Selasa 03 Agustus 2021, 14:47 WIB

Anies: Perpanjangan PPKM Untuk Tuntaskan Penurunan Kasus Covid-19

Yakub Pryatama Wijayaatmaja | Megapolitan
Anies: Perpanjangan PPKM Untuk Tuntaskan Penurunan Kasus Covid-19

ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berjalan di area pemakaman khusus COVID-19 di TPU Rorotan, Cilincing, Jakarta Utara

 

GUBERNUR DKI Jakarta, Anies Baswedan mengklaim bahwa adanya pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 selama satu bulan dinilai mampu menurunkan kasus aktif menjadi 16 ribu dari 113 ribu kasus.

"Kita lihat dampaknya kasus aktif turun drastis hingga saat ini. Ini karena adanya pembatasan mobilitas selama 1 bulan," tutur Anies di sekolah Santa Ursula, Sawah Besar, Jakarta Pusat, Selasa (3/8).

Dampak penurunan, kata Anies, bisa terlihat dari mulai berkurangnya jumlah pasien di rumah sakit, Wisma Atlet Kemayoran, Rumah Susun (Rusun) Nakgrak.

Pasalnya, rumah sakit mulai berkurang jumlah pasiennya serta tempat isolasi seperti Wisma Atlet, rusun Nangrak pun berkurang cukup signifikan.

Meskipun sudah turun, namun tingkat kasus positif (positivity rate) di Ibu Kota yang masih di kisaran 15 persen. Berdasarkan data resmi corona.jakarta.go.id, tingkat kasus positif DKI Jakarta berada pada level 15,2 persen per 3 Agustus 2021.

"Kita perlu menuntaskan kapan akan masuk aman secara epidemiologi. Itu 'positvity rate' pertengahan Juli 45 persen, saat ini 15 persen. Disebut aman apabila di bawah 5 persen," kata Anies.

Baca juga: Targetkan 450 Warga, Gerai Vaksin Merdeka di Lapangan Blok S Dibuka

Anies mengatakan selama PPKM Darurat dan PPKM Level 4 diterapkan sejak 3 Juli 2021, kasus aktif di Jakarta turun signifikan dari 113 ribu kasus pada 16 Juli 2021, kini menjadi 14.979 kasus.

Keterisian tempat tidur (bed occupancy ratio/BOR) di rumah sakit juga berkurang menjadi 70 persen. Demikian juga jumlah pasien yang menjalani isolasi di sejumlah fasilitas kesehatan, seperti rumah sakit, Wisma Atlet, Rusun Nagrak dan Pasar Rumput telah berkurang.

Namun di sisi lain, jumlah kasus baru di Ibu Kota masih mencapai 2.000-3.000 orang per hari. Karena itu, Mantan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan itu meminta agar PPKM dapat dilanjutkan agar bisa menuntaskan penurunan kasus hingga tingkat kasus positif di bawah 5 persen.

"Saya mengajak semua, mari kita teruskan, mudah-mudahan tidak lama lagi. Sesudah ini benar-benar terkendali, insya Allah bisa leluasa berkegiatan," kata Anies.

Ia menambahkan bahwa perpanjangan periode PPKM Level 4 ini juga harus diikuti oleh perluasan vaksinasi warga.(Ant/OL-4)

Baca Juga

Ilustrasi

Kasus Tanah Munjul, KPK Dalami Penyertaan Modal dari Pemprov DKI

👤Dhika Kusuma Winata 🕔Rabu 22 September 2021, 13:31 WIB
"Saksi menerangkan mengenai salah satu penyertaan modal kepada Perumda Sarana Jaya yang diperuntukkan bagi pembangunan rumah DP...
Ilustrasi

Ini Kendala Usut Kasus Perundungan Pegawai KPI

👤Yakub Pryatama Wijayaatmaja 🕔Rabu 22 September 2021, 13:27 WIB
"Kami terkendala tempus delicti (waktu terjadinya suatu delik atau tindak pidana) yang sudah terlalu lama dan sudah berubah,"...
MI/Insi Nantika Jelita

Selain Pidanakan Haris Azhar, Luhut Gugat Perdata Rp100 M

👤Hilda Julaika 🕔Rabu 22 September 2021, 13:04 WIB
Adapun sejumlah Rp100 miliar itu jika dikabulkan oleh hakim bakal disumbangkan untuk masyarakat...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Miliarder Baru dari Pundong

MASYARAKAT dihebohkan dengan video viral warga Dukuh Pundong III, Kelurahan Tirtoadi, Mlati, Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, membeli tiga mobil dengan uang tunai.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya