Headline
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Skor dan peringkat Indeks Persepsi Korupsi Indonesia 2025 anjlok.
Kumpulan Berita DPR RI
WARGA RT 01,02,03,04 dan 05 di RW 04 Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten resah. Pasalnya lahan seluas 2 hektare lebih di lingkunganya yang selama ini berfungsi sebagai resapan diurug oleh pihak pengembang untuk dijadikan Perumahan Cluster Mutiara Kencana.
" Dari awal rencana pembangunan itu, warga menolak. Tapi pihak pengembang terus mengurug lahan tersebut hingga satu meter lebih di atas pemukiman warga," kata Iwan warga RT 04, RW 04, Kelurahan Poris Plawad Indah, Kecamatan Cipondoh, Kota Tangerang, Banten, Kamis (14/10).
Akibatnya, kata dia, warga resah lantaran pemukiman mereka dipastikan akan terendam banjir bila hujan turun. "Belum diurug atau dibangun bila hujan turun jalan-jalan di pemukiman terendam, apalagi setelah diurug seperti ini," kata Iwan.
Bisa-bisa, lanjutnya banjir itu masuk ke rumah- rumah warga. Mengingat saluran air di pemukiman tersebut sudah tidak mampu lagi menampung debit air. "Saat ini bila hujan turun air meluap hingga di jalan-jalan pemukiman, bagaimana jika nantinya kalau perumahan yang posisinya lebih tinggi dari pemukiman itu dibangun," kata dia.
Hal tersebut juga disampaikan oleh Ketua RW 04, Muhammad. Menurut dia warga di Pemukiman tersebut menolak pembangunan perumahan itu, sebelum batas antara perumahan dan permukiman didirikan pagar tembok
"Ya sebelum ada pagar tembok kami keberatan, karena bila hujan turun, sudan pasti air hujan dari perumahan itu akan tumpah atau mengalir ke pemukiman warga," kata dia.
Karena itu, Wawan maupun Muhammad meminta kepada pemerintah Kota Tangerang untuk menghentikan pengurukan atau pembangunan Cluster Mustika Kencana tersebut. " Saya dengar rencana pembangunan itu belum ada izinnya. Gimana mau ada, bila izin dari lingkungan saja belum ada. Tapi mereka sudah berani melakukan pengurukan," kata dia
Baca juga : Surat Pengakuan Hutang Koordinator Jaklingko Beredar di Publik
Dikonfirmasi masalah tersebut, Juru Bicara Perumahan Cluster Mutiara Kencana, Mu'min mengatakan jika ada warga yang resah dan keberatan atas rencana pembangunan perumahan itu diminta datang kepadanya. " Suruh datang aja ke saya," tukasnya.
Begitu juga ketika disinggung soal Izin perumahan tersebut, ia mengatakan semua perumahan yang ditanganinya sudah berizin. "Perijinan di Kantor saya banyak, Saya bangun cluster sudah 15 tahun," katanya dengan singkat melalui aplikasi whatsApp.
Sementara itu, ketika izin analisis mengenai dampak lingkungan (Amdal) yang merupakan dasar untuk dilaksanakannya pembangunan atau proyek perumahan tersebut di cek di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Tangerang, Kepala DLH Kota Tangerang, Tihar Sofyan mengatakan tidak ada.
" Jangankan punya ijin, daftar juga belum ada," tukasnya.
Padahal, lanjut dia, Izin Amdal itu merupakan dasar untuk melakukan pembangunan.Camat Cipondoh Kota Tangerang, Rizal Ridholloh saat ditanya soal pengurukan lahan perumahan Cluster Mutiara Kencana yang mencapai 90 persen lebih, merasa kaget. Pasalnya ketika rencana pembangunan itu meresahkan atau ditolak warga, sudah diminta untuk berhenti.
"Saat itu proyek tersebut sudah saya minta berhenti. Karena perizinannya juga belum ada, saya tegaskan agar diurus terlebih dahulu," kata dia.
Sedangkan Lurah Poris Plawad Indah, Kundarto yang diduga banyak tahu atas dilanjutkannga proyek itu karena kerap turun di lingkungan masyarakat sulit ditemui, Bahkan ketika di hubungi via pesan singkat tidak merespon. (OL-2)
Dampak terparah terjadi di Kampung Babakan Cicarewed, Desa Cijayanti.
Banjir kembali memaksa warga Perumahan Pandan Asri, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, meninggalkan rumah mereka, Kamis (12/2) dan mengungsi ke gedung olahraga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Agam (BPBD) menyatakan dua jembatan darurat di Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam, Sumatra Barat, hanyut terbawa banjir.
TIM gabungan menertibkan bangunan liar yang berdiri di sepanjang bantaran Sungai Citarum khususnya di wilayah RT 01/09 Desa Dayeuhkolot, Kabupaten Bandung, Rabu (11/2).
HUJAN deras yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatra Utara, kembali memicu banjir di Desa Huta Nabolon, Kecamatan Tukka, Rabu (11/2) sekitar pukul 18.35 WIB.
SEBANYAK 112 rumah di Desa Bakalan, Kecamatan Kapas, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur, tergenang luapan Kali Kedunggigil, Rabu (11/2).
KEMENTERIAN Lingkungan Hidup atau Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) merilis temuan terbaru terkait insiden pencemaran Sungai Cisadane.
KLH melakukan pemeriksaan mendalam terkait insiden kebakaran gudang milik PT Biotek Saranatama di Tangerang Selatan pada Februari 2026 yang menyebabkan pencemaran sungai Cisadane.
WARGA di wilayah Tangerang kini dibayangi ancaman kesehatan serius setelah hasil penelitian terbaru menunjukkan adanya peningkatan drastis cemaran pestisida di aliran Sungai Cisadane.
Ekspansi jaringan ritel material bangunan dinilai memiliki peran strategis dalam memperkuat rantai pasok sektor konstruksi di wilayah penyangga Jakarta.
Baru seumur jagung, pernikahan Boiyen dan Rully Anggi Akbar kandas di meja hijau. Simak fakta persidangan dan jadwal sidang lanjutannya di sini.
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved