Rabu 11 Agustus 2021, 11:22 WIB

Bantah Joe Biden, Pakar ITB: Jakarta Tidak Tenggelam Semudah Itu

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Bantah Joe Biden, Pakar ITB: Jakarta Tidak Tenggelam Semudah Itu

Dok.ITB
Dosen Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian ITB Dr. Heri Andreas ST., MT.

 

KEPALA Laboratorium Geodesi ITB Heri Andreas membantah pernyataan Presiden Amerika Serikat (AS) Joe Biden yang menyebut Jakarta akan tenggelam dalam satu dekade ke depan akibat perubahan iklim.

Joe Biden menyebut, naiknya suhu permukaan bumi yang mengakibatkan melelehnya es di kutub utara akan berdampak pada naiknya permukaan air laut. Hal ini akan membuat daerah pesisir seperti Jakarta akan tenggelam.

"Kalau dari 'sea level rise' saja itu tidak akan membuat Jakarta atau daerah-daerah pesisir di Indonesia akan tenggelam. Karena dari hasil penelitan, kontribusi melelehnya es di kutub utara terhadap kenaikan permukaan air laut di Indonesia sangat kecil. Hanya 6 mm per tahun," ungkapnya dalam webinar Ikatan Alumni ITB, Selasa (10/8) malam.

Ia mengatakan, dulu ada prediksi bahwa wilayah utara Jakarta seperti Pluit dan Ancol akan menjadi laut. Namun, hal itu tidak terbukti. Menurut dia, naiknya permukaan laut saja tidak akan membua Jakarta tenggelam.

Ada faktor lain yang bisa mendukung pernyataan Joe Biden tersebut yakni penurunan muka tanah apabila terjadinya masif. Namun, dengan serangkaian upaya yang dilakukan, hal itu diyakininya tidak akan terjadi.

Contohnya adalah upaya yang dilakukan oleh Pemprov DKI untuk mengurangi laju penurunan muka tanah sebagai bagian dari mencegah Jakarta agar tidak tenggelam sudah baik.

Heri menyebut, langkah-langkah yang harus dilakukan untuk mengurangi penurunan muka tanah semisal pembangunan jaringan pipa distribusi air bersih untuk mengurangi penyedotan air tanah, pembangunan tanggul pesisir, penyediaan air baku adalah contoh langkah yang tepat yang dilakukan oleh Jakarta untuk tujuan tersebut.

Namun, ia melihat upaya ini belum maksimal.

"Pendekaan manajemen risiko pesisir yang komprehensif belum dilakukan di Jakarta dan Jawa Tengah. Seperti penanaman mangrove dan lain-lain. So you're doinggood job but not better," kata Heri

Jakarta memang mengalami pelambatan laju penurunan muka tanah dalam satu dekade ke belakang. Namun, hal ini jangan sampai membuat Jakarta lengah karena bisa jadi setelah ada pelambatan, penurunan muka tanah justru mengalami percepatan akibat kewaspadaan dan komitmen yang menurun.

Untuk itu, ia pun berharap pemda terus konsisten dan bisa terus meningkatkan langkah-langkah yang telah dilakukan selama ini agar pelambatan laju penurunan muka tanah bisa lebih progresif. (Put/OL-09)

Baca Juga

Dok. Labscholl Jakarta

Wagub DKI Jakarta Lepas Lari Lintas Juang SMA Labschool Jakarta Peringati HUT RI ke-77

👤Mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 21:30 WIB
Rangkaian Lalinju diawali kegiatan renungan suci di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta dilakukan para siswa khususnya pengurus OSIS...
Antara

Update 17 Agustus: DKI Jakarta Laporkan 2.404 Kasus Covid-19 Hari Ini

👤MGN 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 19:05 WIB
Hari ini, Rabu (17/8) sebanyak 2.404 kasus dari 5.253 kasus covid-19 nasional ditemukan di DKI...
Antara

Pengerjaan MRT Fase 2A Mulai Sasar Pintu Masuk Stasiun Monas

👤mediaindonesia.com 🕔Rabu 17 Agustus 2022, 18:57 WIB
Pintu masuk Stasiun MRT Jakarta Fase 2A CP201 pertama yang akan dibangun adalah Entrance-1 Stasiun MRT Monas. Adapun pembangunan area...

E-Paper Media Indonesia

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya