Kamis 01 April 2021, 16:10 WIB

Mantan Dirut BEI: Nihil Potensi Korupsi Dalam Penjualan Saham Bir

Putri Anisa Yuliani | Megapolitan
Mantan Dirut BEI: Nihil Potensi Korupsi Dalam Penjualan Saham Bir

Ant/Agung Rajasa
Petugas minimarket tengah menata minuman dingin di salah satu minimarket di Jakarta, beberapa waktu lalu.

 

MANTAN Direktur Utama Bursa Efek Indonesia (BEI) Tito Sulistio menegaskan tak ada potensi korupsi dalam penjualan saham yang rencananya dilakukan oleh Pemprov DKI Jakarta. Seperti diketahui, Pemprov DKI Jakarta memiliki saham sebesar 26,25% di PT Delta Djakarta Tbk.

Dalam diskusi virtual bertajuk 'Saham Miras Di Tengah Kriminalitas Mengganas Perlukah Dilepas?' hari ini, Tito mengatakan kekhawatiran adanya potensi korupsi karena melepas harga saham disebabkan penggunaan dasar hukum yang tidak tepat.

"Takut kalau dijual saat ini harga sahamnya murah lalu nanti naik tinggi. Jadi korupsi? Itu karena produk hukum yang digunakan atau dilihat dalam aktivitas pasar modal bukan produk hukum pasar modal," tegas Tito, Kamis (1/4).

Menurutnya, selama menggunakan dasar hukum pasar modal, tak ada korupsi dalam penjualan saham. Pun dalam proses penjualan saham yang dilihat adalah waktu penjualan dan harga pasar yang berlaku pada waktu itu.

"Hukum menjual saham adalah tergantung waktunya dan harganya. Jadi sudah berdasarkan harga pasar yang berlaku pada saat itu maka tidak ada kekhawatiran korupsi," paparnya.

Ia pun berpendapat saham Delta sangat menguntungkan. Nilainya telah naik ratusan kali lipat sejak pertama kali melantai di bursa pada 1984 silam. Pemprov DKI pun disebutnya akan memperoleh dana sekitar Rp750 miliar jika menjual saham tersebut.

"Ini kalau dijual premium pun pasti sangat menarik minat. Apalagi oleh pemilik saham lainnya yang berasal dari Malaysia itu. Saya jamin mereka juga akan minat mau beli karena ini memang saham bagus," ujarnya.

Sebelumnya, rencana Pemprov DKI Jakarta untuk menjual saham di PT Delta Djakarta Tbk selalu ditolak oleh Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi. Selain karena sahamnya yang menguntungkan, Prasetio khawatir akan jadi potensi korupsi bila saham itu dijual.

"Kalau sekarang dijual harga sekian. Lalu kemudian harganya naik itu ada selisih yang harusnya kita dapat nanti malah jadi korupsi. Saya nggak mau," tuturnya. (OL-13)

Baca Juga: Pemprov DKI Disarankan Jual Saham Bir, Untung Ratusan Miliar

Baca Juga

ANTARA FOTO/Indrianto Eko

Jakarta Diprediksi Bakal Tenggelam, PSI Minta DKI Fokus Atasi Kondisi Itu

👤Yakub Pryatama W 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:33 WIB
William menjelaskan Pemprov harus segera lakukan pipanisasi air bersih ke seluruh pelosok Jakarta tanpa terkecuali agar masyarakat tidak...
Dok: Pemkot Bekasi

SMA Negeri 15 Kota Bekasi Gelar Vaksinasi Massal

👤Rudi Kurniawansyah 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:25 WIB
"Sebanyak 1.000 vaksin disiapkan oleh Kodim 0507/Bekasi. Sekitar 800 vaksin untuk siswa dan siswi, 200 vaksin untuk masyarakat...
ANTARA FOTO/Asprilla Dwi Adha

440 ribu Pengusaha UKM di Jakarta Bakal Dapat Dana Banpres

👤Putri Anisa Yuliani 🕔Senin 02 Agustus 2021, 09:15 WIB
Dana bantuan diberikan dengan besaran untuk masing-masing pelaku usaha mikro sebesar Rp1,2...

E-Paper Media Indonesia

HALAMAN FOKUS EKSTRA 4 HALAMAN

Fokus Edisi

Pembangunan Berkelanjutan demi Keselamatan Bersama

 Sektor keuangan memiliki peran besar dalam mengarahkan perubahan menuju penerapan green economy

Baca E-Paper

Berita Terkini

Selengkapnya

BenihBaik.com

Selengkapnya

MG News

Selengkapnya

Berita Populer

Selengkapnya

Berita Weekend

Selengkapnya