Headline
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Diskoneksi antara tren rupiah dan IHSG dipengaruhi kredibilitas kebijakan makro.
Kumpulan Berita DPR RI
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Bekasi menggelar vaksinasi massal yang diikuti sekitar 4.000 orang di Stadion Patriot Candrabhaga pada Sabtu (19/6).
Ribuan warga itu berasal dari empat kecamatan dengan masing-masing sebanyak 1.000 orang yang berada di wilayah 1 yang meliputi Bekasi Barat, Bekasi Selatan, Medan Satria, dan Bekasi Utara.
Sebelumnya pada vaksinasi massal yang digelar perdana oleh Pemkot Bekasi dan dihadiri langsung oleh Presiden RI terbilang sukses dalam pelaksanaan dan dinilai baik serta sebagai percontohan bagi kota lainnya.
"Ini bentuk pelayanan pemerintah bagi masyarakatnya, dan mendukung pemerintah pusat. Vaksinasi harus berjalan dengan sukses, kesehatan masyarakat menjadi prioritas utama," kata Wali Kota Bekasi Rahmat Effendi, Sabtu (19/6).
Wali Kota menjelaskan, kegiatan vaksinasi massal merupakan kerja bersama. Adapun seluruh aparatur turut membantu, termasuk dari unsur TNI dan Polri.
"Bergotong royong untuk cita-cita yang baik, kerja bersama antara pemerintah Kota Bekasi, TNI dan Polri," tegas Wali Kota.
Pemkot Bekasi menargetkan sebanyak 12 ribu vaksinasi bagi warganya yang dibagi menjadi 3 sesuai zona wilayah yang ada di Kota Bekasi
Pada 19 Juni 2021 wilayah 1, meliputi Kecamatan Bekasi Barat, Kecamatan Bekasi Selatan, Kecamatan Medan Satria, dan Kecamatan Bekasi Utara.
Pada 23 Juni 2021 wilayah 2, meliputi Kecamatan Bekasi Timur, Kecamatan Mustika Jaya, Kecamatan Bantargebang, dan Kecamatan Rawalumbu.
Pada 26 Juni 2021 wilayah 3, meliputi Kecamatan Jatiasih, Kecamatan Pondokgede, Kecamatan Pondokmelati, dan Kecamatan Jatisampurna.
Kabag Humas Pemkot Bekasi Sajekti Rubiyah mengatakan bagi warga Kota Bekasi yang ingin mengikuti vaksinasi dapat mendaftarkan diri ke puskesmas atau kelurahan pada wilayah tempat tinggalnya.
"Warga dapat mendaftarkan diri dan petugas akan membantu melakukan proses pendataan serta screening dengan membawa identitas diri KK dan KTP," ujarnya.
Sebelum hari pelaksanaan warga melakukan screening kesehatan dan melakukan rapid antigen di puskesmas wilayah masing-masing.
Setelah proses screening di puskesmas wilayahnya, warga akan dapatkan informasi lanjutan mengenai jadwal vaksinasi dan keterangan lengkap dari petugas serta bukti hasil screening kesehatan.
Saat mendatangi lokasi vaksinasi yang bertempat di Stadion Patriot Chandrabaga pada hari H, warga menunjukan bukti screening dari puskesmas kepada petugas. Setelah menunjukan bukti screening dan menunjukan KTP, warga dapat melakukan tahapan vaksinasi.
"Pemkot Bekasi menyediakan Call Center di 1500444 serta layanan informasi media sosial melalui IG Humas Kota Bekasi," pungkasnya.(OL-13)
Baca Juga: Tekan Penyebaran Covid, Kota Denpasar Adakan Tes Antigen di Area Publik
Influenza atau yang lebih akrab dikenal sebagai flu sering kali dianggap remeh sebagai gangguan pernapasan biasa.
Daya tular campak cukup tinggi, mirip dengan covid-19. Seseorang yang terinfeksi dapat menularkan virus selama 4 hari sebelum dan sesudah gejala muncul.
Jemaah haji perlu memahami manfaat kesehatan jangka panjang dari vaksinasi, bukan sekadar memenuhinya sebagai syarat administrasi.
Data Kementerian Agama menunjukkan bahwa lebih dari 22% jemaah haji Indonesia pada 2025 merupakan kelompok lansia, dan mayoritas membawa penyakit komorbid.
Orang yang hidup dengan HIV (ODHA) memiliki risiko lebih tinggi terkena infeksi menular seksual (IMS). Selain berdampak langsung pada kesehatan.
Dalam kondisi hujan, tingkat kelembapan tinggi, dan suhu tinggi, melakukan aktivitas fisik di tempat terbuka meningkatkan peluang terserang penyakit.
Riset terbaru menunjukkan vaksin Covid-19 berbasis mRNA seperti Pfizer dan Moderna dapat memicu sistem imun melawan sel kanker.
DUA tenaga kesehatan menerima vaksin Covid-19 di hari yang sama, pola respons antibodi setiap orang ternyata berbeda-beda menentukan berapa lama perlindungan vaksin bertahan
Pengurus IDI, Iqbal Mochtar menilai bahwa kekhawatiran masyarakat terhadap vaksin berbasis Messenger Ribonucleic Acid (mRNA) untuk covid-19 merupakan hal yang wajar.
Menteri Kesahatan AS Robert F. Kennedy Jr. membuat gebrakan besar dengan mencabut kontrak dan membatalkan pendanaan proyek vaksin berbasis teknologi mRNA, termasuk untuk covid-19.
Sejalan dengan penjelasan Kementerian Kesehatan yang menyebutkan vaksinasi booster covid-19 tetap direkomendasikan.
Pemakaian masker, khususnya di tengah kerumunan mungkin dapat dijadikan kebiasaan yang diajarkan kepada anak-anak.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved