang sulit dijangkau.

Dalam beberapa kasus, aparat juga sempat menghadapi perlawanan dari warga yang terlibat atau dianggap sebagai bagian dari jaringan pengamanan lokal. Kondisi sosial, kepadatan permukiman, serta jalur perlintasan yang sulit diawasi, membuat Kampung Bahari berulang kali menjadi titik distribusi narkoba skala kecil hingga menengah.

Jejak Kasus Besar dan Jaringan Bandar

Sejumlah peristiwa besar pernah menjadikan Kampung Bahari sebagai simpul penting jaringan narkotika nasional. Salah satunya adalah penangkapan bandar besar Alex Bonpis pada Januari 2023. Alex, yang sebelumnya masuk daftar pencarian orang, ditangkap di wilayah Subang dan disebut terhubung dengan jaringan yang membeli sabu dari Irjen Teddy Minahasa.

Begal dan Bandar Mesra di Kampung Bahari

Lebih jauh ke belakang, pada 2016, penggerebekan di Kampung Bahari justru mengungkap fakta lain yaitu  adanya hubungan barter antara sindikat begal motor dan bandar narkoba di kawasan tersebut. Motor hasil curian tidak lagi dijual ke penadah, tetapi ditukar langsung dengan sabu untuk kemudian diedarkan kembali ke masyarakat. 

"Jadi, motor-motor yang dibegal selama ini dibarter dengan sabu milik bandar. Praktik ini sudah berjalan cukup lama," kata kata Kapolres Jakarta Utara saat itu, Kombes Daniel Bolly Tifaona dikutip Harian Media Indonesia, 1 Februari 2016.

Transaksi dilakukan cepat, bahkan hanya melalui jendela rumah tanpa kontak fisik dan tidak lebih dari lima menit.

Polisi yang mengamankan lokasi saat itu menemukan sabu, puluhan senjata tajam, dan barang bukti lain yang memperkuat dugaan hubungan antara dua kejahatan jalanan: pembegalan dan peredaran narkoba.

Kampung Bahari menjadi contoh nyata bagaimana perang terhadap narkoba tidak hanya membutuhkan aparat, tetapi juga intervensi sosial, ekonomi, dan pendidikan berbasis komunitas. Sebab selama ruang hidup warga tetap stagnan, lingkaran narkoba hanya akan berganti wajah, bukan berhenti. (P-4)

 



Cek berita dan artikel yg lain di Google News dan dan ikuti WhatsApp channel mediaindonesia.com
Editor : Akmal
Berita Lainnya
Opini
Kolom Pakar
BenihBaik