Jumat 07 Januari 2022, 10:15 WIB

Kejaksaan Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi di DPKP Depok

Kisar Rajaguguk | Megapolitan
Kejaksaan Tetapkan 1 Tersangka Baru Kasus Korupsi di DPKP Depok

MI/Kisar Rajagukguk
Kejaksaan Negeri Kota Depok menetapkan tersangka baru dalam kasus korupsi di DPKP Kota Depok, Jumat (7/1)

 

PENYIDIK Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Depok menetapkan Kepala Seksi Sarana Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Depok Wahyu Indra Santoso tersangka dalam perkara korupsi.

Kepala Seksi Intelijen Kejari Kota Depok Andi Rio Rahmat Rahmatu mengungkapkan penetapan tersangka Wahyu Indra Santoso (WIS) setelah Kejari Kota Depok mengantongi dua alat bukti yang cukup.

" Penetapan tersangka sudah memenuhi kecukupan dua alat bukti sebagai dasar penetapan tersangka WIS dalam tindak pidana korupsi, " katanya, Jumat (7/1/2022).

Andi mengatakan tersangka WIS dijerat dengan Pasal 2 atau Pasal 3 Undang-Undang tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi Juncto Pasal 55 KUHP.

WIS yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok sebelum tersangka, dia berstatus sebagai saksi.

Untuk menetapkan WIS sebagai tersangka, penyidik Kejari telah memeriksa lebih 50 saksi. Ke-50 saksi yang diperiksa itu sebagian dari internal DPKP. Sebagian lainnya dari luar internal DPKP.

WIS menjadi tersangka dalam kasus tindak pidana korupsi belanja seragam baju celana dan sepatu DPKP tahun 2017-2018.

Ia mengorupsi APBD DPKP dengan jabatannya sebagai pejabat pengadaan. " Ini kado awal tahun 2022, " jelasnya.

Sebelumnya, penyidik Kejari Kota Depok memberi kado serupa pada akhir tahun 2021 kepada dua pejabat Pemerintah Kota (Pemkot) Depok yakni kepada Kepala Bagian Organisasi Tata Laksana Kota Depok Agung Sugiarti dan kepada Bendahara DPKP Kota Depok Acep. Dana yang dikorupsi setotal Rp1.350 miliar.

Agung Sugiarti dan Acep yang mengorupsi seragam baju celana dan sepatu, dan dana badan penyelenggara jaminan sosial (BPJS) pegawai honoror DPKP pada tahun 2016-2018 dijerat Pasal 2 atau Pasal 3 UU tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 KUHP.

Andi melanjutkan, Korps Adhyaksa akan terus memburu koruptor-koruptor di Kota Depok. " Kami (Penyidik) bekerja profesional, " paparnya.

Karena itu, ia meminta kepada pejabat kota agar tidak menggunakan jabatannya menyimpangkan anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD) untuk memperkaya diri (OL-13)

Baca Juga: Polisi Tangkap Dua ABG Pelaku Pembunuhan Remaja di Bekasi

Baca Juga

ANTARA FOTO/Andreas Fitri

Wilayah Taman Sari Hasilkan Sampah 116 Ton Setiap Hari

👤Hilda Julaika 🕔Jumat 27 Mei 2022, 11:04 WIB
Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakarta Barat mengangkut 116 ton sampah setiap hari di wilayah Taman...
MI/ Fahrullah

Transjakarta Sediakan Layanan Untuk Penikmat Java Jazz Festival 2022

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 27 Mei 2022, 08:50 WIB
MEMERIAHKAN perhelatan musik Java Jazz Festival 2022, PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyediakan akses Transportasi menuju lokasi...
MI/Andri Widiyanto

Daya Tampung Sekolah di PPDB Kerap Diabaikan, Ini Imbauan Ombudsman Jakarta

👤Hilda Julaika 🕔Kamis 26 Mei 2022, 23:06 WIB
Faktanya, lanjut Dedy, ketentuan daya tampung ini seperti diabaikan oleh beberapa SMA dan SMK milik pemerintah di Provinsi DKI Jakarta dan...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya