Headline
Kasus kuota haji diperkirakan merugikan negara Rp622 miliar.
Kumpulan Berita DPR RI
SERIKAT Karyawan Satu Hati (Serasi) yang merupakan Serikat Pekerja PT Andalan Finance Indonesia (AFI) menuntut agar Manajemen diganti, karena tidak bisa mengelola keuangan dan melakukan pemecatan sepihak terhadap karyawan.
Hal ini terungkap dalam surat pengaduan yang diajukan DPP Serasi kepada Kepala Dinas Tenaga Kerja Tangerang Selatan no 03/DPP/Serasi/IV/2021 dan Pernyataan Ketua Sehati Muhamad Ihwan yang dikirimkan kepada wartawan
Dalam surat yang ditandatangi oleh pengurus Sehati oleh Muhamad Ihwan, Sumarjono, Ahmad Firdaus, Mardani SH, Franky Latumentan, Guntur Marwaji, Handry Franklin SH, dan Budi Basmanto, pada 3 April 2021 menyatakan bahwa ketidak profesionalan manajemen dalam mengelola perusahaan serta tindakan kesewenang- wenangan kepada para pekerja telah menimbulkan kemunduran kinerja perusahaan.
"Serikat Pekerja dan Para Pekerja di PT AFI sudah hilang kepercayaan terhadap kepemimpinan manajemen saat ini karena sudah terbukti sejak terjadi pergantian kepemimpinan perusahaan mengalami kemunduran yang sangat signifikan dan sudah terancam bangkrut/pailit jauh sebelum masa Pandemi Covid 19," ungkapnya.
Serikat Pekerja SERASI menyatakan ketidak profesionalan Management dalam mengelola perusahaan serta tindakan kesewenang wenangan telah mempenganuhi kondisi hubungan industrial yang semakin tidak Harmoris antara pihak management PT. AFI dengan para pekerta sehingga dikhawatirkan akan terjadi suasana yang tidak Kondusif, kisruh dan perusahaan bener-benar mengalam kerugian yang sangat parah sehingga dapat berujung pada kebangkrutan perusahaan.
Ketua DPP Serasi Muhamad Ihwan mengungkap sebagai serikat pekerja tidak pernah dilibatkan oleh manajemen dalam pengambilan keputusan. "Bahkan yang paling memprihatinkan Serikat Pekerja tidak pernah dilibatkan dalam pengambilan kebijakan terhadap para pekerja PT Andalan Finance Indonesia misalnya dalam perumusan perjanjian kerja bersama (PKB). bahkan terakhir dalam pemecatan 8 karyawan juga tidak pernah mengajak bicara serikat kerja," ujar Ihwan.
Ihwan mengungkapkan Disnaker Tangerang sudah memanggil manajemen PT AFI untuk bertemu dengan serikat pekerja pada Senin 12 April 2021, namun pertemuan deadlock karena manajemen tidak mengutus pihak yang kompeten dan bisa mengambil keputusan. "Kita tidak bisa berunding dengan pihak yang tak bisa mengambil keputusan," pungkas Ihwan.
Serikat Karyawan Satu Hati (SERASI) juga mengungkapkan akan terus memperjuangkan aspirasinya melalaui DPRD Provinsi Banten dan Kemnaker RI. (OL-13)
Baca Juga: Tak Ada Surat Bebas Covid Sejumlah Kendaraan Pribadi Diminta Balik
PEMERINTAH Kota (Pemkot) Tangerang Selatan, Menerjunkan tim gabungan untuk melakukan evakuasi terhadap warga yang terdampak banjir di sejumlah titik pada Minggu, (8/3).
Kepolisian tidak akan memberikan toleransi terhadap tindakan yang merampas harta benda masyarakat secara paksa.
KPK menyita Rp5 miliar dari penggeledahan di Ciputat terkait kasus suap dan gratifikasi impor barang KW di Ditjen Bea Cukai Kemenkeu.
Pemkot Tangerang Selatan bergerak cepat menangani pencemaran residu kimia akibat kebakaran gudang pestisida di Taman Tekno Setu.
Residu kimia yang masuk ke aliran sungai telah memicu kematian massal biota akuatik.
Wali Kota Tangsel Benyamin Davnie dan Mendikdasmen Abdul Mu’ti resmikan gedung Ibnu Abbas BSD, soroti mutu pendidikan dan angka putus sekolah.
Transformasi teknologi dan ketidakstabilan geopolitik global kini menjadi ancaman nyata bagi tatanan dunia kerja.
Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden pada akhir 2025, sebanyak 82% pekerja Indonesia mengaku bahagia di tempat kerja.
Banyak pekerja tetap memaksakan diri menjalani aktivitas normal meski kondisi tubuh dan pikiran mereka sebenarnya sudah berada di bawah tekanan hebat.
PEMERINTAH menegaskan pentingnya peran pemerintah daerah dalam memanfaatkan bonus demografi agar menjadi kekuatan pembangunan, bukan justru berubah menjadi persoalan sosial dan ekonomi
Masalah tersebut sudah termasuk dalam pelanggaran normatif ketenagakerjaan
Generasi Z terbukti menjadi kelompok paling rentan di lingkungan kerja, dengan 91% di antaranya kerap menghadapi tantangan kesehatan mental dan 35% mengalami depresi.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved