Headline
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
BEI sempat hentikan sementara perdagangan karena IHSG terkoreksi 8%.
Kumpulan Berita DPR RI
TINGKAT hasil positif atau Positivity Rate mingguan Jakarta semakin menurun. Saat ini angkanya berada di 3,2%. Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, Dinas Kesehatan DKI Jakarta, Dwi Oktavia, memaparkan berdasarkan data terkini Dinas Kesehatan DKI Jakarta, dilakukan tes PCR sebanyak 12.222 spesimen.
"Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 10.083 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 217 positif dan 9.866 negatif. Selain itu, dilakukan pula tes Antigen hari ini sebanyak 14.789 orang dites, dengan hasil 54 positif dan 14.735 negatif," jelas Dwi dalam keterangan resmi, Senin (6/9).
Lebih lanjut, Dwi juga menyampaikan, target tes WHO adalah 1.000 orang dites PCR per sejuta penduduk per minggu (bukan spesimen), artinya target WHO untuk Jakarta adalah minimum 10.645 orang dites per minggu.
Adapun jumlah kasus aktif di Jakarta turun sejumlah 524 kasus, sehingga jumlah kasus aktif sampai hari ini sebanyak 5.061 (orang yang masih dirawat/ isolasi).
"Sedangkan, jumlah kasus Konfirmasi secara total di Jakarta sampai hari ini sebanyak 852.909 kasus. Perlu diketahui, hasil tes antigen positif di Jakarta tidak masuk dalam total kasus positif karena semua dikonfirmasi ulang dengan PCR," tuturnya.
Baca juga : Langgar PPKM, Holywings Kemang Dikenai Denda Maksimal dan Ditutup Hingga PPKM Berakhir
Dari jumlah total kasus positif, total orang dinyatakan telah sembuh sebanyak 834.489 dengan tingkat kesembuhan 97,8%, dan total 13.359 orang meninggal dunia dengan tingkat kematian 1,6%, sedangkan tingkat kematian Indonesia sebesar 3,3%.
Sementara itu, proses vaksinasi juga masih terus berlangsung. Untuk Vaksinasi Program, total dosis 1 saat ini sebanyak 9.900.910 orang (110,7%), dengan jumlah yang divaksin dosis 1 hari ini sebanyak 10.991 orang. Sedangkan, total dosis 2 kini mencapai 6.225.547 orang (69,6%), dengan jumlah yang divaksin dosis 2 hari ini sebanyak 21.479 orang.
Lebih lanjut, capaian vaksinasi untuk anak usia 12-17 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 83,0% dan untuk dosis 2 sebanyak 62,5%. Sedangkan warga usia 18-59 tahun, untuk dosis 1 telah dilakukan sebanyak 117,6% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 69,8%.
Sedangkan, pada kelompok lansia, vaksinasi dosis 1 telah dilakukan sebanyak 87,8% dan vaksinasi dosis 2 sebanyak 76,0%. Sementara vaksinasi gotong royong, untuk dosis 1 telah diberikan kepada 202.642 orang dan dosis 2 sebanyak 169.207 orang. (OL-7)
Status Jakarta sebagai salah satu kota metropolitan paling 'menguras kantong' bagi kaum tajir dunia kembali terkonfirmasi.
KOMITMEN PT Nindya Karya (Persero) dalam mendukung peningkatan mutu pendidikan nasional terus diwujudkan melalui aksi nyata di lapangan.
Ia menegaskan akan meminta persoalan tersebut segera ditangani agar tidak berulang dan tidak menimbulkan dampak lebih luas terhadap aktivitas nelayan.
BMKG, melalui laman resmi https://www.bmkg.go.id/ yang dikutip di Jakarta, Selasa, mencatat kondisi hujan ringan terjadi di Kepulauan Seribu, Jakarta Pusat, Jakarta Barat
BMKG memprediksi pagi hari di sebagian besar wilayah Jakarta akan diawali dengan kondisi berawan tebal.
Wakaf Salman terus memperkuat perannya dalam pengembangan wakaf produktif di Indonesia, dengan menjadikan Jakarta sebagai simpul kolaborasi nasional.
Epidemiolog sekaligus peneliti Global Health Security, Dicky Budiman, mengatakan bahwa sebetulnya hal tersebut tidak mengagetkan karena covid-19 kini sudah menjadi endemi.
Berikut adalah 8 langkah pencegahan Covid-19 yang perlu diterapkan masyarakat untuk memutus rantai penularan virus:
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) telah mengeluarkan Surat Edaran pada 28 Mei lalu mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19.
KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) dalam Surat Edaran mengenai kewaspadaan lonjakan covid-19 menyebut varian dominan yang beredar di Indonesia adalah MB.1.1.
PENGURUS IAKMI dr Iqbal Mochtar mengatakan peningkatan kasus covid-19 di berbagai negara, termasuk Indonesia, saat ini belum sampai pada level mengkhawatirkan.
"Angka ini menunjukkan penurunan yang signifikan dibandingkan dengan puncak wabah tahun ini,"
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved