Senin 05 April 2021, 14:02 WIB

Polisi Gelar Perkara Kasus Laka Lantas Koboi Fortuner

Rahmatul Fajri | Megapolitan
Polisi Gelar Perkara Kasus Laka Lantas Koboi Fortuner

ANTARA FOTO/Rachman
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Pol Yusri Yunus

 

POLISI melakukan gelar perkara kasus kecelakaan lalu lintas yang melibatkan MFA, koboi jalanan atau pengendara Fortuner dengan pengendara sepeda motor di Duren Sawit, Jakarta Timur.

Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus mengatakan polisi akan melakukan gelar perkara siang ini untuk menentukan apakah MFA akan ditetapkan tersangka dalam insiden tersebut.

"Rencana siang ini gelar perkara untuk penentuan pesangkaan pasal di UU Lantas kepada yang bersangkutan (MFA)," kata Yusri, di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Senin (5/4).

Yusri mengatakan polisi sudah memeriksa sejumlah saksi dan meminta keterangan pengendara sepeda motor. Yusri mengatakan diketahui MFA yang mengendarai Toyota Fortuner dengan pengendara sepeda motor sama-sama melintas di wilayah Banjir Kanal Timur, Duren Sawit, Jakarta Timur.

Baca juga: Polri Diminta Waspadai Serangan Teror Selama Ramadan

Lalu, pengendara sepeda motor akan berbelok ke kanan dengan menghidupkan lampu isyarat. Namun, MFA menabrak pengendara sepeda motor tersebut dari belakang. Korban lalu mengalami luka ringan setelah kejadian itu.

"Sudah menggunakan sign, tapi ditabrak dari belakang oleh pengendaran roda empat Fortuner ini, inisialnya MFA. Yang saat itu sempat viral di medsos, di mana si pelaku mengeluarkan senjata saat itu, itu keterangan saksi," kata Yusri.

Sebelumnya, terkait insiden itu, polisi menetapkan MFA sebagai tersangka atas kepemilikan senjata api yang tak berizin. MFA dijerat Pasal 1 ayat 1 Undang-Undang Darurat RI No.12 Tahun 1951.

Adapun Pasal 1 ayat 1 beleid itu berbunyi, "barang siapa yang tanpa hak memasukkan ke Indonesia, membuat, menerima, mencoba memperoleh, menyerahkan atau mencoba menyerahkan, menguasai, membawa, mempunyai persediaan padanya atau mempunyai dalam miliknya, menyimpan, mengangkut, menyembunyikan, mempergunakan, atau mengeluarkan dari Indonesia sesuatu senjata api, amunisi atau sesuatu bahan peledak". MFA terancam hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, atau hukuman penjara sementara setinggi-tingginya 20 tahun. (OL-4)

Baca Juga

Antara/Aditya Pradana Putra

6 Stasiun  KRL ini akan Selenggaran Tes Antigen Acak pada Penumpang

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 20:30 WIB
Tes antigen acak ini dilakukan sebelum pengguna bertransaksi untuk membeli tiket ataupun tap masuk di gate elektronik...
Dok.Apical Group

Peduli Kesehatan Masyarakat, Apical Bagikan Sembako

👤Mediaindonesia.com 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 19:20 WIB
Sebagai upaya mendukung kesehatan masyarakat di sekitar pabrik operasinya, mereka membagikan sembako bagi masyarakat di sekitar lingkungan...
Antara/M. Risyal Hidayat

Kasus Harian Covid-19 di Jakarta Kembali Catatkan rekor, Tambah 4.895 Kasus

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Sabtu 19 Juni 2021, 19:02 WIB
Dari jumlah tes tersebut, sebanyak 16.797 orang dites PCR hari ini untuk mendiagnosis kasus baru dengan hasil 4.895 positif dan 11.902...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pungli Tetap Marak Pak Satgas!

Pungli di berbagai layanan publik terus menjadi masalah yang dialami masyarakat, bahkan di tengah kesulitan ekonomi akibat pandemi.

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya