Senin 25 Oktober 2021, 14:23 WIB

DKI dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
DKI dan Bekasi Perpanjang Kerja Sama Bantargebang

Antara
Sejumlah pemulung memindahkan limbah plastik yang sudah dipilah di Bantargebang, Bekasi.

 

PEMPROV DKI Jakarta menjalin kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi untuk meningkatkan pemanfaatan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah, yang kemudian menjadi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) di Bantargebang. 

Mengingat, kerja sama sebelumnya akan berakhir pada 26 Oktober 2021, lalu akan diperpanjang untuk kurun waktu lima tahun ke depan. Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan bersama dengan Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi secara simbolis menandatangani kerja sama tersebut di Balai Kota, Jakarta.

Anies menyambut baik perpanjangan kerja sama ini, karena bisa menjadikan kedua wilayah yang 'bertetangga' untuk menjalankan sebuah kolaborasi. Selain itu, juga dapat menghadirkan banyak manfaat untuk warga di masing-masing wilayah.

Baca juga: Bantargebang Kritis, Masyarakat Jakarta Belum Sadar Sampah

"Sebagai tetangga wilayah, sudah sepatutnya saling berkolaborasi. Seperti, pemanfaatan potensi wilayah dalam memenuhi segala kebutuhan. Saat ini, kita berharap perpanjangan jangka waktu TPST Bantargebang bisa menjadi solusi jangka panjang, sekaligus mengurangi dampak lingkungan," ujar Anies, Senin (25/10).

Lebih lanjut, Anies mengatakan pihaknya berharap kerja sama itu bukan sekadar seremonial, namun menjadi budaya yang menandakan masing-masing wilayah terintegrasi baik secara sosial, budaya dan ekonomi. "Jika warganya sudah mau berkolaborasi, pemerintahnya harus kolaboratif. Semoga kerja sama dengan Bekasi menjadi lebih solid," imbuhnya.

Baca juga: Warga Tuntut Bayar Pembebasan Lahan RTH Pluit Rp120,3 Miliar

Diketahui, ruang lingkup kerja sama dengan Pemerintah Kota Bekasi meliputi dana kompensasi, revisi dokumen Amdal RKL/RPL, berikut pengkajian daya dukung dan daya tampung lingkungan.

Kemudian, jalur dan waktu pengangkutan sampah, monitoring dan evaluasi pengelolaan pemanfaatan, pembuangan dan pengambilan sampah, inovasi teknologi reduksi sampah, hingga proses pengakhiran TPST Bantargebang Bekasi.

Adapun lingkup kompensasi kesepakatan ini, yaitu penanggulangan kerusakan lingkungan, pemulihan lingkungan, serta biaya kesehatan dan pengobatan. Lalu, kompensasi berupa bantuan langsung tunai, hingga pertanggungan kematian bagi warga yang terdampak TPST Bantargebang.(OL-11)

Baca Juga

Antara

Capaian Vaksinasi Covid-19 di Tangerang Tembus 79,2 Persen

👤Ant 🕔Minggu 28 November 2021, 23:27 WIB
Masih ada sekitar 600 ribu jiwa lagi yang harus divaksinasi untuk mencapai target sampai 2,5...
DOK MI

Kasus Mutilasi Di Bekasi Dipicu Sakit Hati Kepada Korban

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 28 November 2021, 22:50 WIB
KASUS pembunuhan yang disertai mutilasi di Bekasi, Jawa Barat dipicu sakit hati pelaku terhadap...
Dok. Pribadi

Abu Muhammad Farhan Terpilih Sebagai Korda BEM Nusantara DKI Jakarta

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Minggu 28 November 2021, 22:16 WIB
Koordinator Daerah Terpilih BEM Nusantara DKI Jakarta, Abu Muhammad Farhan mengucap syukur atas amanah yang diberikan oleh teman-teman...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya