Headline
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
“Damai bukan sekadar absennya perang. Ia adalah kebajikan,” tulis filsuf Baruch Spinoza.
Kumpulan Berita DPR RI
WAKIL Ketua Dewan Riset Daerah DKI Jakarta Sunarsip mengatakan, saat ini bukan waktu yang tepat untuk menjual saham bir milik Pemprov DKI Jakarta di PT Delta Djakarta Tbk. Sunarsip menjelaskan dalam melepas saham, Pemprov DKI Jakarta harus memerhatikan tiga faktor.
Faktor tersebut adalah waktu, harga, dan banyaknya saham yang hendak dilepas. Faktor yang paling menentukan adalah waktu dan harga.
Saat ini, nilai saham PT Delta sama seperti nilai saham lainnya di masa pandemi yakni mengalami penurunan.
"Saham PT Delta pernah mencapai Rp7.200 per lembar. Sementara saat ini di posisi sekitar Rp3.800, hanya separuhnya saja," kata Sunarsip dalam diskusi virtual bertajuk 'Saham Miras Di Tengah Kriminalitas Mengganas Perlukah Dilepas?', Kamis (1/4).
Ia pun mendorong agar pelepasan saham di perusahaan yang memproduksi bir itu dilakukan di waktu yang tepat yakni saat harga saham mulai meningkat. "Hal ini untuk mencegah polemik di masa depan," ungkapnya.
Baca Juga: Hasil Jual Saham Bir Dapat Dukung BUMD Pangan dan Transportasi
Di sisi lain, ia tetap menyarankan agar izin pelepasan saham itu diperoleh sejak dini dari DPRD DKI Jakarta. Privatisasi perusahaan ini, menurut Sunarsip pernah dilakukan oleh pemerintah Jerman.
"Saat hendak menjual saham di perusahaan, pemerintah Jerman menunggu dulu sampai harganya bangkit normal. Tapi izinnya sudah didapat jauh-jauh hari. Nah, ini yang seharusnya dapat dilakukan oleh Pemprov DKI," kata dia.
Diketahui sampai saat ini Pemprov DKI Jakarta belum berhasil menjual saham di PT Delta Djakarta Tbk. Pemprov DKI belum mendapatkan persetujuan dari DPRD DKI Jakarta untuk melepas saham sebesar 26,25% tersebut. (OL-13)
Baca Juga: Mantan Dirut BEI: Nihil Potensi Korupsi Dalam Penjualan Saham Bir
IHSG mengalami koreksi sekitar 1% sepanjang dua minggu terakhir
PT Delta Djakarta Tbk berhasil meraih laba hingga Rp123,5 miliar tahun lalu. Dengan keuntungan tersebut, PT Delta bakal menyetorkan dividen kepada Pemprov DKI hingga Rp52,5 miliar.
Pemprov DKI Jakarta juga tidak berusaha menambah permodalan ke dalam perusahaan tersebut untuk menambah jumlah saham.
Demokrat memberi sejumlah catatan bagi Pemprov DKI yang akan menjual saham bir harus mendapatkan persetujuan DPRD
MANTAN Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menegaskan tak ada potensi korupsi dalam penjualan saham yang rencananya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta.
PT BSA Logistics Indonesia Tbk (WBSA) siap IPO dengan target dana Rp306 miliar. Simak jadwal, harga, dan cara pesan mudah lewat aplikasi IPOT
Investor ritel di pasar saham Indonesia diimbau untuk tidak lagi bergantung pada data usang dalam mengambil keputusan investasi, seiring dinamika pasar yang semakin cepat, dan kompleks.
INDEKS Harga Saham Gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) pada Senin (30/3) sore ditutup turun mengikuti pelemahan bursa saham kawasan Asia.
IHSG merosot 76,53 poin atau 1,08% ke posisi 7.020,53. Senasib, indeks kelompok 45 saham unggulan (LQ45) juga terkoreksi 11,00 poin atau 1,53% ke posisi 707,96.
IHSG mencatat penguatan signifikan sebesar 2,75% ke level 7.302, didorong oleh kombinasi sentimen fiskal domestik yang positif serta masuknya aliran dana asing.
IHSG menguat pada awal perdagangan usai libur panjang Nyepi dan Lebaran.
Copyright @ 2026 Media Group - mediaindonesia. All Rights Reserved