Senin 14 Juni 2021, 17:11 WIB

Jaksa Jawab Pernyataan Rizieq soal Oligarki Anti-Tuhan

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Jaksa Jawab Pernyataan Rizieq soal Oligarki Anti-Tuhan

Antara/Fakhri Hermansyah.
Sejumlah petugas kepolisian membubarkan massa pendukung Muhammad Rizieq Shihab usai sidang beberapa waktu lalu.

 

JAKSA penuntut umum mengatakan Rizieq Shihab berkoar-koar tanpa dalil yang kuat saat menyebut ada oligarki anti-Tuhan yang ingin memenjarakannya. Rizieq sebelumnya menyebut dirinya dijerat hukum, karena dianggap sebagai halangan dan ancaman bagi gerakan oligarki anti-Tuhan.

Hal tersebut disampaikan jaksa saat membacakan nota tanggapan atau replik atas pleidoi atau nota pembelaan yang dilayangkan terdakwa Muhammad Rizieq Shihab (MRS) atas perkara hasil tes swab palsu RS UMMI di Pengadilan Negeri Jakarta Timur, Senin (14/6). Jaksa menyebut pernyataan Rizieq soal oligarki anti-Tuhan tidak berdasar dan hanya merupakan wujud dari kekesalan.

Ia mengatakan Rizieq juga salah tempat dengan menyebut oligarki anti-Tuhan di meja hijau. "Entah ditujukan kepada siapa oligarki anti-Tuhan tersebut padahal seluruh warga negara berketuhanan. Seharusnya terdakwa menguraikan kekesalannya bukan di sini tempatnya," kata jaksa.

Selain itu, jaksa menyebut Rizieq dalam pembelaannya kerap melontarkan pernyataan yang tidak berhubungan dengan pokok perkara, seperti menyinggung soal kasus Ahok, Denny Siregar, Ade Armando, hingga Diaz Hendropriyono. Jaksa menilai Rizieq hanya menyampaikan keluh kesah yang tak berdasar dan disayangkan juga melalui kata-kata kasar.

"Habib Muhammad Rizieq terlalu banyak menyampaikan keluh kesahnya yang hampir tidak ada hubungannya dengan pokok perkara yang sedang disidangkan, kemudian ada kata-kata hujatan. Mudah sekali menghujat orang lain," tutur jaksa.

 

"Emosi tanpa kontrol dan mengaitkan orang lain dalam pembelaan yang tidak ada hubungannya sama sekali. Di antaranya perkara Ahok, juga menghubungkan dengan Abu Janda, Ade Armando, Denny Siregar, selain dari pada itu, menghubungkan dengan Diaz Hendropriyono yang semuanya tidak ada nyambungnya," sambung jaksa. (OL-14)

Baca Juga

Antara

Positivity Rate di DKI Makin Turun, Kini Hanya 0,6%

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:20 WIB
Pemprov DKI terus menggencarkan vaksinasi covid-19. Untuk vaksin dosis pertama sudah mencapai 10,79 juta orang dan dosis kedua menyasar...
ANTARA FOTO/Muhammad Iqbal

Polisi: Utang Rp1 Juta di Pinjol Ilegal Membengkak jadi Rp50 Juta

👤zaenal arifin 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 20:10 WIB
Masyarakat yang menjadi korban pinjol ilegal mengalami ganguan kejiwaan setelah mengetahui total pinjaman yang harus dibayar berkali-kali...
Antara/Indiranto Eko Suwarso

Tunggu Keputusan Pemerintah Pusat, Monas Belum Dibuka untuk Wisatawan 

👤Selamat Saragih 🕔Jumat 22 Oktober 2021, 18:29 WIB
Dia menambahkan, saat ini UPT Monas sedang menunggu keputusan pemerintah untuk diizinkan kembali...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Amendemen Konstitusi antara Ambisi Elite dan Aspirasi Rakyat

Persepsi publik mengenai cara kerja presiden lebih mengharapkan pemenuhan janji-janji politik saat kampanye ketimbang bekerja berdasarkan Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN).

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya