Headline
Pemerintah utamakan menjaga kualitas pendidikan.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta mengungkapkan sejumlah langkah strategis untuk mengurangi tekanan pada Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang di Bekasi. Salah satu upaya utama yang dilakukan adalah mendorong pengurangan sampah langsung dari sumbernya.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menjelaskan bahwa semakin banyak sampah yang dipilah dan dikurangi sejak awal, baik di rumah tangga, perkantoran, maupun kawasan permukiman maka beban yang harus ditangani TPST Bantargebang sebagai lokasi pengolahan akhir akan semakin berkurang.
"Upaya pengurangan sampah di sumber merupakan bagian penting dari strategi jangka panjang pengelolaan sampah Jakarta, sekaligus untuk mengurangi beban timbunan yang masuk ke tempat pemrosesan akhir setiap harinya," ujar Asep dalam keterangan di Jakarta, Rabu (11/3).
Menurutnya, pengurangan sampah dari sumber dapat dimulai dengan langkah sederhana yang dapat dilakukan masyarakat sehari-hari, seperti memilah sampah berdasarkan jenisnya. Kategori tersebut meliputi sampah organik yang mudah terurai, material yang dapat didaur ulang, sampah residu, serta limbah B3 rumah tangga.
Selain memilah sampah, warga juga dianjurkan untuk mengolah sampah makanan melalui proses pengomposan. Barang-barang yang masih memiliki nilai guna pun sebaiknya dimanfaatkan kembali agar tidak langsung menjadi limbah.
"Langkah-langkah tersebut terbukti efektif menekan volume sampah yang harus diangkut ke fasilitas pengolahan maupun tempat pemrosesan akhir," kata Asep.
Di sisi lain, Asep menyebutkan bahwa Pemprov DKI Jakarta terus memperkuat sistem pengelolaan sampah secara menyeluruh, mulai dari hulu hingga hilir. Salah satu langkah yang dilakukan adalah pengembangan fasilitas pengolahan modern, seperti Refuse Derived Fuel (RDF) Plant Rorotan, yang mengolah sampah menjadi bahan bakar alternatif bagi industri semen.
Namun demikian, ia menegaskan bahwa penerapan teknologi pengolahan sampah saja tidak cukup tanpa dukungan masyarakat. Partisipasi aktif warga dalam mengurangi dan memilah sampah sejak dari sumber tetap menjadi faktor penting dalam keberhasilan pengelolaan sampah di Jakarta.
Oleh karena itu, Pemprov DKI mengajak masyarakat untuk mulai membangun kebiasaan memilah serta mengurangi sampah dalam aktivitas sehari-hari.
"Jika masyarakat semakin aktif memilah dan mengurangi sampah, maka sistem pengelolaan sampah Jakarta akan semakin berkelanjutan dan beban TPST Bantargebang dapat terus berkurang karena hanya residu yang dikirim ke sana," ungkap Asep.
Sebagai informasi, TPST Bantargebang saat ini menerima rata-rata 7.354 ton sampah setiap hari yang berasal dari wilayah DKI Jakarta. Sementara itu, total beban harian yang harus ditangani fasilitas pengolahan sampah tersebut mencapai sekitar 7.734 ton per hari. (Ant/E-4)
LONGSORNYA gunungan sampah di TPST Bantargebang yang mengewaskan 7 orang pada 8 Maret lalu menunjukkan bahwa persoalan sampah tidak lagi sekedar isu lingkungan.
Pemerintah pusat maupun daerah dinilai gagal mengimplementasikan kebijakan pengelolaan sampah secara menyeluruh sehingga bencana longsor sampah di Bantargebang terus berulang.
ANGGOTA DPRD DKI Jakarta Josephine Simanjuntak mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan keikusertaan warga dalam mengatasi permasalahan tersebut.
BNPB peringatkan risiko longsor susulan di TPST Bantargebang akibat hujan deras. Simak update pencarian korban dan daftar nama korban meninggal dunia di sini.
ANGGOTA Komisi B DPRD DKI Jakarta Francine Widjojo mendesak Pemprov DKI Jakarta melakukan terobosan dalam pengelolaan sampah Jakarta, menyusul insiden longsor Bantargebang.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol Nurofiq menyoroti pengelolaan sampah di sejumlah terminal bus yang dinilai masih jauh dari standar lingkungan.
Menteri Lingkungan Hidup Hanif Faisol menyatakan rest area menjadi salah satu titik penting untuk mendorong perubahan budaya pengelolaan sampah di masyarakat.
WAKIL Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menyoroti potensi lonjakan jumlah pemudik pada musim mudik Lebaran 2026.
Melalui pendekatan edukasi dan pemanfaatan teknologi, program-program ini bertujuan untuk mengurangi timbulan sampah di tempat pembuangan akhir sekaligus memberdayakan masyarakat.
Anggota DPR RI Arif Riyanto Uopdana mendorong pembangunan TPS 3R dan TPA modern di Pegunungan Bintang demi atasi masalah sampah di Oksibi
Longsor sampah di TPST Bantargebang menjadi peringatan bagi tata kelola sampah Jakarta. Pemprov DKI diminta memperkuat pemilahan dari rumah dan pemberdayaan bank sampah.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved